Liputan6.com, Jakarta - Aalborg Zoo, salah satu kebun binatang di Denmark, tengah jadi sorotan karena kebijakan tidak biasanya. Mereka mengajak warga menyumbangkan hewan peliharaan yang masih sehat, tapi sudah tidak diinginkan lagi, seperti ayam, kelinci, dan marmut, untuk dijadikan pakan predator di sana.
Mengutip BBC, Selasa (5/8/2025), pihak kebun binatang menjelaskan di akun Instagram-nya, baru-baru ini, bahwa mereka memiliki tanggung jawab "meniru" rantai makanan alami hewan-hewan mereka. Hewan-hewan yang disumbangkan ini tidak langsung dilempar ke kandang predator.
Semuanya akan disuntik mati oleh staf yang sudah terlatih. Cara ini disebut lebih manusiawi dan tetap menjaga nutrisi alami yang dibutuhkan hewan buas, seperti lynx Eurasia, singa, dan harimau.
Aalborg Zoo mengaku tidak mau sembarangan memberi makan hewan buas mereka. Pihaknya percaya bahwa menu yang mendekati makanan alami lebih baik untuk kesejahteraan satwa. Itu sebabnya ayam, kelinci, dan marmut jadi pilihan yang paling sering disumbangkan untuk pakan.
Diberi Makan Seperti di Alam Liar
Sumbangan bisa diberikan setiap hari kerja, maksimal empat ekor tanpa membuat janji temu. Tapi, hewan yang disumbangkan harus dalam kondisi sehat. Semua proses penyuntikan dilakukan dengan prosedur yang dianggap etis oleh tim profesional.
Menurut kebun binatang ini, memberi hewan buas daging segar dari hewan utuh lebih mirip dengan apa yang biasa mereka buru di alam bebas. Pia Nielsen, wakil direktur Aalborg Zoo, menjelaskan, "Ketika memelihara karnivora, (kami) perlu memberikan mereka daging, sebaiknya dengan bulu, tulang, dan sebagainya, agar makanannya senatural mungkin." Dengan begitu, insting para predator tetap terjaga dan pola makan mereka tetap sesuai kebutuhan biologisnya.
Menariknya, Aalborg Zoo juga membuka donasi untuk hewan berukuran besar, seperti kuda. Tapi tentu saja, ada beberapa syarat khusus. Kuda yang ingin disumbangkan harus punya paspor resmi dan tidak sedang dalam masa pengobatan atau baru sakit dalam 30 hari terakhir.
Kuda Bisa Disumbangkan
Kebijakan ini tertulis di situs resmi mereka, tepat di bawah foto harimau yang sedang menikmati sepotong daging merah segar. "Jika mereka berhasil menyerahkan hewan mereka, para pendonor kuda dapat menerima potongan pajak," tulis pihak kebun binatang di situs webnya.
Semua kuda yang disumbangkan nantinya akan disuntik mati secara profesional dan digunakan sebagai makanan hewan buas di sana, seperti hewan sumbangan lainnya. Walau terdengar tidak biasa, kebijakan ini dianggap sebagai salah satu cara untuk tetap menghargai hewan yang sudah tidak bisa lagi dirawat, sekaligus membantu kebutuhan pakan satwa liar.
Menurut pihak kebun binatang, langkah ini sudah dilakukan sejak lama, dan banyak masyarakat yang justru mendukungnya, kendati terdengar tidak biasa di wilayah lain. Nielsen mengatakan, "Di Denmark, praktik ini sudah umum, dan banyak dari tamu, serta mitra kami menghargai kesempatan untuk berkontribusi."
Bukan Kali Pertama
Ajakan kebun binatang ini telah memicu perdebatan sengit di dunia maya, menurut CNN. Beberapa pihak memprotes gagasan mengubah hewan peliharaan jadi oakan, sementara yang lain memuji upaya kebun binatang mempertahankan perilaku makan alami predator.
Ini bukan pertama kalinya kebun binatang di Denmark jadi sorotan atas cara mereka memberi makan hewan dan mengendalikan populasi. Pada 2014, Kebun Binatang Copenhagen di ibu kota Denmark mengeutanasia seekor jerapah muda yang sehat bernama Marius untuk menghindari perkawinan sedarah, meski ada petisi yang berupaya menghentikan tindakan tersebut.
Bangkainya sebagian digunakan untuk penelitian dan sebagian lagi untuk memberi makan karnivora di kebun binatang, seperti singa, harimau, dan macan tutul. Beberapa minggu kemudian, kritik publik kembali berkobar ketika kebun binatang tersebut mengeutanasia empat singa untuk memberi jalan bagi seekor jantan baru dengan harapan dapat mengawinkan generasi anak singa baru.