Mengapa Berlian Bisa Berwarna-warni? Begini Penjelasan Ilmiahnya

5 days ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Mayoritas berlian yang telah dipoles biasanya bening dan berkilau. Namun, sebagian lainnya memiliki warna unik dan mencolok seperti biru, hijau, merah, merah muda, kuning, atau cokelat.

Perbedaan warna berlian ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari keberadaan unsur lain yang masuk ke struktur kristal hingga pengaruh tekanan dan radiasi alami. Mengutip VN Express, Rabu, 6 Agustus 2025, setiap warna menyimpan petunjuk tentang kondisi yang dialami berlian sejak terbentuk hingga mencapai permukaan bumi.

Dengan meneliti berlian berwarna, peneliti dapat memahami proses geologi yang terjadi jutaan hingga miliaran tahun lalu, serta bagaimana siklus karbon di bumi berubah seiring waktu. Karena itu, setiap berlian berwarna dapat dianggap sebagai rekaman alam yang langka dan berharga.

Dalam beberapa kasus, unsur asing dapat masuk ke struktur kristalnya. Misalnya nitrogen, yang dapat menyebabkan berlian berwarna kuning atau oranye. Boron dapat memunculkan warna biru, seperti pada berlian Hope yang terkenal. 

Beda Warna Berlian, Beda Cerita Pembentukan

Paparan radiasi alami dari batuan di sekitar yang mengandung uranium dapat membuat berlian berwarna hijau dengan cara menciptakan kekosongan pada susunan atom karbon. Perubahan pada struktur kristal akibat tekanan tinggi di dalam bumi juga dapat menghasilkan warna merah atau merah muda.

Jika tekanan yang dialami sangat besar, berlian dapat berubah menjadi berwarna cokelat. Proses-proses ini terjadi secara alami selama jutaan tahun, dan warna yang dihasilkan menjadi tanda unik dari perjalanan geologis yang dialami setiap berlian sejak terbentuk.

Berlian berwarna dapat membantu ilmuwan melacak sejarah pembentukannya. Misalnya, penelitian terhadap berlian merah muda dari tambang Argyle di Australia Barat menunjukkan bahwa batu tersebut terbentuk sekitar 1,3 miliar tahun lalu, ketika superbenua pertama bumi terpisah. Informasi ini diperoleh dari analisis struktur berlian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications pada 2023.

Proses Pembentukan Berlian di Perut Bumi

Contoh lain, analisis terhadap berlian Winston berwarna merah yang dipamerkan di Smithsonian mengindikasikan kemungkinan asalnya dari Venezuela atau Brasil, seperti dilaporkan di jurnal Gems & Gemology. Penelitian semacam ini menjadikan berlian berwarna sebagai sumber informasi berharga tentang proses yang terjadi di dalam bumi dan bagaimana siklus karbon berubah sepanjang sejarah planet ini. 

Berlian terbentuk dari karbon murni di kedalaman lebih dari 161 kilometer di bawah permukaan bumi, tepatnya di lapisan mantel bumi. Di wilayah ini, tekanan dan suhu sangat tinggi, memungkinkan atom karbon bergabung membentuk jaringan kristal yang rapat dan kuat. Proses ini membutuhkan kondisi ekstrem yang tidak ditemukan di permukaan bumi.

Setelah terbentuk, berlian harus terdorong ke permukaan dengan cepat agar strukturnya tetap utuh. Proses ini biasanya terjadi saat letusan gunung berapi membawa batuan dari kedalaman besar. Jika berlian bertahan terlalu lama di dalam bumi, panas dan tekanan dapat mengubahnya menjadi grafit atau membuatnya meleleh. 

Berlian Termahal di Dunia

Berlian identik dengan harga yang tinggi. Penentuannya didasarkan pada kombinasi empat C — karat, potongan, warna, dan kejernihan. Karat adalah berat berlian. Satu karat setara dengan 0,2 gram. Potongan adalah bentuk berlian yang secara umum nilai tertingginya disebut 'Ideal' atau 'Sangat Baik'.

Salah satu berlian termahal adalah Koh-i-Noor berarti 'Gunung Cahaya. Awalnya berbobot 793 karat, namun telah dipotong dan dipoles selama berabad-abad hingga menjadi permata 105,6 karat saat ini.

Dipercaya secara luas bahwa berlian tersebut ditambang pada masa pemerintahan dinasti Kakatiya (abad ke-11 hingga ke-12) di wilayah Golconda, India. Kemudian, itu menjadi milik Mughal. Ketika Nader Shah dari Persia memecat Delhi setelah mengalahkan kaisar Mughal Muhammad Shah, dia mengambil berlian itu bersama dengan Takhta Merak, yang di dalamnya bertatahkan berlian tersebut.

Pada 1813, berlian tersebut menjadi milik penguasa Sikh Maharaja Ranjit Singh sebelum akhirnya jatuh ke tangan Inggris. Sejak abad ke-19, berlian tersebut tetap menjadi milik keluarga kerajaan Inggris yang menghiasi mahkota milik mendiang Ratu Elizabeth, Ibu Suri. Koh-i-Noor terakhir kali terlihat di depan umum pada 2002 ketika mahkotanya ditempatkan di atas peti mati Ibu Suri.

Foto Pilihan

Penari Reog Ponorogo dari Sedulur Warok Ponorogo Bekasi beraksi saat pembukaan acara Parade Wastra Nusantara 2025 yang di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025). (KapanLagi.com/Budy Santoso)
Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |