Siraman Darma Mangkuluhur, Tampilan Tommy Soeharto dan Tata Cahyani Curi Perhatian

11 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Kabar bahagia datang dari keluarga Cendana yang memulai rangkaian hajatan besar. Tommy Soeharto dan Tata Regita menduri perhatian saat duduk bersama mengapit putra sulung mereka, Darma Mangkuluhur Hutomo, dalam prosesi siraman dan sungkeman.

Acara siraman dan sungkeman yang digelar pada Jumat, 9 Januari 2026 ini merupakan pembuka rangkaian menuju hari pernikahan Darma dengan kekasihnya, Patricia Schuldtz. Mengusung adat Jawa yang kental, momen ini tidak hanya bermakna sebagai simbol pembersihan diri bagi calon pengantin, tetapi juga menjadi ajang reuni keluarga yang penuh kehangatan dan harmoni.

Dalam unggahan cerita Instagram @darmamh pada Jumat, 11 Januari 2026, Tommy Soeharto mengenakan beskap berwarna ungu tua lengkap dengan blangkon, sementara Tata Cahyani terlihat anggun berbalut kebaya bermotif bunga dengan selendang merah muda. Momen ini jarang terjadi mengingat keduanya telah menempuh hidup masing-masing sejak bercerai pada September 2006.

Sementara, calon manten pria juga tak kalah memikat perhatian. Ia membuka beskap biru langit bermotif bunga kecil saat ritual siraman berlangsung. Sebagai gantinya, bagian atas tubuhnya ditutupi ronce melati yang melingkar di leher dan bahunya.

Dengan rambut yang tertata rapi dan ekspresi wajah yang tenang, ia mengikuti setiap tahap penyiraman air bunga dengan penuh kekhusyukan. Seusai siraman, ia menggantinya dengan beskap motif bunga besar dengan warna biru gelap.

Atasan itu dipadukan dengan kain batik motif wahyu tumurun. Filosofinya menggambarkan pengharapan agar para pemakainya mendapat petunjuk, berkah, rahmat, dan anugrah yang berlimpah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Momen Sungkeman Darma Mangkuluhur yang Penuh Haru

Salah satu momen paling emosional dalam rangkaian acara ini adalah prosesi sungkeman. Dalam unggahan Instagram, Darma tampak bersimpuh di hadapan kedua orangtuanya untuk memohon doa restu lahir dan batin sebelum memulai lembaran baru dalam hidupnya. 

Tommy Soeharto dan Tata Cahyani yang duduk berdampingan menyambut sungkem sang putra dengan tangan yang menyentuh pundak dan kepala Darma, seolah sedang menyalurkan kekuatan dan doa terbaik. Ekspresi wajah Tata Cahyani yang sempat menyeka air mata memperlihatkan betapa mendalamnya rasa haru seorang ibu yang akan melepas putranya membina rumah tangga sendiri.

Momen ini bukan sekadar formalitas adat, melainkan ungkapan cinta yang tulus antara orangtua dan anak. Keheningan yang tercipta saat Darma memohon maaf atas segala kesalahan masa lalu membuat suasana menjadi sangat menyentuh bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Konsep Prewedding Etnis: Perpaduan Klasik Jawa dan Sentuhan Modern

Acara lalu dilanjutkan dengan pengajian. Di saat bersamaan, Patricia juga menggelar rangkaian serupa meski tak dibagikannya di akun Instagram pribadinya. Dalam salah satu foto yang diunggah akun Instagram @thebridedept, Patricia terlihat mengenakan kerudung dan baju longgar untuk acara tersebut.

Sebelum menggelar siraman, pasangan ini telah lebih dulu membagikan potret prewedding yang memikat. Darma dan Patricia memilih tema yang simpel, sleek, namun tetap memiliki sentuhan etnis yang kuat. Patricia secara khusus meminta agar ada unsur budaya dalam pemotretannya.

Sang desainer, Ferry Oktavianus, mengurasi busana rancangan Adith Hendart untuk mewujudkan keinginan tersebut, termasuk pemilihan beskap berwarna merah untuk Patricia guna memberikan kesan yang berani dan berbeda dari kebaya pada umumnya. Hal yang paling spesial dari pemotretan ini adalah penggunaan kain batik tulis bermotif Garuda Kencana.

Perjalanan Cinta dari Afrika Selatan Hingga Menuju Pelaminan

Pemilihan batik tulis memastikan bahwa motif yang dikenakan tidak pasaran dan memiliki nilai seni yang tinggi. Darma tetap tampil dengan pakem beskap hitam yang maskulin, menciptakan harmoni visual saat bersanding dengan Patricia yang tampil mencolok dengan warna maroon. Perpaduan antara elemen tradisional dan estetika modern ini mencerminkan karakter pasangan yang menghargai warisan budaya namun tetap ingin tampil relevan dengan zaman.

Selain busana, lokasi pemotretan di dalam ruang dengan pencahayaan yang dramatis karya fotografer Winston Gomez menambah kesan eksklusif.

Tanpa banyak ornamen berlebihan, aura tenang dan berwibawa terpancar dari keduanya. Hal ini membuktikan bahwa busana adat Jawa jika dikemas dengan tepat akan menghasilkan visual yang timeless, sekaligus menjadi representasi selera mereka yang berkelas.

Kisah cinta Darma Mangkuluhur dan Patricia Schuldtz pertama kali terendus publik pada Juli 2019. Namun, Darma baru memperkenalkannya secara resmi pada 2020. Puncak romansa mereka terjadi pada Agustus 2025 saat Darma melamar Patricia secara romantis di tengah padang savana Afrika Selatan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |