Chef Michelin Star Ciptakan Burger untuk Kucing, Manusia Ternyata Juga Doyan

1 week ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Siapa sangka makanan kucing benar-benar enak? Seorang chef Michelin star telah menciptakan burger yang terbuat dari bahan-bahan yang biasanya hanya disajikan untuk kucing Anda, tapi ternyata manusia juga doyan.

Melansir NY Post, Jumat, 22 Agustus 2025, Alice Ostan adalah koki terkenal dan pecinta binatang yang bekerja sama dengan merek makanan kucing yang berbasis di London, KatKin, untuk membuat burger makanan kucing. Resep yang tidak terduga mungkin membuat Anda mengeryitkan dahi, tapi berdasarkan cara pembuatannya, itu tampak menggugah selera.

Juru masak itu menggunakan campuran makanan kucing, yang terdiri dari daging yang biasanya disajikan untuk kucing, membentuknya jadi patty, dan melapisinya dengan remah roti panko sebelum menambahkan topping makanan kucing. Koki lalu menyelimuti burger dengan krim ricotta, keju parmesan, olesan lemon, dan selai bacon berasap KatKin, menurut What's the Jam.

Manusia Juga Doyan

Ostan juga menyajikan burger makanan kucing di atas roti ciabatta dengan selada, tomat kering, mentimun, dan olesan madu panas. Beberapa orang beruntung mendapat kesempatan untuk mencoba roti yang terinspirasi kucing ini, dan mereka tidak bisa berhenti mengoceh tentang hal itu.

Banyak yang mengatakan, jika diuji dengan mata tertutup, mereka tidak akan pernah "menebak burger ini terbuat dari makanan kucing." "Rasanya seperti daging yang saya beli untuk diri saya sendiri," ungkap seorang penggemar. "Benar-benar enak," kata yang lain.

Tidak diketahui saat ini apakah burger makanan kucing ini akan masuk ke menu restoran untuk publik. Perlu dipahami bahwa makanan hewan peliharaan dapat berbahaya bagi manusia jika terkontaminasi, menurut Dana Hunnes, asisten profesor di Fielding School of Public Health, University of California Los Angeles (UCLA), melansir Live Science

Sumber Kontaminasi

Patogen bawaan makanan, seperti Salmonella dan E. coli, berdampak pada makanan hewan peliharaan, sama seperti makanan manusia. Itulah mengapa penting untuk mengikuti panduan penyimpanan makanan hewan peliharaan Anda untuk melindungi anabul Anda, menurut Healthline.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS merekomendasikan untuk menyimpan makanan hewan peliharaan kering dan kalengan di tempat yang sejuk dan kering dengan suhu tidak lebih dari 26,6 derajat Celsius. Makanan hewan peliharaan yang tidak terkontaminasi aman dikonsumsi manusia, setidaknya dalam jangka pendek, kata Hunnes.

Sebagian besar makanan hewan peliharaan terbuat dari sisa makanan dan produk sampingan, sebut dia. Bagian-bagian, seperti tepung tulang, potongan daging, dan jeroan dari rumah pemotongan hewan, atau produk sampingan kedelai dan biji-bijian dari pabrik pengolahan, adalah komponen utama makanan hewan peliharaan.

Jangan Coba yang Mentah

Meski bahan-bahan ini mungkin tidak terlalu menggugah selera, makanan hewan peliharaan berasal dari sumber yang sama dengan makanan manusia. Jadi, pada dasarnya tidak beracun, dan aman untuk dicoba jika Anda penasaran.

Namun, jika menyangkut beberapa makanan hewan peliharaan mentah, Anda harus menghindarinya. Itu bukanlah ide yang baik untuk manusia, menurut Healthline. Hunnes mengatakan, sebaiknya batasi konsumsi makanan hewan peliharaan dalam jangka waktu pendek—idealnya tidak lebih dari beberapa hari.

Dalam keadaan darurat, makanan hewan peliharaan menyediakan sumber kalori dan protein. Namun, penting untuk diingat bahwa makanan hewan peliharaan dirancang khusus untuk kebutuhan unik hewan peliharaan, bukan manusia. Penting juga untuk diketahui bahwa sebagian besar makanan hewan peliharaan berlabel "tidak layak untuk dikonsumsi manusia."

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |