Liputan6.com, Jakarta Daging merupakan salah satu bahan makanan yang paling banyak digunakan di berbagai hidangan, mulai dari masakan tradisional hingga modern. Namun, kualitas rasa dan tekstur daging sangat bergantung pada cara penyimpanannya.
Menyimpan daging dengan benar adalah langkah krusial untuk menjaga kualitas, kesegaran, dan keamanannya sebelum dimasak. Kesalahan dalam proses penyimpanan dapat menyebabkan daging cepat rusak atau bahkan terkontaminasi bakteri berbahaya yang tidak diinginkan.
Tidak sedikit orang yang hanya memasukkan daging ke dalam kulkas atau freezer tanpa memperhatikan teknik penyimpanan yang benar. Padahal, ada beberapa trik sederhana yang dapat membantu mempertahankan kesegaran, rasa, dan nutrisi daging hingga waktu dimasak tiba.
Trik Simpan Daging yang Benar
Penyimpanan daging yang tepat merupakan kunci utama untuk mempertahankan kualitas dan keamanannya. Berikut tujuh trik penting yang dapat Anda terapkan untuk memastikan daging tetap segar dan lezat saat diolah.
1. Segera Masukkan Daging ke Kulkas atau Freezer
Daging mentah, baik daging sapi maupun daging ayam, tidak boleh dibiarkan lebih dari dua jam pada suhu ruangan. Jika suhu lingkungan di luar lebih dari 32°C, daging harus segera dimasukkan ke dalam kulkas paling lambat setelah satu jam. Suhu yang tidak tepat sangat memengaruhi pertumbuhan bakteri berbahaya.
Idealnya, daging tidak langsung dimasukkan ke freezer, melainkan ke bagian chiller terlebih dahulu yang bersuhu sekitar 4°C. Proses ini membantu menghindari perubahan suhu drastis yang dapat merusak kualitas daging. Memastikan suhu awal yang tepat adalah langkah pertama dalam menjaga kesegaran daging.
2. Jangan Cuci Daging Sebelum Disimpan
Mencuci daging mentah sebelum disimpan justru dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur, serta membuat daging lebih mudah busuk. Air dapat menyebarkan bakteri ke permukaan dapur atau kulkas, menyebabkan kontaminasi silang. Bakteri tidak akan hilang hanya dengan dicuci air, bahkan bisa terkontaminasi bakteri lain dari tempat pencucian atau air itu sendiri.
Sebaiknya, daging langsung disimpan tanpa dicuci terlebih dahulu. Proses pencucian sebaiknya dilakukan sesaat sebelum daging akan dimasak. Ini meminimalkan risiko penyebaran bakteri dan menjaga kebersihan lingkungan dapur.
3. Bungkus Daging dengan Rapat dan Kedap Udara
Membungkus daging dengan rapat sangat penting untuk menjaga kelembapan, kesegaran, rasa, dan kandungan gizi daging. Penggunaan kemasan kedap udara atau vacuum-sealed dapat mencegah freezer burn. Kondisi ini terjadi ketika permukaan daging diselimuti kristal es akibat molekul air yang menguap, yang dapat merusak kualitas daging dan membuatnya mengeras.
Jika tidak memiliki plastik vakum, plastik ziplock atau pembungkus rapat dengan plastic wrap juga bisa digunakan. Pastikan tidak ada celah udara yang masuk ke dalam kemasan. Pembungkus yang baik akan melindungi daging dari paparan udara dan menjaga teksturnya.
4. Potong Daging Sesuai Porsi
Memotong daging menjadi beberapa bagian sesuai porsi yang dibutuhkan akan memudahkan pengambilan daging di kemudian hari. Cara ini menghindari kebutuhan untuk mencairkan seluruh stok daging saat hanya sebagian yang diperlukan. Ini juga membantu menjaga kualitas daging karena menghindari proses pencairan dan pembekuan ulang yang berulang kali.
Proses pencairan dan pembekuan ulang dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri. Dengan memotong daging sesuai porsi, Anda dapat mengambil secukupnya dan menjaga sisa daging tetap beku. Ini adalah praktik yang efisien dan higienis.
5. Beri Label Tanggal Penyimpanan
Memberi label pada setiap kemasan daging dengan jelas, termasuk tanggal penyimpanan, sangat penting. Ini memudahkan untuk melacak berapa lama daging telah disimpan dan memastikan penggunaan daging dengan sistem first in, first out (FIFO). Sistem FIFO berarti menggunakan daging yang disimpan lebih lama terlebih dahulu untuk menjaga kesegarannya.
Pelabelan yang akurat membantu mencegah daging terbuang sia-sia karena terlalu lama disimpan. Ini juga memastikan bahwa Anda selalu mengonsumsi daging dalam kondisi terbaiknya. Praktik ini adalah bagian integral dari manajemen stok makanan yang baik.
6. Jaga Kebersihan Kulkas dan Pisahkan Daging Mentah dari Makanan Matang
Menjaga kebersihan kulkas secara rutin dari tumpahan makanan atau kotoran sangat penting untuk mencegah kontaminasi dan bau tidak sedap. Selain itu, pisahkan penyimpanan daging mentah dari makanan matang. Pemisahan ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi silang yang dapat membahayakan kesehatan.
Kontaminasi silang dapat terjadi ketika bakteri dari daging mentah berpindah ke makanan lain yang siap dikonsumsi. Pastikan daging mentah disimpan di wadah tertutup rapat dan diletakkan di rak paling bawah kulkas. Ini mencegah tetesan cairan daging mengenai makanan lain.
7. Cairkan Daging Beku dengan Benar
Mencairkan daging beku tidak boleh dilakukan sembarangan, terutama pada suhu ruangan, karena dapat memungkinkan bakteri berkembang biak dengan cepat. Hindari mencairkan daging dengan air panas atau langsung di udara terbuka, karena ini dapat merusak kualitas daging.
Cara terbaik adalah memindahkan daging dari freezer ke chiller (kompartemen kulkas bersuhu 2-4°C) dan membiarkannya menyesuaikan suhu secara perlahan selama 8 hingga 24 jam tergantung ukuran potongan. Metode lain yang aman adalah mencairkan di air dingin atau menggunakan microwave. Proses pencairan yang benar menjaga tekstur dan keamanan daging.
Penyebab Daging Tidak Segar (Busuk)
Daging adalah bahan pangan yang sangat rentan rusak karena memiliki kandungan gizi dan air yang tinggi. Kondisi ini menjadikannya tempat ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme. Proses pembusukan daging terjadi ketika protein dan lemak dalam daging terurai oleh enzim dan bakteri.
1. Aktivitas Mikroorganisme (Bakteri, Jamur, dll.)
Ini adalah penyebab utama kerusakan daging. Bakteri dapat berkembang biak dengan sangat cepat pada suhu ruangan karena daging menyediakan banyak nutrisi. Mikroorganisme seperti Salmonella, E. coli, Pseudomonas, Acinetobacter, dan Alcaligenes dapat menyebabkan pembusukan. Mereka juga menyebabkan perubahan warna, lendir, dan bau tidak sedap pada daging.
2. Suhu Penyimpanan yang Tidak Tepat
Penyimpanan pada suhu yang terlalu tinggi mempercepat pertumbuhan bakteri secara signifikan. Suhu tinggi juga dapat menyebabkan denaturasi protein dan merusak vitamin yang terkandung dalam daging. Danger zone atau zona bahaya adalah kisaran suhu di mana bakteri bawaan makanan dapat tumbuh paling cepat, yaitu antara 4°C hingga 60°C (40°F hingga 140°F).
Makanan yang berada di zona ini lebih dari dua jam tidak boleh dikonsumsi. Penting untuk menjaga suhu penyimpanan daging tetap di bawah atau di atas zona bahaya ini. Kontrol suhu yang ketat adalah kunci untuk mencegah pembusukan.
3. Kontaminasi Silang
Kontak dengan permukaan atau alat yang tidak bersih dapat memindahkan bakteri ke daging. Sumber pencemaran dapat berasal dari lingkungan sekitar seperti tanah, air, dan udara. Perlengkapan yang digunakan, serta pekerja itu sendiri, juga bisa menjadi sumber kontaminasi.
Pencegahan kontaminasi silang melibatkan praktik kebersihan yang ketat. Ini termasuk mencuci tangan, membersihkan peralatan, dan memisahkan daging mentah dari makanan siap saji. Kesadaran akan risiko ini sangat penting dalam penanganan makanan.
4. Oksidasi
Paparan oksigen dapat menyebabkan oksidasi lemak dalam daging, menghasilkan bau tengik yang tidak sedap. Lemak pada daging busuk akan berubah warna dari putih atau kekuningan menjadi keabu-abuan atau kecokelatan. Perubahan warna ini menandakan terjadinya oksidasi lemak yang mempercepat proses pembusukan.
Oksidasi juga dapat memengaruhi tekstur dan rasa daging, membuatnya kurang menarik untuk dikonsumsi. Penyimpanan kedap udara adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi risiko oksidasi. Ini membantu menjaga kualitas daging lebih lama.
5. Penyimpanan Terlalu Lama
Semakin lama daging disimpan, semakin besar risiko pembusukan, bahkan jika disimpan di freezer. Meskipun dibekukan, kualitas daging seperti rasa dan keempukannya bisa berkurang jika disimpan terlalu lama. United States Department of Agriculture (USDA) merekomendasikan agar daging segera diolah tidak lebih dari dua hari setelah dibeli jika disimpan di kulkas.
Untuk penyimpanan jangka panjang, freezer adalah pilihan yang lebih baik, namun tetap ada batas waktu optimalnya. Mematuhi durasi penyimpanan yang disarankan sangat penting untuk menjaga keamanan dan kualitas daging. Ini juga mengurangi potensi pemborosan makanan.
6. Penanganan yang Tidak Higienis
Tangan atau peralatan yang tidak bersih dapat mengontaminasi daging dengan mikroorganisme berbahaya. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat, terutama pedagang, mengenai penanganan pangan yang aman juga berkontribusi pada masalah ini. Distribusi daging yang tidak memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit.
Penting untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh daging mentah. Gunakan talenan dan pisau terpisah untuk daging mentah dan bahan makanan lainnya. Kebersihan adalah fondasi utama dalam penanganan daging.
7. Kemasan yang Tidak Tepat
Kemasan yang rusak atau tidak kedap udara dapat mempercepat pembusukan daging. Paparan suhu dingin langsung ke daging juga dapat menyebabkan freezer burn atau pembentukan kristal es yang merusak kualitas daging. Freezer burn membuat daging kering, keras, dan kehilangan rasa.
Penggunaan kemasan yang tepat, seperti kantong vakum atau wadah kedap udara, sangat disarankan. Kemasan yang baik melindungi daging dari udara, kelembapan berlebih, dan kontaminasi eksternal. Ini memperpanjang masa simpan dan menjaga kesegaran daging.
Tempat Paling Aman Menyimpan Daging
Memilih tempat penyimpanan yang tepat adalah faktor penentu dalam menjaga kualitas dan keamanan daging. Tempat paling aman untuk menyimpan daging adalah di dalam kulkas atau freezer dengan suhu yang terkontrol dan wadah yang sesuai.
1. Freezer (Pembeku)
Freezer adalah opsi terbaik untuk menyimpan daging dalam waktu yang lama. Suhu freezer harus dijaga pada -18°C (0°F) atau lebih rendah untuk menghambat pertumbuhan bakteri, ragi, jamur, dan mikroba lainnya. Suhu ekstrem ini memperlambat pertumbuhan bakteri atau bahkan membunuhnya, sehingga daging tidak cepat busuk.
Durasi penyimpanan di freezer bervariasi; daging sapi (steak, chops) dapat disimpan hingga 4-12 bulan, sementara daging giling dan daging matang sebaiknya sekitar 3-4 bulan. Daging kambing mentah tahan 4-12 bulan, dan daging olahan yang belum dibuka sekitar 1-2 bulan. Tempatkan porsi daging yang sudah dikemas rapat di bagian yang paling dingin dari freezer, seperti rak bagian atas atau laci bawah. Hindari menumpuk daging terlalu banyak agar sirkulasi udara tetap lancar.
2. Kulkas (Pendingin)
Untuk penyimpanan jangka pendek, kulkas adalah pilihan yang tepat. Suhu kulkas harus dijaga di bawah 4°C (40°F). Suhu ideal penyimpanan daging biasanya adalah di bawah 4°C untuk mencegah pertumbuhan bakteri secara efektif.
Daging sapi mentah dapat bertahan 3-5 hari di kulkas, sementara daging matang 3-4 hari. Daging giling seperti hamburger atau daging unggas lainnya sebaiknya disimpan 1-2 hari. Rak paling bawah kulkas cenderung paling dingin karena udara dingin mengalir ke bawah, menjadikannya tempat terbaik untuk menyimpan daging mentah. Ini juga mencegah risiko tetesan cairan daging mentah mengenai makanan lain di bawahnya. Hindari menyimpan daging di pintu kulkas karena suhu di area tersebut tidak stabil.
3. Wadah Penyimpanan yang Aman
Penting untuk menggunakan wadah yang tepat untuk menyimpan daging agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga. Pilihlah wadah plastik kedap udara (food grade) yang dirancang khusus untuk makanan dan dilengkapi dengan penutup yang rapat. Ini membantu mencegah udara masuk, sehingga daging tidak mudah kering atau teroksidasi.
Plastik bening khusus freezer sangat cocok untuk membungkus daging dalam porsi kecil. Plastik vakum (vacuum seal bag) adalah pilihan terbaik karena dapat mengeluarkan udara sebanyak mungkin dari kemasan, mencegah pembentukan kristal es dan memperpanjang masa simpan daging secara signifikan. Hindari styrofoam untuk pembekuan jangka panjang; pindahkan daging ke bungkus plastik atau kertas freezer yang lebih rapat, lalu segel dalam kantong ziplock.
People Also Ask
1. Mengapa daging tidak boleh dicuci sebelum disimpan?
Mencuci daging mentah sebelum disimpan dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur, serta menyebarkan bakteri ke permukaan dapur atau kulkas melalui percikan air, menyebabkan kontaminasi silang.
2. Berapa suhu ideal untuk menyimpan daging di freezer?
Suhu ideal untuk menyimpan daging di freezer adalah -18°C (0°F) atau lebih rendah. Suhu ini efektif menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme lainnya.
3. Bagaimana cara mencairkan daging beku dengan aman?
Cara terbaik adalah memindahkan daging dari freezer ke bagian chiller kulkas (2-4°C) selama 8-24 jam. Metode lain yang aman adalah mencairkan di air dingin atau menggunakan microwave.
4. Apa penyebab utama daging menjadi tidak segar atau busuk?
Penyebab utama daging menjadi tidak segar atau busuk adalah aktivitas mikroorganisme (bakteri dan jamur), suhu penyimpanan yang tidak tepat, dan kontaminasi silang.
5. Berapa lama daging mentah dapat disimpan di kulkas?
Daging sapi mentah dapat disimpan di kulkas selama 3-5 hari, sedangkan daging giling seperti hamburger atau daging unggas lainnya sebaiknya disimpan 1-2 hari.