Liputan6.com, Jakarta Tak bisa dipungkiri, Indonesia adalah surga kuliner dengan keberagaman rasa dan aroma yang dihasilkan dari racikan bumbu tradisional. Salah satunya adalah ayam bumbu Bali, masakan berbasis bumbu merah yang memiliki karakteristik pedas, gurih, dan sedikit manis. Cita rasa ini sangat populer di berbagai rumah makan, termasuk warteg di Surabaya dan sekitarnya.
Ayam bumbu Bali menyajikan kelezatan rempah khas Indonesia yang menggoda selera. Dibalut bumbu merah yang kaya cabai, bawang, kemiri, dan sentuhan terasi, olahan ayam ini memiliki daya tarik aroma yang kuat dan warna merah menggoda. Resepnya sederhana, tetapi hasilnya sangat menggugah.
Resep bumbu bali ayam dari Liputan6.com berikut ini diadaptasi dari buku “Hidangan AYAM Gaya Rumahan” (2013) karya WAROENG MAKAN 2 IBOE, terbitan PT Gramedia Pustaka Utama. Cocok untuk menu keluarga di akhir pekan atau hidangan spesial saat jamuan makan bersama kerabat, Selasa (5/8/2025).
Resep Bumbu Bali Ayam
Bahan:
- 1 ekor ayam, potong menjadi 12 bagian
- 1 cm lengkuas, memarkan
- 2 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk
- 2 buah tomat, masing-masing potong 8 bagian
- Kecap manis secukupnya
- Garam secukupnya
- Minyak untuk menggoreng dan menumis
Bumbu halus:
- 7 buah cabai merah
- 5 buah bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 2 cm jahe
- 3 butir kemiri
- ½ sdt terasi (sudah digoreng)
Langkah Membuat:
- Bersihkan potongan ayam, taburi dengan sedikit garam, lalu diamkan selama 15 menit. Goreng setengah matang, angkat dan sisihkan.
- Tumis bumbu halus hingga harum dan matang, lalu masukkan lengkuas, daun salam, daun jeruk, serta potongan tomat.
- Tambahkan kecap manis secukupnya. Aduk rata hingga bumbu mengeluarkan minyak dan tomat mulai hancur.
- Masukkan potongan ayam yang telah digoreng, aduk hingga tercampur merata dengan bumbu.
- Masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan ayam matang sempurna. Angkat dan sajikan selagi hangat.
Bumbu Bali dan Warisan Bumbu Dasar Merah Indonesia
Bumbu Bali pada dasarnya merupakan salah satu varian dari bumbu dasar merah yang populer di berbagai wilayah Indonesia. Menurut buku The Indonesian Table oleh Petty Elliott (Phaidon Press), bumbu dasar merah atau red spice paste dikenal sebagai bumbu merah dan merupakan campuran dari cabai merah besar, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kemiri, serta rempah akar seperti jahe atau lengkuas. Beberapa resep juga menambahkan terasi dan tomat sebagai penyeimbang rasa.
Dalam tradisi kuliner Nusantara, bumbu dasar ini digunakan untuk berbagai jenis protein: ayam, daging sapi, telur, hingga ikan. Bahkan tempe dan tahu pun bisa dimasak dengan bumbu Bali untuk hasil akhir yang menggugah selera.
Ciri khas bumbu Bali adalah penggunaan cabai yang cukup banyak, serta tambahan daun aromatik seperti daun salam dan daun jeruk yang memberikan dimensi rasa lebih kompleks. Sedikit kecap manis ditambahkan untuk memberi efek manis yang kontras dengan pedas dan gurihnya rempah.
Variasi Protein dalam Masakan Bumbu Bali
Meski ayam bumbu Bali sangat terkenal, namun pada praktiknya, bumbu ini sangat fleksibel dan dapat digunakan untuk aneka bahan makanan. Beberapa variasi populer antara lain:
- Telur Bumbu Bali: Telur rebus yang digoreng terlebih dahulu, kemudian dimasak dengan bumbu Bali hingga meresap. Menu ini banyak ditemukan di warteg dan warung makan Jawa Timur.
- Ikan Bumbu Bali: Ikan goreng seperti bandeng atau tongkol menjadi lebih nikmat setelah dimasak dengan bumbu merah khas Bali ini. Prosesnya hampir sama dengan ayam, namun perlu perhatian agar ikan tidak hancur saat dimasak.
- Tempe/Tahu Bumbu Bali: Sebagai alternatif nabati, tempe dan tahu menjadi pilihan bagi vegetarian yang tetap ingin menikmati rasa khas bumbu Bali. Biasanya dipotong besar, digoreng, lalu dimasak dengan bumbu hingga bumbu menyelimuti seluruh permukaan.
Petty Elliott dalam bukunya menyarankan agar satu takaran bumbu dasar digunakan untuk sekitar 1 kg bahan protein, dan bisa dibuat dalam jumlah besar untuk disimpan dalam wadah kedap udara, disiram minyak, lalu didinginkan untuk penggunaan hingga dua minggu ke depan.
FAQ Seputar Bumbu Bali
1. Apa bedanya bumbu Bali dengan bumbu merah biasa?
Bumbu Bali adalah turunan dari bumbu merah, tetapi memiliki ciri khas tambahan daun salam, daun jeruk, tomat, dan sedikit kecap manis. Rasa bumbu Bali lebih kompleks dan sering digunakan pada masakan khas Jawa Timur.
2. Apakah bumbu Bali selalu pedas?
Tidak harus. Tingkat kepedasan bisa disesuaikan dengan selera. Jumlah cabai bisa dikurangi atau dipilih jenis cabai yang lebih mild, seperti cabai merah besar yang tidak terlalu pedas.
3. Apakah bisa membuat bumbu Bali tanpa terasi?
Bisa, tetapi rasa umami yang khas akan berkurang. Terasi memberikan aroma khas dan memperkaya rasa. Jika tidak suka atau alergi, bisa diganti dengan sedikit ebi halus atau kecap asin.
4. Bagaimana cara menyimpan bumbu Bali agar tahan lama?
Bumbu Bali yang telah ditumis bisa disimpan dalam wadah kaca kedap udara, diberi lapisan minyak di atasnya, lalu disimpan di lemari es hingga 1-2 minggu.
5. Apa tips agar ayam bumbu Bali empuk dan tidak amis?
Lumuri ayam dengan garam dan diamkan sebelum digoreng. Bisa juga direbus sebentar sebelum digoreng. Tambahkan juga daun jeruk dan salam saat menumis bumbu untuk menghilangkan aroma amis.
Sumber Rujukan:
- WAROENG MAKAN 2 IBOE. Hidangan AYAM Gaya Rumahan. PT Gramedia Pustaka Utama, 2013.
- Elliott, Petty. The Indonesian Table. Phaidon Press, 2023.
- Souschef.co.uk – Indonesian Pastes (Bumbus) by Petty Elliott