Rencana Memasang Melania Trump di Sampul Majalah Vanity Fair Picu Perang Urat Syaraf Bos vs Staf

3 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Sosok Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump berada di pusat perang urat syaraf antara bos dan staf majalah Vanity Fair. Masing-masing pihak memiliki pandangan berbeda terkait rencana memasang istri Donald Trump itu di sampul majalah gaya hidup tersebut.

Bos baru Vanity Fair dikabarkan ingin Melania menghiasi sampul majalah, rencana yang ditentang para staf. Mereka yang kesal mengancam 'akan pergi' dari majalah itu jika rencana tersebut benar terwujud.

Direktur editorial global majalah mode tersebut, Mark Guiducci, telah melontarkan kemungkinan untuk menempatkan istri Presiden Trump di sampul publikasi milik Conde Nast tersebut sebagai upayanya untuk menorehkan prestasi dalam peran barunya, lapor Semafor. Namun, ide itu ditentang keras para pegawai.

"Saya akan pergi dari sini, dan separuh staf saya akan mengikuti saya," ujar seorang editor kepada Daily Mail, dikutip dari NY Post, Rabu (27/8/2025).

"Kita tidak akan menganggap normal sang diktator dan istrinya; kita tidak akan melakukannya. Kami akan membela apa yang benar," sambung staf yang tak disebutkan namanya itu.

Tuai Pro Kontra di Kalangan Staf Vanity Fair

"Kalau saya harus bekerja mengemas barang belanjaan di Trader Joe's, saya akan melakukannya. Kalau [Guiducci] memasang Melania di sampul, setengah dari staf editorial akan keluar, saya jamin," kata staf lainnya.

Namun, tak semuanya sependapat dengan ancaman itu. Salah satunya menyangsikan bahwa karyawan akan mundur dari pekerjaan mereka karena rencana itu. "Itu semua omong kosong," kata seorang karyawan.

"Kalau mereka memasangnya di sampul, orang-orang akan protes dan mengeluh, tapi saya rasa tidak ada yang akan berhenti dari pekerjaan bergengsi seperti itu hanya karena itu."

"Sejujurnya, akan ada yang melawan, tapi pada akhirnya itu keputusan Mark. Dialah yang akan tenggelam atau berenang karena pilihan itu, bukan kita semua," tambah karyawan itu.

Reaksi Melania Trump Diboikot Conde Nast

Melania secara khusus dilarang tampil di sejumlah media yang bernaung di bawah Conde Nast, yakni Vanity Fair dan Vogue, selama pemerintahan pertama Trump. Hal itu sangat kontras dengan Michelle Obama yang menghiasi sampul Vogue tiga kali saat ia menjadi ibu negara.

Meskipun ditolak, Melania sebelumnya mengatakan ia "tidak tertarik" untuk tampil di sampul-sampul ternama itu. "Begini, saya pernah ada di sampul — di sampul Vogue, di sampul banyak majalah sebelumnya ... Kami punya banyak hal penting lain yang harus dilakukan selain menjadi sampul majalah mana pun," katanya kepada Fox News.

"Saya pikir hidup tidak akan berubah bagi siapa pun jika saya yang menjadi sampul."

Surat Ibu Negara Turki untuk Melania Trump

Sementara itu, Ibu Negara Turki, Emine Erdogan, menulis surat kepada Melania Trump, beberapa waktu lalu. Dalam surat itu, ia mendesak Melania agar menghubungi Perdana Menteri Israel dan menyuarakan penderitaan anak-anak di Gaza, demikian keterangan pihak berwenang di Ankara, Sabtu, 23 Agustus 2025.

Dalam suratnya yang bertanggal 22 Agustus 2025 dan dipublikasikan kantor kepresidenan Turki, Emine mengaku tersentuh oleh surat Melania Trump baru-baru ini kepada Presiden Rusia Vladimir Putin soal anak-anak yang terdampak perang di Ukraina, dilansir dari Japan Today, Minggu, 24 Agustus 2025.

"Saya yakin bahwa kepedulian besar yang telah Anda tunjukkan untuk 648 anak Ukraina ... juga akan Anda sampaikan untuk Gaza," tulis Emine. Ia menyerukan kepada Melania agar menggunakan pengaruhnya untuk meningkatkan kesadaran publik.

Foto Pilihan

Penari Reog Ponorogo dari Sedulur Warok Ponorogo Bekasi beraksi saat pembukaan acara Parade Wastra Nusantara 2025 yang di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025). (KapanLagi.com/Budy Santoso)
Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |