Liputan6.com, Jakarta Drama Korea terbaru Aema membawa penonton kembali ke tahun 1980-an, saat Korea memasuki situasi politik yang baru.
Dilansir dari The Korea Times dan South China Morning Post pada Minggu (24/8/2025), film ini ditampilkan dalam masa rezim militer Chun Doo Hwan. Era serupa, diangkat pula dalam sejumlah judul seperti 12.12: The Day, Land of Happiness, dan 1987: When the Day Comes.
Namun berbeda dengan judul tadi yang menampilkan visual yang muram, Aema menghadirkan seting yang lebih spesifik, yakni memotret dunia perfilman Korea Selatan atau Chungmuro yang glamor. Alhasil, Aema membawa palet warna yang begitu penuh warna, termasuk dalam segi kostum dan tata rias.
Karakter Jeong Hee Ran yang diperankan oleh Lee Ha Nee adalah seorang aktris kondang yang pemberani penuh ambisi. Karakterisasi ini makin ditunjukkan lewat kostumnya yang glamor saat tampil di hadapan publik. Ia kerap tampil mengenakan setelan blazer atau atasan dengan shoulder pad, atau gaun dengan detail lengan puff yang dramatis, membuat tampilannya makin kuat.
Ia juga memakai warna bold dalam outfit dan riasannya, termasuk lipstik merah dan pulasan eye shadow nuansa bronze dan keemasan.
Perbandingan Hee Ran dan Shin Ju Ae
Di sisi lain, karakter Shin Ju Ae yang diperankan oleh Bang Hyo Rin adalah antitesis Hee Ran. Ia adalah artis pendatang baru, dengan latar belakang sederhana, yang ingin mengubah nasib di Chungmuro.
Meski berani dan tak jarang berbuat nekad, ia masih "buta arah" dengan politik di pusat dunia hiburan Korea Selatan. Karenanya, ia kerap tampil dengan dandanan sederhana, bahkan cenderung polos. Bahkan saat diperlihatkan mengenakan gaun dari desainer ternama yang senada dengan gaya Hee Ran pun, Shin Ju Ae terlihat canggung.
Tak cuma karakter wanita, tokoh pria dalam Aema pun digambarkan dengan perbedaan yang kental--tapi sama-sama menghadirkan nuansa style 80-an.
Sutradara Aema Kwak In Woo (Cho Hyun Chul) yang merupakan "orang lapangan", tampil dengan jaket bomber atau vest berukuran besar dengan warna-warna gelap. Rambutnya dibiarkan gondrong dengan kacamata frame besar.
Sementara produser Goo Joong Ho yang diperankan Jin Sun Kyu tampil perlente dengan setelan jas dan kemeja dengan pola saling tabrak, lengkap dengan rambut yang mengilat dengan pomade.
Sinopsi Aema
Sutradara drakor ini, Lee Hae Young, mengatakan ia menekankan detail yang akurat dalam Aema. "Semakin memukau suara dan gambar yang muncul di permukaan, semakin jelas kekerasan di era barbar itu akan tersampaikan," kata dia dalam konferensi pers.
Sementara itu Aema diawali dengan artis kondang Jeong Hee Ran (Lee Ha Nee) yang mendapat tawaran untuk membintangi film erotis Madame Aema. Tawaran ini ia tolak mentah-mentah, karena saat itu sang aktris sudah menyatakan bahwa ia tak akan lagi tampil dalam film dewasa, dan memulai lembaran baru. Ia bahkan mencoba mendekati sutradara kenamaan, demi memuluskan karier barunya ini.
Namun langkahnya mandeg. Ia bahkan ditawari memerankan karakter pendukung di Madame Aema, sementara sutradara Kwak In Woo (Cho Hyun Chul) sudah menjatuhkan aktris pendatang baru untuk peran utamanya, Shin Ju Ae (Bang Hyo Rin).
Tanggal Penayangan
Dalam kesehariannya, Shin Ju Ae adalah seorang penari latar dalam sebuah klub malam. Ia sejatinya adalah penggemar berat Jeong Hee Ran. Namun pertemuan pertamanya dengan sang idola malah meninggalkan kesan pahit.
"Tidur dengan siapa? Entah kau tidur dengan produser atau sutradara untuk mendapat peran ini?" sindir Hee Ran dengan tajam.
Gesekan antara kedua wanita ini makin panas. Namun realita pahit di balik gemerlap dan glamor industri film membuat keduanya menjadi teman sepenanggungan.
Drakor Aema terdiri dari enam episode dan sudah bisa disaksikan sejak 22 Agustus 2025 lalu. Masing-masing episode berdurasi sekitar satu jam, dan sudah bisa disaksikan sekaligus.
Drama Korea ini ditayangkan secara eksklusif di platform streaming Netflix.