Rumah Ramah Lingkungan Makin Berkembang, Material hingga Desain Diperhitungkan Cermat

16 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Seiring meningkatnya kesadaran lingkungan, konsep rumah ramah lingkungan juga banyak dikembangkan pengembang. Prinsipnya adalah untuk menciptakan hunian yang nyaman dengan memanfaatkan kondisi alam sekitar dan penggunaan energi yang diminimalkan.

Hal itu juga disadari oleh Paramount Gading Serpong yang mengembangkan kompleks perumahan di barat Jakarta. Pembangunannya memperhitungkan sejumlah faktor, dimulai dari pemilihan material ramah lingkungan.

Definisi material ramah lingkungan, menurut Chrissandy Dave, Direktur Paramount Land, adalah dengan memanfaatkan material sesuai kondisi lokal setempat.

"Menggunakan bahan yang mudah didapat di area setempat, biaya yang efisien, tidak menimbulkan polusi dan gangguan lingkungan, serta mudah didaur ulang dan mendukung berkelanjutan jangka panjang," kata Chrissandy menanggapi Lifestyle Liputan6.com secara tertulis, beberapa waktu lalu.

Material yang menurutnya ramah lingkungan di antaranya Medium Density Fibreboard (MDF), yakni material berbahan kayu daur ulang yang banyak digunakan untuk membuat furnitur. Pernyataan senada dengan berbagai sumber lantaran proses pembuatan MDF menggunakan serat kayu daur ulang dan resin, dan dikompresi di bawah tekanan tinggi untuk membentuk papan. 

MDF juga dinilai memiliki jejak karbon rendah dibandingkan bahan lain seperti baja, aluminium, atau plastik. Itu karena proses produksi MDF menggunakan lebih sedikit energi dan menghasilkan lebih sedikit gas rumah kaca. Dengan beratnya yang lebih ringan, jejak karbon yang dihasilkan saat dipindahkan dengan kendaraan juga berkurang.

Material lain yang disebutnya ramah lingkungan adalah kayu untuk partisi, batu alam seperti andesit, dan paving block yang kini ada yang terbuat dari plastik daur ulang.

Desain Rumah Ramah Lingkungan

Setelah material, fokus berikutnya bagaimana membuat konstruksi yang bisa memaksimalkan kenyamanan ruang. Chrissandy menyinggung soal penerapan cross ventilation pada desain rumah. 

Cross ventilation adalah memastikan aliran angin di dalam rumah berjalan alami agar ruangan tetap sejuk tanpa bantuan alat mekanikal sekalipun, seperti kipas ataupun AC. Hal itu bisa diciptakan melalui pemanfaatan bukaan, baik jendela, pintu, roster, dan lain-lain, sehingga angin bisa masuk dari satu sisi dan keluar dari sisi yang saling berseberangan.

"Dan membawa serta udara panas di dalam ruangan," sambungnya seraya menekankan soal penghematan energi yang dihasilkan lewat desain rumah yang tepat.

Selain ventilasi yang diperhitungkan, tak kalah penting adalah pencahayaan alami di rumah. Hal itu penting agar tagihan listrik bisa ditekan seminimal mungkin lewat pemaksimalan cahaya alami di rumah.

Bangun Lingkungan Hijau

Chrissandy menyatakan bahwa tak hanya rumah per rumah yang diperhitungkan, lingkungan sekitarnya juga harus mengadopsi prinsip yang sama agar bisa dimaksimalkan manfaatnya. Salah satunya dengan menggunakan lampu jalan LED dan solar panel di area publik.

Cara lainnya adalah disiplin membangun ruang terbuka hijau (RTH) minimal 30 persen per area klaster. Pohon peneduh lokal dan tanaman endemik juga ditanam untuk menghijaukan sekitarnya, ditambah kehadiran pocket park sebagai bagian dari fasilitas bagi penghuni.

Mengutip nrpa.org, pocket park atau taman saku merupakan ruang luar kecil yang luasanya tidak lebih dari seperempat hektare. Istilah itu pertama kali digunakan pada 1960an, bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang aman dan menarik bagi anggota komunitas di sekitarnya.

Taman saku yang sukses memiliki empat kualitas utama, yakni mudah diakses; memungkinkan orang untuk terlibat dalam aktivitas; merupakan ruang yang nyaman dan memiliki citra yang baik; dan merupakan tempat yang ramah: tempat di mana orang bertemu satu sama lain dan mengajak orang lain ketika mereka datang berkunjung.

Bangun Kota Mandiri di Gading Serpong

Terkait lingkungan, Chrissandy menyatakan bahwa dengan basis populasi sekitar 120 ribu penduduk non-komuter, Gading Serpong sudah menjelma sebagai kota mandiri yang hidup, ruang tumbuh bagi komunitas urban. Kota mandiri itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal dan berusaha, tetapi juga sebagai instrumen investasi.

"Paramount Gading Serpong telah berkembang menjadi destinasi favorit masyarakat Tangerang Raya, bahkan hingga Jabodetabek untuk beragam aktivitas, mulai dari menikmati suasana kota yang dinamis dan ragam kuliner populer, bekerja serta melakukan pertemuan bisnis maupun kasual, hingga mencari peluang bisnis dan investasi terbaik," kata Chrissandy.

Sejak Desember 2025, pihaknya mengubah nama Gading Serpong, menjadi Paramount Gading Serpong yang mengusung filosofi ‘City Within Reach’. Filosofi itu menekankan bahwa penghuni dapat memenuhi seluruh kebutuhan harian dengan mudah, beraktivitas dengan efisien, dan menikmati momen kebersamaan dalam lingkungan yang nyaman dan berkualitas.

"Filosofi ini sejalan dengan kampanye ‘Everything is Here’, yang menegaskan bahwa setiap pengembangan proyek Paramount Gading Serpong dirancang terintegrasi dengan kawasan lain di sekitarnya, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan mudah dan nyaman," tambah Chrissandy.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |