Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mencari cara alami untuk mendapatkan kulit yang sehat dan bercahaya. Dua bahan yang sering disebut-sebut terkait ini adalah teh hijau dan air lemon.
Melansir Times of India, Kamis, 28 Agustus 2025, keduanya dikenal memiliki khasiat yang berbeda, namun sering kali disalahpahami dalam penggunaannya untuk perawatan kulit. Maka itu, Anda harus memahami benar manfaat, mitos, serta risiko yang perlu diwaspadai dari kedua bahan tersebut.
Memahami perbedaan dan cara penggunaan yang tepat juga penting agar tidak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Lantas, bagaimana sebenarnya peran teh hijau dan air lemon dalam menjaga kesehatan kulit?
Teh hijau dikenal luas karena kandungan antioksidannya yang tinggi, terutama katekin, yang berperan penting dalam melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel kulit dan memicu penuaan dini. Konsumsi teh hijau secara teratur dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan internal.
Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan Kulit
Selain itu, teh hijau memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat. Ini sangat membantu dalam menenangkan kulit yang teriritasi dan mengurangi kemerahan. Bagi individu dengan kulit sensitif atau rentan peradangan, teh hijau bisa jadi pilihan yang menenangkan.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa teh hijau dapat memberi perlindungan tambahan terhadap kerusakan akibat sinar UV. Penting untuk diingat bahwa manfaat ini tidak menggantikan fungsi tabir surya, melainkan sebagai pelengkap untuk perlindungan kulit secara lebih optimal.
Teh hijau juga bermanfaat dalam mengatur produksi sebum atau minyak alami kulit. Ini menjadikannya pilihan yang baik bagi individu dengan kulit berminyak atau cenderung berjerawat, membantu menjaga keseimbangan minyak di wajah.
Di sisi lain, air lemon memang kaya akan vitamin C. Itu adalah antioksidan kuat yang esensial untuk sintesis kolagen dan mencerahkan kulit.
Potensi dan Risiko Air Lemon untuk Kulit
Vitamin C berperan dalam menjaga elastisitas kulit dan memberikan tampilan lebih cerah. Beberapa orang percaya bahwa air lemon memiliki sifat detoksifikasi yang dapat membantu membersihkan tubuh. Proses detoksifikasi ini secara tidak langsung diklaim dapat meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan, meski bukti ilmiah langsung masih terbatas.
Namun, penting untuk memahami mitos dan potensi risiko penggunaan air lemon, terutama secara topikal. Meski kaya vitamin C, mengoleskan air lemon langsung ke kulit dapat berbahaya. Keasaman air lemon bisa mengganggu pH alami kulit, menyebabkan iritasi, kekeringan, bahkan luka bakar kimia.
Kombinasi jus lemon dan paparan sinar matahari dapat menyebabkan fitofotodermatitis. Kondisi kulit ini ditandai dengan ruam yang menyakitkan dan perubahan warna kulit yang signifikan. Karena itu, aplikasi langsung air lemon ke kulit sangat tidak disarankan.
Rekomendasi Ahli untuk Perawatan Kulit Optimal
Para ahli merekomendasikan pendekatan yang seimbang dan hati-hati dalam menggunakan teh hijau dan air lemon untuk perawatan kulit. Mengonsumsi teh hijau secara teratur dapat memberi manfaat antioksidan dari dalam tubuh. Untuk manfaat topikal, carilah produk perawatan kulit yang mengandung ekstrak teh hijau yang diformulasikan secara aman.
Meski air lemon dapat jadi bagian diet sehat, jangan mengandalkannya sebagai solusi tunggal untuk masalah kulit. Hidrasi yang cukup dan diet seimbang yang kaya buah-buahan, sayuran, serta biji-bijian adalah kunci utama untuk kesehatan kulit secara keseluruhan.
Untuk masalah kulit tertentu atau kondisi lebih serius, selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan dermatolog. Profesional kesehatan kulit dapat memberi saran yang dipersonalisasi dan penanganan yang tepat sesuai jenis dan kebutuhan kulit Anda.