Liputan6.com, Jakarta Tahu bulat telah menjadi camilan favorit banyak orang karena teksturnya yang khas: garing di luar, kopong di dalam, serta gurih dan ringan saat digigit. Namun, banyak orang yang mencoba membuat tahu bulat di rumah tetapi justru gagal mendapatkan hasil yang sama seperti versi kaki lima. Beberapa tahu buatan sendiri terasa padat, tidak kopong, bahkan cepat kempes dan lembek setelah beberapa menit.
Kegagalan dalam membuat tahu bulat renyah dan kopong seringkali disebabkan oleh kesalahan teknis sederhana yang luput dari perhatian. Mulai dari jenis tahu yang digunakan, komposisi bahan tambahan, hingga teknik menggoreng yang tampak remeh tapi punya peran besar dalam membentuk hasil akhir. Tanpa mengetahui urutan yang tepat dan teknik yang benar, hasil tahu bulat bisa jauh dari ekspektasi.
Artikel ini akan membongkar seluruh proses pembuatan tahu bulat secara kronologis—dari pemilihan bahan, proses adonan, pendinginan, hingga penggorengan—agar menghasilkan tahu bulat yang tidak hanya kopong dan renyah, tapi juga awet kerenyahannya bahkan setelah disimpan. Simak lima langkah utama berikut agar kamu bisa membuat tahu bulat sempurna di rumah tanpa perlu ke pedagang keliling.
1. Pilih Tahu Putih Segar dan Peras Hingga Kering
Langkah awal yang sangat menentukan kualitas tahu bulat adalah pemilihan tahu putih yang teksturnya halus dan lembut, bukan tahu keras atau tahu kuning yang sudah berbumbu. Tahu jenis ini memiliki kandungan air tinggi namun mudah dihancurkan menjadi adonan yang halus. Semakin segar tahu yang digunakan, semakin bersih rasa dan warnanya saat sudah digoreng nanti.
Setelah tahu dihancurkan, tahap krusial berikutnya adalah memeras airnya hingga benar-benar kering. Proses ini dapat dilakukan dengan kain bersih atau saringan halus untuk memastikan tidak ada cairan berlebih dalam adonan. Tahu yang masih mengandung banyak air akan menyebabkan adonan terlalu lembek dan tidak bisa mengembang dengan baik saat digoreng.
Dengan tekstur tahu yang padat dan bebas air, hasil gorengan akan memiliki peluang lebih besar untuk membentuk rongga udara di dalamnya. Rongga inilah yang nantinya akan menciptakan sensasi “kopong” saat digigit. Pastikan kamu tidak melewatkan tahap ini, karena tahu yang terlalu basah adalah penyebab utama tahu bulat menjadi bantat.
2. Tambahkan Baking Powder dan Bumbu Secukupnya
Setelah tahu diperas kering, waktunya menambahkan bahan-bahan utama yang akan mempengaruhi rasa dan tekstur akhir tahu bulat. Baking powder merupakan kunci utama agar tahu bisa mengembang saat digoreng. Bahan ini akan bereaksi dengan panas dan menghasilkan gelembung udara dalam adonan, menciptakan rongga kopong yang menjadi ciri khas tahu bulat.
Selain baking powder, campurkan juga bumbu seperti garam, lada bubuk, kaldu bubuk, dan bawang putih halus. Bumbu ini tidak hanya memberikan rasa gurih, tetapi juga menyeimbangkan aroma tahu mentah yang terkadang masih menempel. Aduk semua bahan secara merata menggunakan tangan atau spatula sampai tidak ada bagian adonan yang menggumpal atau terlalu basah di satu sisi.
Jika diinginkan, kamu juga bisa menambahkan sedikit tepung tapioka untuk memberikan daya rekat pada adonan, terutama jika ingin membuat tahu bulat vegan tanpa telur. Namun, proporsinya harus seimbang agar tidak membuat tekstur akhir menjadi kenyal seperti cilok. Intinya, adonan harus terasa ringan, tidak terlalu padat, dan mudah dibentuk.
3. Bentuk Adonan dan Simpan Dulu di Kulkas
Setelah bumbu dan baking powder tercampur rata, bentuk adonan menjadi bulatan kecil seukuran kelereng atau bola pingpong. Gunakan telapak tangan yang sedikit dibasahi agar adonan tidak lengket dan hasil bentukannya lebih rapi. Ukuran yang seragam akan membantu proses penggorengan menjadi merata dan tahu bulat matang sempurna di semua sisi.
Langkah penting selanjutnya adalah menyimpan bulatan adonan ini di kulkas selama minimal 20–30 menit. Tujuannya adalah agar tekstur adonan lebih set dan stabil sebelum masuk ke dalam minyak panas. Pendinginan juga membantu baking powder bereaksi secara perlahan dan tidak premature, sehingga tahu akan mengembang optimal saat digoreng.
Waktu penyimpanan ini bisa diperpanjang hingga satu jam jika ingin hasil maksimal. Selain membuat adonan lebih padat, proses ini juga membantu menjaga bentuk bulatan agar tidak mudah hancur saat dimasukkan ke minyak panas. Tanpa proses pendinginan, adonan tahu cenderung lembek dan pecah saat terkena suhu tinggi.
4. Goreng Dalam Minyak Banyak dan Api Sedang
Sebelum mulai menggoreng, pastikan kamu menggunakan wajan cekung dan minyak goreng dalam jumlah banyak agar tahu bisa mengapung sempurna. Panaskan minyak terlebih dahulu hingga benar-benar panas, lalu kecilkan api ke tingkat sedang sebelum mulai memasukkan tahu. Ini untuk memastikan bagian luar tidak cepat gosong sementara bagian dalam belum sempat mengembang.
Saat memasukkan tahu ke dalam minyak, biarkan beberapa detik tanpa diaduk. Biarkan tahu bergerak sendiri di dalam minyak, karena tekanan minyak panas akan membuat tahu perlahan memutar dan mengembang. Jangan terlalu sering membalik atau mengaduk tahu karena dapat membuat permukaannya pecah dan gagal kopong.
Waktu penggorengan ideal adalah sekitar 5–7 menit tergantung ukuran tahu. Setelah warnanya berubah menjadi kuning keemasan dan terlihat mengembang, tahu bisa diangkat dan ditiriskan. Gunakan saringan kawat atau alas kertas minyak agar kelebihan minyak turun sempurna dan permukaan tahu tetap renyah.
5. Tiriskan dengan Benar dan Sajikan Tanpa Wadah Tertutup
Langkah terakhir yang tak kalah penting adalah proses penirisan dan penyajian. Setelah tahu diangkat dari minyak, segera letakkan di atas kertas minyak atau rak kawat terbuka untuk membuang sisa minyak. Hindari langsung menyimpan tahu di dalam wadah tertutup saat masih panas karena uap air yang terperangkap akan membuat tahu cepat lembek dan kempes.
Biarkan tahu berada di udara terbuka hingga suhu ruang sebelum disimpan atau disajikan. Jika ingin menyimpannya, gunakan wadah terbuka atau tutup dengan kain bersih agar sirkulasi udara tetap terjaga. Cara ini efektif menjaga kerenyahan tahu hingga beberapa jam setelah digoreng.
Saat ingin mengonsumsi kembali tahu yang sudah dingin, cukup panaskan kembali dalam oven atau goreng sebentar saja agar teksturnya kembali renyah. Dengan penanganan yang tepat sejak awal hingga penyimpanan, tahu bulat buatan rumah bisa tetap renyah dan menggoda seperti buatan pedagang keliling.
People Also Ask
1. Bagaimana cara membuat tahu bulat agar kopong di dalam?
Gunakan tahu putih yang diperas kering, tambahkan baking powder, bentuk bulat, dinginkan dulu lalu goreng dengan minyak banyak.
2. Mengapa tahu bulat tidak mengembang saat digoreng?
Biasanya karena tahu masih terlalu basah, tidak memakai baking powder, atau minyak belum cukup panas saat menggoreng.
3. Bisa tidak membuat tahu bulat tanpa telur?
Bisa, gunakan tahu putih, bumbu, dan baking powder saja, tambahkan sedikit tepung tapioka jika perlu daya rekat tambahan.
4. Apakah tahu bulat bisa tetap renyah setelah dingin?
Bisa jika ditiriskan dengan baik, tidak disimpan di wadah tertutup panas, dan dipanaskan ulang sebelum disajikan.
5. Berapa lama menyimpan adonan tahu bulat di kulkas sebelum digoreng?
Idealnya 30–60 menit agar adonan padat dan hasil gorengan kopong sempurna.