AI Semakin Mendominasi Sektor Pariwisata

6 days ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Peran kecerdasan buatan alias AI disebut semakin mendominasi dunia pariwisata, termasuk di Indonesia. Agoda, salah satu platform perjalanan terbesar di Asia, memperkenalkan visi Connected Trip yang memanfaatkan teknologi untuk membuat perjalanan lebih mudah, cepat, dan menyenangkan.

Senior Country Director Agoda Indonesia, Gede Gunawan, menekankan bahwa perubahan perilaku wisatawan mendorong transformasi ini. "Indonesia adalah salah satu pasar luar biasa, baik Generasi Z, milenial, maupun yang umur seperti saya, semuanya sama, mereka memesan, melakukan riset, semuanya lewat aplikasi," sebut dia saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, 20 Agustus 2025.

Tren ini terlihat jelas di berbagai destinasi. Bali masih jadi magnet utama, namun kota-kota lain, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, serta destinasi sekunder, termasuk Riau dan Sulawesi juga mencatat lonjakan minat.

Bersamaan dengan program keberlanjutan, seperti Eco Deals, dan kampanye Wonderful Indonesia, teknologi AI menunjukkan perannya bukan sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi utama pariwisata modern di Indonesia.

Visi Connected Trip dan Transformasi Digital

Konsep Connected Trip yang diusung Agoda dijanjikan menjawab kebutuhan wisatawan modern yang ingin segalanya praktis dalam satu platform, mulai dari akomodasi, penerbangan, hingga aktivitas perjalanan.

"Perjalanan adalah momen yang seharusnya menyenangkan dan membawa kebahagiaan, bukan beban. Visi Connected Trip lahir dari kebutuhan wisatawan untuk merencanakan segala sesuatu dengan cepat dan mudah, sambil tetap mendapatkan kenyamanan dan nilai tambah," kata Gede.

Pemanfaatan AI, seperti melalui chatbot properti, ringkasan ulasan otomatis, dan komunikasi instan, disebut membuat pelanggan dapat mengajukan permintaan khusus atau menghubungi hotel tanpa repot. AI juga mempermudah pembayaran dengan pilihan debit, dompet digital, serta minimarket. 

Bagi wisatawan, layanan berbasis AI sudah dianggap standar baru. Tanpa teknologi ini, fleksibilitas, seperti perubahan kamar, permintaan mendadak, serta kepastian informasi, sulit diwujudkan.

Dinamika Tren Wisata Asia dan Indonesia

Selain transformasi digital, AI juga membantu Agoda membaca dan merespons tren wisata di Asia yang terus berubah. Misalnya, pembukaan rute langsung Singapura–Labuan Bajo mendorong lonjakan pencarian akomodasi hingga 107 persen pada Maret 2025.

Di Indonesia, generasi muda semakin menentukan arah industri. Survei Agoda menunjukkan, 20 persen Gen Z di Asia menggunakan TikTok sebagai sumber inspirasi perjalanan. Hal ini tercermin dari meningkatnya kunjungan ke Festival Pacu Jalur di Riau yang tumbuh 35 persen berkat tren daring.

Destinasi sekunder, seperti Garut, Lampung, dan Dieng, juga mencatat lonjakan lebih dari 100 persen sepanjang 2025. Data ini menegaskan bahwa AI berperan besar dalam mengolah tren sehingga wisatawan lebih cepat menemukan opsi perjalanan baru sesuai minat mereka.

Pertumbuhan Akomodasi, Sustainability, dan Masa Depan AI

Pertumbuhan jumlah akomodasi di Agoda diklaim menunjukkan dampak nyata AI dan digitalisasi. Pada Agustus 2025, lebih dari 150 ribu properti telah terdaftar di Indonesia, naik 15 persen dari tahun sebelumnya.

Bahkan, 365 hotel meraih Agoda Gold Circle Award 2025, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar dengan penghargaan terbanyak di dunia. Selain ekspansi, keberlanjutan jadi pilar penting.

Program Eco Deals berhasil menghimpun dana 1,5 juta dolar Amerika (sekitar Rp24 juta) untuk proyek lingkungan, sementara Sustainable Tourism Academy bersama GSTC memberi pelatihan gratis bagi pelaku pariwisata.

Di balik layar, Agoda mengembangkan AI secara internal dengan dukungan 30 persen tim engineering. "AI itu seperti bayi. Semakin banyak data dan pengalaman yang dimasukkan, semakin pintar AI membaca dan merespons," tandasnya.

Foto Pilihan

Penari Reog Ponorogo dari Sedulur Warok Ponorogo Bekasi beraksi saat pembukaan acara Parade Wastra Nusantara 2025 yang di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025). (KapanLagi.com/Budy Santoso)
Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |