Segar & Nostalgik, Es Dawet hingga Wedang Jahe di Perayaan 17 Agustus

5 days ago 16

Liputan6.com, Jakarta Setiap tahun, tanggal 17 Agustus selalu menjadi momentum penting bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk merayakan Hari Kemerdekaan dengan penuh suka cita, mulai dari upacara bendera di pagi hari, deretan lomba rakyat yang berlangsung sepanjang siang, hingga acara panggung hiburan dan syukuran malam yang mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana penuh kebersamaan. Perayaan ini tidak hanya dipenuhi semangat nasionalisme, tetapi juga diramaikan oleh beragam kuliner khas Nusantara yang senantiasa hadir untuk menemani jalannya kegiatan.

Di antara berbagai hidangan yang mewarnai perayaan, minuman tradisional menempati tempat istimewa karena mampu mengembalikan kesegaran tubuh, meredakan dahaga di tengah teriknya matahari, hingga menghangatkan badan saat malam semakin larut. Masing-masing minuman memiliki karakter unik, baik dari segi bahan, cita rasa, maupun makna budaya yang melekat, sehingga penyajiannya tidak hanya menghadirkan kenikmatan tetapi juga melestarikan warisan kuliner bangsa.

Dalam sajian kali ini, sepuluh minuman tradisional dipilih dan disusun secara kronologis mengikuti ritme perayaan 17 Agustus dari pagi hingga malam. Mulai dari minuman segar yang cocok diminum setelah upacara bendera hingga wedang rempah hangat sebagai penutup malam, setiap minuman dijabarkan secara lengkap agar pembaca bisa memahami peran pentingnya dalam mengiringi jalannya perayaan. Inilah deretan minuman tradisional Nusantara yang menjadikan suasana kemerdekaan semakin semarak dan berkesan.

Es Dawet Mengembalikan Kesegaran

Es Dawet menjadi minuman yang selalu identik dengan suasana rakyat karena cita rasanya yang manis, gurih, dan menyegarkan, sehingga sangat tepat disajikan seusai upacara bendera yang berlangsung di bawah teriknya sinar matahari pagi. Butiran hijau dari tepung beras atau sagu berpadu dengan santan kental dan gula merah cair yang harum, menghasilkan perpaduan rasa yang begitu khas dan digemari lintas generasi. Dengan tambahan es serut, Es Dawet mampu segera mengembalikan energi sekaligus memberikan rasa lega di tenggorokan bagi warga yang baru saja mengikuti prosesi upacara.

Selain menyegarkan, Es Dawet juga mudah disiapkan dalam skala besar karena bahan-bahannya relatif sederhana dan tersedia luas di pasar tradisional. Panitia dapat menyiapkan kuah santan, larutan gula merah, dan cendol dalam wadah besar, kemudian membaginya ke dalam gelas plastik dengan cepat, sehingga antrean panjang warga bisa terlayani tanpa mengorbankan rasa. Tradisi ini sering kali juga menjadi ajang nostalgia karena Es Dawet kerap hadir di berbagai perayaan rakyat sejak dahulu.

Es Teler untuk Asupan Energi

Es Teler sering disebut sebagai minuman segar sekaligus “pemanis suasana” karena isian buah-buahannya yang melimpah menjadikan minuman ini terasa lebih padat gizi dibanding es serut biasa. Campuran alpukat lembut, kelapa muda segar, nangka harum, dan kolang-kaling kenyal berpadu dengan siraman santan manis atau susu kental, menciptakan rasa legit yang memuaskan. Tidak mengherankan bila Es Teler sering dipilih untuk disajikan pada momen menjelang perlombaan ketika warga membutuhkan tambahan tenaga.

Bahan-bahan Es Teler mudah didapatkan di pasar dan bisa disiapkan sejak pagi hari, lalu disimpan dalam wadah terpisah agar tetap segar hingga waktu saji tiba. Panitia dapat menyiapkan buah yang sudah dipotong, kemudian menambahkan es batu dan kuah manis tepat sebelum disajikan, sehingga rasa tetap terjaga meskipun disajikan dalam jumlah besar. Dengan cara ini, Es Teler tidak hanya menjadi pelepas dahaga, tetapi juga penambah energi yang praktis dan efisien.

Es Selendang Mayang yang Ringan dan Warna-Warni

Es Selendang Mayang adalah minuman khas Betawi yang tampil memikat dengan lapisan hunkwe berwarna merah, hijau, atau putih yang cantik, disajikan bersama kuah santan gurih dan siraman gula merah cair yang harum. Kombinasi ini menghasilkan rasa manis gurih yang ringan, membuatnya cocok dinikmati saat jeda siang ketika warga sudah lelah berlomba tetapi tidak ingin merasa terlalu kenyang. Keindahan visualnya juga menambah semarak suasana perayaan.

Minuman ini kerap disebut sebagai “harta karun kuliner” Jakarta karena kini sudah jarang ditemukan, sehingga penyajiannya dalam perayaan besar seperti 17 Agustus menjadi momen istimewa. Proses pembuatannya yang memerlukan ketelatenan justru membuatnya semakin berharga karena mampu menghadirkan nuansa nostalgia di tengah masyarakat. Saat disajikan di meja perayaan, Es Selendang Mayang tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga cerita sejarah.

Es Cincau Memberi Sensasi Adem

Es Cincau selalu identik dengan kesederhanaan yang menyegarkan, terbuat dari cincau hitam atau hijau yang dipotong dadu, kemudian disajikan dengan campuran sirup, santan, dan es serut. Teksturnya yang kenyal dan rasa manis gurih yang pas menjadikannya minuman favorit di tengah panas siang. Saat suhu mencapai titik tertinggi, Es Cincau benar-benar memberi sensasi adem yang menenangkan.

Selain menyegarkan, cincau juga dikenal memiliki manfaat kesehatan, terutama sebagai sumber serat yang baik untuk pencernaan. Hal ini membuat Es Cincau bukan hanya enak diminum, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh, sehingga cocok untuk segala usia mulai dari anak-anak hingga lansia. Dengan begitu, minuman ini tidak sekadar menjadi bagian dari pesta rakyat, tetapi juga pilihan sehat yang ramah bagi semua.

Es Pisang Ijo yang Mengenyangkan

Es Pisang Ijo merupakan minuman khas Makassar yang kini populer di berbagai daerah Indonesia karena rasanya yang manis, segar, sekaligus mengenyangkan. Terbuat dari pisang yang dibalut adonan hijau berbahan tepung, disajikan dengan bubur manis lembut, sirop merah, dan tambahan es serut, minuman ini terasa unik karena memadukan tekstur pisang yang lembut dengan kuah manis gurih yang memanjakan lidah. Kehadirannya di tengah perayaan menjadi pilihan tepat saat energi warga menurun setelah seharian penuh mengikuti perlombaan.

Minuman ini tidak hanya dikenal sebagai pelepas dahaga, tetapi juga berfungsi sebagai camilan yang cukup mengenyangkan, sehingga bisa mengembalikan tenaga secara cepat. Saat disajikan dalam jumlah besar, Es Pisang Ijo dapat dibuat sejak pagi hari, kemudian disimpan dalam wadah tertutup di suhu dingin, sehingga ketika waktu saji tiba, panitia hanya perlu menambahkan es batu dan sirup agar rasa segarnya kembali terasa maksimal. Hal ini menjadikannya praktis untuk acara besar seperti perayaan 17 Agustus.

Es Oyen Ramai Isian

Es Oyen asal Bandung menjadi salah satu es campur legendaris dengan ciri khas isian melimpah, mulai dari alpukat, kelapa muda, nangka, kolang-kaling, mutiara sagu, hingga potongan puding, yang semuanya berpadu dalam kuah manis segar. Kombinasi rasa dan tekstur yang beragam membuat Es Oyen begitu digemari oleh berbagai kalangan usia. Pada sore hari menjelang panggung rakyat, minuman ini cocok dihidangkan sebagai pelepas dahaga sekaligus teman bersantai.

Selain kaya rasa, Es Oyen juga memiliki fleksibilitas dalam penyajian karena isian dapat disesuaikan dengan ketersediaan bahan di daerah masing-masing. Hal ini membuat Es Oyen mudah diadaptasi dan tetap mempertahankan daya tariknya meskipun disajikan di luar daerah asalnya. Dalam suasana perayaan, minuman ini memberi kesempatan bagi setiap orang untuk memilih isian favorit sesuai selera, menambah semangat kebersamaan.

Es Podeng yang Legendaris

Es Podeng adalah minuman tradisional yang sarat dengan nilai nostalgia karena memadukan es krim tradisional dengan berbagai topping seperti kacang tanah sangrai, ketan hitam, kelapa parut, hingga potongan roti tawar. Tekstur yang beragam ini menghasilkan sensasi unik di lidah dan selalu mengingatkan banyak orang pada masa kecil ketika jajanan ini mudah ditemui di pedagang keliling. Kehadirannya di perayaan 17 Agustus membawa nuansa lawas yang akrab dan hangat.

Minuman ini kerap dijadikan daya tarik karena rasanya yang sederhana tetapi penuh karakter, sehingga sangat sesuai untuk memeriahkan sore menjelang senja. Dengan harga terjangkau dan bahan yang mudah didapat, Es Podeng bisa disajikan dalam jumlah banyak, menjadikannya pilihan strategis bagi panitia yang ingin menghadirkan suasana nostalgia tanpa perlu biaya besar.

Es Gabus yang Spongy

Es Gabus adalah minuman sekaligus camilan es tradisional berbahan dasar hunkwe, santan, dan gula yang dibekukan sehingga menghasilkan tekstur kenyal dan spongy yang unik. Warnanya yang cerah—merah muda, hijau, atau kuning—membuatnya begitu menarik untuk anak-anak yang sedang menikmati suasana sore menjelang malam. Minuman ini sederhana, tetapi selalu berhasil mencuri perhatian karena tampilannya yang khas dan berbeda dari es lainnya.

Keunikan Es Gabus tidak hanya terletak pada teksturnya, tetapi juga pada cara konsumsinya yang memberi sensasi berbeda dari es biasa. Gigitan pertama langsung menghadirkan rasa lembut manis yang menyegarkan, menjadikannya camilan populer yang selalu habis dengan cepat dalam perayaan. Selain itu, Es Gabus juga mudah dibuat dalam jumlah banyak karena adonannya bisa diproses sejak pagi lalu disimpan dalam freezer hingga saat dibutuhkan.

Wedang Secang Menghangatkan Suasana

Wedang Secang dikenal sebagai minuman tradisional berbahan kayu secang yang menghasilkan warna merah alami yang khas dan cita rasa rempah yang hangat. Saat malam mulai turun, minuman ini menjadi pilihan tepat untuk menghangatkan tubuh setelah seharian penuh kegiatan. Kehadirannya di meja perayaan memberi rasa nyaman sekaligus memunculkan nuansa akrab antarwarga.

Selain memberi kehangatan, wedang ini juga dikenal memiliki manfaat kesehatan, seperti membantu melancarkan peredaran darah dan memberi efek relaksasi bagi tubuh yang lelah. Hal ini menjadikan Wedang Secang tidak hanya sekadar pelengkap, tetapi juga minuman fungsional yang memberi dampak positif bagi kebugaran. Dalam suasana syukuran, wedang ini menghadirkan rasa hangat yang menyatukan seluruh generasi.

Wedang Jahe Sebagai Relaksasi

Wedang Jahe menjadi penutup yang sempurna untuk rangkaian perayaan 17 Agustus karena rasa pedas hangatnya yang khas mampu menenangkan tubuh setelah aktivitas seharian. Minuman ini dibuat dari jahe yang direbus bersama gula merah atau gula pasir, menghasilkan aroma harum yang menenangkan serta sensasi hangat yang meresap ke seluruh tubuh. Tidak heran jika Wedang Jahe selalu menjadi favorit untuk acara malam hari.

Lebih dari sekadar minuman, Wedang Jahe juga dipercaya memiliki banyak khasiat kesehatan, mulai dari melancarkan peredaran darah, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga meredakan masuk angin. Dengan manfaat tersebut, kehadirannya di malam syukuran tidak hanya memberi rasa nyaman, tetapi juga menjaga kondisi tubuh tetap bugar setelah seharian penuh beraktivitas.

People Also Ask

1) Apa perbedaan Es Dawet dan Es Cendol?

Keduanya menggunakan bahan dasar tepung yang dicetak menjadi butiran hijau, disajikan dengan santan, gula merah, dan es, hanya berbeda penamaan sesuai daerah.

2) Kapan waktu tepat menyajikan minuman hangat saat 17 Agustus?

Malam hari adalah waktu terbaik karena suhu udara turun sehingga wedang jahe atau wedang secang memberi rasa nyaman.

3) Apa isi utama Es Teler?

Es Teler biasanya berisi alpukat, kelapa muda, nangka, kolang-kaling, lalu disiram dengan santan manis atau susu kental yang menyegarkan.

4) Minuman apa yang paling cocok untuk anak-anak saat perayaan sore?

Es Buah atau Es Oyen cocok karena berisi potongan buah segar dengan kuah manis yang aman dikonsumsi semua usia.

5) Mengapa Es Selendang Mayang jarang ditemui sekarang?

Karena proses pembuatannya cukup rumit dan membutuhkan bahan khusus, minuman khas Betawi ini kini semakin jarang ditemukan sehingga penyajiannya di perayaan menjadi momen istimewa.

Foto Pilihan

Penari Reog Ponorogo dari Sedulur Warok Ponorogo Bekasi beraksi saat pembukaan acara Parade Wastra Nusantara 2025 yang di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025). (KapanLagi.com/Budy Santoso)
Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |