Cara Cairkan Daging Beku agar Tidak Rusak, Jangan Sampai Salah Langkah

3 weeks ago 32

Liputan6.com, Jakarta Mencairkan daging beku bukan sekadar menunggu hingga lunak. Banyak orang masih keliru dalam melakukannya, dan hasilnya bisa fatal: daging menjadi rusak bahkan berbahaya untuk dikonsumsi. Proses pencairan yang salah memungkinkan bakteri berkembang biak dengan cepat, apalagi jika dilakukan sembarangan di suhu ruang dalam waktu lama.

Kesalahan ini masih sering dilakukan karena minimnya informasi yang benar. Padahal, makanan protein hewani seperti daging sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Salah satu kesalahan umum adalah mencairkan daging dengan air panas atau langsung di udara terbuka. Padahal, cara ini justru membuat kualitas daging menurun drastis.

Berikut panduan lengkap bagaimana cara mencairkan daging beku yang benar, agar aman dikonsumsi dan tidak kehilangan cita rasa maupun teksturnya. Berikut selengkapnya, dirangkum Liputan6, Selasa (5/8).

1. Simpan Daging di Kulkas Sebelum Dicairkan: Hindari Syok Suhu yang Merusak Serat

Banyak orang terburu-buru langsung mencairkan daging dari freezer ke suhu ruang. Ini keliru. Saat daging berpindah mendadak dari suhu -18°C ke suhu 25°C, struktur seratnya bisa mengalami kerusakan akibat syok suhu. Akibatnya, tekstur menjadi lembek dan mudah hancur saat dimasak.

  • Langkah pertama: pindahkan daging dari freezer ke chiller (kompartemen kulkas bersuhu 2-4°C).
  • Biarkan daging menyesuaikan suhu secara perlahan. 
  • Diamkan daging sekitar 8 hingga 24 jam tergantung ukuran potongan, tetapi inilah cara terbaik menjaga kualitas serat dan mencegah tumbuhnya bakteri patogen.

Jika kamu terburu-buru dan melewatkan tahap ini, daging akan lebih cepat basi dan mengeluarkan bau tak sedap. Oleh karena itu, tahap awal ini sangat penting untuk menghasilkan daging yang tetap enak, sehat, dan layak konsumsi.

2. Gunakan Wadah Tertutup: Mencegah Kontaminasi Silang di Lemari Es

Setelah dipindahkan ke kulkas, jangan biarkan daging beku terbuka begitu saja. Banyak orang meletakkannya di piring atau mangkuk tanpa penutup, padahal ini berisiko tinggi. Daging bisa terpapar kontaminasi silang dari bahan makanan lain yang ada di kulkas, terutama dari sayur atau buah mentah.

Sebaiknya letakkan daging beku dalam wadah tertutup rapat atau bungkus plastik food grade. Posisi ideal adalah di bagian bawah kulkas agar cairannya tidak menetes ke makanan lain. Cairan daging (drip) yang mengenai bahan lain bisa menjadi media berkembangnya bakteri Salmonella atau E. coli yang berbahaya.

Dengan menyimpan dalam wadah tertutup, aroma daging tidak menyebar dan menjaga higienitas makanan lain. Praktik ini juga sesuai dengan prinsip sanitasi dapur dan standar penyimpanan pangan rumah tangga yang baik.

3. Hindari Air Panas: Pencairan Cepat Justru Memicu Pertumbuhan Bakteri

Sering kali orang mencelupkan daging beku ke dalam air panas untuk mencairkannya lebih cepat. Meskipun efektif secara waktu, cara ini sangat berisiko. Air panas menciptakan zona hangat di permukaan daging, yang menjadi tempat ideal pertumbuhan mikroorganisme, sementara bagian dalam masih beku.

Alih-alih air panas, gunakan air dingin mengalir atau rendam dalam air bersuhu normal (sekitar 20°C) dalam wadah tertutup. Gantilah air setiap 30 menit untuk memastikan suhu tetap stabil dan tidak hangat. Dalam kondisi ini, daging akan mencair dalam waktu 1-2 jam tergantung ukurannya.

Metode ini disarankan oleh badan keamanan pangan seperti USDA karena lebih aman dibandingkan suhu ruang. Walau sedikit memakan waktu, hasil akhirnya jauh lebih baik: daging tidak terkontaminasi dan tetap layak dikonsumsi tanpa risiko kesehatan.

4. Hindari Microwaving Langsung: Bagian Luar Matang, Dalam Masih Beku

Microwave memang praktis, tetapi penggunaannya untuk mencairkan daging perlu teknik yang tepat. Jika asal menekan tombol "defrost", biasanya bagian luar daging akan mulai matang, sedangkan bagian tengah masih beku. Ini menyebabkan ketidakseimbangan tekstur dan rasa saat dimasak.

Jika ingin mencairkan daging dengan microwave, pastikan pengaturannya pada mode “defrost” dengan waktu bertahap 2-3 menit per sisi, sambil dibalik secara berkala. Setelah itu, segera masak daging tanpa ditunda agar bakteri yang mungkin tumbuh saat proses pencairan tidak sempat berkembang biak.

Namun tetap, metode microwave hanya direkomendasikan saat benar-benar darurat. Karena sifatnya tidak merata dan berisiko merusak tekstur, hindari sebagai metode utama pencairan daging beku.

5. Masak Langsung Tanpa Dicairkan? Hanya untuk Potongan Tertentu Saja

Dalam beberapa kasus, daging beku bisa langsung dimasak tanpa dicairkan. Namun, ini hanya berlaku untuk potongan kecil seperti daging cincang, sosis, atau burger. Memasak langsung daging tebal dalam kondisi beku justru berisiko: bagian dalam bisa tidak matang sempurna.

Jika ingin memasak daging beku langsung, pastikan suhu panasnya merata dan masak lebih lama sekitar 50% dibanding daging segar. Gunakan termometer dapur untuk memastikan suhu internal daging mencapai minimal 75°C, yang aman membunuh bakteri.

Namun untuk jenis potongan besar seperti iga, paha, atau daging utuh, sebaiknya tetap melalui proses pencairan bertahap. Cara ini memastikan seluruh bagian matang sempurna dan tidak mengandung mikroba yang membahayakan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pencairan Daging Beku (People Also Ask)

1. Apakah boleh mencairkan daging beku di suhu ruang?

Tidak disarankan. Suhu ruang memicu pertumbuhan bakteri berbahaya di permukaan daging.

2. Berapa lama mencairkan daging di kulkas?

Tergantung ukuran, bisa 8–24 jam. Daging besar butuh waktu lebih lama.

3. Apa risiko mencairkan daging dengan air panas?

Air panas menyebabkan permukaan daging cepat hangat, memicu bakteri tumbuh dan merusak kualitas.

4. Bolehkah masak langsung daging beku?

Boleh, tapi hanya untuk potongan kecil. Harus dimasak lebih lama dan suhu merata.

5. Cara tercepat mencairkan daging tanpa merusak?

Rendam dalam air dingin dalam wadah tertutup, ganti air tiap 30 menit.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |