Liputan6.com, Jakarta - Kolang kaling menjadi bahan favorit saat Ramadan maupun untuk campuran minuman segar. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan aromanya yang agak asam dan teksturnya yang kurang kenyal. Karena itu, memahami cara mengolah kolang kaling agar tidak bau dan lebih kenyal sangat penting agar hasil olahan terasa lebih nikmat dan tidak mengganggu selera.
Aroma kurang sedap pada kolang kaling umumnya berasal dari proses fermentasi alami saat perendaman dan penyimpanan. Sementara teksturnya yang lembek bisa terjadi karena teknik perebusan yang kurang tepat.
Dengan langkah dari Liputan6.com, Selasa (24/02/2026) berikut, Anda bisa menghilangkan bau tersebut sekaligus membuat kolang kaling lebih kenyal dan segar saat dikonsumsi.
Cuci Bersih dengan Air Mengalir
Langkah awal dalam cara mengolah kolang kaling agar tidak bau dan lebih kenyal adalah mencucinya di bawah air mengalir. Air yang terus mengalir membantu mengangkat lendir serta sisa cairan fermentasi yang menempel di permukaan.
Secara ilmiah, lendir tersebut mengandung sisa mikroorganisme dan senyawa volatil penyebab bau. Dengan membilas sambil diremas perlahan, Anda membantu mengurangi konsentrasi senyawa tersebut. Lakukan pencucian minimal dua hingga tiga kali sampai air benar benar jernih dan tidak beraroma asam.
Rendam dengan Air Beras
Setelah dicuci, kolang kaling bisa direndam dalam air beras selama beberapa jam. Menurut buku “Pangan Sehat Tinggi Kalsium Kolang-kaling & Siwalan” (2015), air beras bisa membuat kolang-kaling tidak asam.
Air beras mengandung pati dan senyawa alami yang mampu menyerap bau serta membantu menetralkan aroma asam. Cara kerjanya mirip proses adsorpsi, di mana partikel pati dalam air beras mengikat sebagian senyawa penyebab bau.
Selain itu, perendaman membantu menjaga struktur jaringan kolang kaling agar tidak mudah hancur saat direbus. Rendam selama 1 hingga 2 jam, lalu bilas kembali sebelum dimasak.
Rebus Saat Air Mendidih
Banyak orang langsung memasukkan kolang kaling ke dalam air dingin, padahal teknik ini kurang efektif. Dalam praktik cara mengolah kolang kaling agar tidak bau dan lebih kenyal, sebaiknya kolang kaling dimasukkan ketika air sudah benar benar mendidih.
Suhu tinggi yang stabil membantu menghentikan aktivitas mikroorganisme penyebab bau secara lebih cepat. Proses ini juga membantu mengencangkan permukaan luar kolang kaling sehingga teksturnya lebih kenyal. Rebus selama sekitar 10 hingga 15 menit untuk hasil optimal.
Rebus dengan Api Kecil
Setelah tahap awal perebusan, kecilkan api dan lanjutkan proses memasak dengan suhu stabil. Api kecil membantu panas meresap perlahan hingga ke bagian dalam tanpa merusak struktur gel alaminya.
Kolang kaling mengandung galaktomanan, sejenis serat alami yang memberikan tekstur kenyal. Jika direbus dengan api terlalu besar terlalu lama, struktur ini bisa rusak dan membuat hasilnya lembek. Dengan api kecil, teksturnya akan lebih padat namun tetap empuk saat digigit.
Rebus Dua Kali Jika Kolang Kaling Masih Tetap Bau
Jika setelah satu kali perebusan aromanya masih terasa, Anda bisa mengulang prosesnya. Teknik ini efektif untuk kolang kaling yang sudah disimpan cukup lama.
Cara kerjanya sederhana, perebusan kedua membantu menguapkan sisa senyawa volatil yang belum hilang pada proses pertama. Ganti air rebusan dengan yang baru agar bau tidak kembali terserap. Metode ini cukup efektif untuk memastikan kolang kaling benar benar bersih dan segar.
Cara Menyimpan Kolang Kaling
Agar hasil dari cara mengolah kolang kaling agar tidak bau dan lebih kenyal bertahan lama, penyimpanan juga harus diperhatikan.
- Simpan dalam wadah tertutup dan rendam dengan air matang bersih.
- Ganti air rendaman setiap hari untuk mencegah bau muncul kembali.
- Letakkan di dalam kulkas agar pertumbuhan mikroorganisme melambat.
- Hindari menyimpan dalam kondisi kering karena teksturnya bisa mengeras.
Manfaat Kolang Kaling untuk Kesehatan
Selain lezat, kolang kaling juga memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh.
- Kaya serat yang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
- Mengandung mineral seperti kalsium yang mendukung kesehatan tulang.
- Rendah kalori sehingga cocok sebagai camilan saat menjaga berat badan.
- Memiliki kandungan air tinggi yang membantu menjaga hidrasi tubuh.
Dengan memahami teknik yang tepat, Anda tidak perlu lagi khawatir soal aroma asam atau tekstur lembek. Proses yang benar membantu menjaga kualitas kolang kaling tetap segar, kenyal, dan lebih nikmat untuk berbagai hidangan.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Mengapa kolang kaling sering berbau asam?
Aroma asam muncul akibat proses fermentasi alami selama penyimpanan. Sisa cairan dan mikroorganisme menimbulkan bau yang perlu dihilangkan dengan pencucian dan perebusan.
Apakah air beras benar benar efektif menghilangkan bau?
Ya, pati dalam air beras dapat membantu menyerap sebagian senyawa penyebab bau. Namun tetap perlu dibilas dan direbus setelah perendaman.
Berapa lama kolang kaling harus direbus?
Biasanya 10 hingga 15 menit pada tahap awal sudah cukup. Jika perlu, lanjutkan dengan api kecil agar teksturnya lebih kenyal.
Bagaimana agar kolang kaling tetap kenyal saat disimpan?
Simpan dalam air bersih di wadah tertutup dan ganti air secara rutin. Simpan di kulkas agar kualitasnya tetap terjaga.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511514/original/054638900_1771911407-Gemini_Generated_Image_rs1qzars1qzars1q_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511593/original/049957300_1771913773-kuker_lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511442/original/034571700_1771909343-unnamed__50_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500436/original/032525300_1770865507-gambar__39_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451990/original/029203300_1766381780-000_33E94V7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466498/original/025557700_1767846169-kue_sus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4040914/original/012982000_1654183386-Susu_pada_Makanan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511414/original/007391200_1771908561-cropped-a22d6a28-37f5-4dfd-8587-e755d804a17b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1205357/original/088400800_1460803843-bersihin_lantai2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3593035/original/057198900_1633420080-Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505843/original/034549200_1771397895-telur_tahu_kukus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5322728/original/006784700_1755753794-kue_cubit_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511242/original/012021200_1771902699-BAFTA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511332/original/087073200_1771906151-cropped-531606ed-add6-49de-a873-6e1724f1131a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511265/original/058539900_1771903637-cropped-f3471715-c246-420d-91fa-7d81fb6e255b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511262/original/085360700_1771903081-cropped-432a023f-0a92-4ae4-9008-e35c5a0aba97.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511135/original/037039600_1771893582-parke.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511217/original/014929200_1771901636-cropped-b61e08a3-7da9-4042-9823-7a37654ec2a2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511163/original/089854700_1771897892-Menggoreng_kacang_telur_kribo__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026230/original/046873100_1732754084-Snapinsta.app_468168073_18476665273027981_2711124918470699632_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394674/original/094497400_1761637984-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012480/original/049316100_1444188702-Ikon-Tugu-Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398431/original/035327100_1761884719-ATK_BOLA_LALIGA_MW_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403047/original/003383500_1762315384-ATK_BOLANET_HSS_Series_6_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1256728/original/bcfc6c770a11d6e0dbef2bd76510ecedtong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404922/original/033017100_1762419560-Depositphotos_609549356_L.jpg)