Pakai Tepung Mocaf dan Minyak Kelapa, Eggroll Asal Sleman Ini Punya Cita Rasa Berbeda

8 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Kue eggroll menjadi salah satu camilan yang banyak digemari karena cita rasanya yang manis, gurih, dan renyah. Namun, berbeda dari eggroll pada umumnya, produk milik Diah Ayu Retno Wibiasti (29) asal Teguhan, Kalitiro, Berbah, Sleman ini memiliki keunikan tersendiri karena menggunakan tepung mocaf dan minyak kelapa sebagai bahan utama. Perpaduan kedua bahan tersebut membuat tekstur eggroll terasa lebih lembut saat digigit, tetapi tetap renyah ketika dimakan. Bahkan, aroma smoky khas dari minyak kelapa menjadi daya tarik yang membuat camilan ini terasa berbeda dibanding eggroll biasa yang menggunakan margarin.

Usaha eggroll ini juga bukan bisnis instan yang langsung berkembang begitu saja. Ayu menjelaskan bahwa usaha tersebut telah dirintis keluarganya sejak tahun 2012 melalui berbagai perlombaan kuliner tingkat kelurahan hingga provinsi. Berbagai eksperimen bahan tepung pernah dilakukan, mulai dari tepung pisang, tepung garut, hingga akhirnya menemukan kecocokan pada tepung mocaf berbahan dasar singkong. Dari proses panjang tersebut, lahirlah resep eggroll khas yang kini dikenal memiliki tekstur lumer di mulut dan menjadi favorit pelanggan di wilayah Yogyakarta.

“Sebenarnya usaha ini tuh usaha orang tua dulu yang merintis. Dari tahun 2012 kita ikut lomba-lomba sampai akhirnya di 2019 pakai tepung mocaf dan juara satu tingkat provinsi. Dari situ kita sadar ternyata tepung mocaf ini paling cocok buat eggroll karena teksturnya renyah tapi lembut. Ditambah lagi kita pakai minyak kelapa, jadi aromanya beda dan enggak bikin enek meski dimakan banyak,” ujar Diah Ayu Retno Wibyasti saat ditemui Liputan6.com pada Kamis (21/5).

Awal Mula Eggroll Mocaf Berasal dari Perlombaan Kuliner

Perjalanan usaha eggroll mocaf milik Ayu bermula dari kegiatan sederhana mengikuti lomba kuliner tingkat kelurahan pada tahun 2012. Saat itu, produk eggroll hanya dibuat ketika momen Lebaran atau saat ada perlombaan saja. Namun karena beberapa kali berhasil meraih juara, produk tersebut mulai dikenal hingga tingkat kecamatan dan kabupaten. Dari pengalaman mengikuti lomba itu pula, keluarga Ayu mulai tertarik melakukan inovasi bahan baku agar produk mereka memiliki ciri khas tersendiri dibanding camilan lainnya.

Berbagai jenis tepung pernah dicoba untuk mendapatkan tekstur terbaik pada eggroll. Tepung pisang dan tepung garut sempat digunakan sebelum akhirnya mereka menemukan tepung mocaf sebagai bahan paling sesuai. Ayu menjelaskan bahwa tepung mocaf mampu menghasilkan tekstur renyah yang tetap lembut saat dimakan. Karakter tersebut membuat eggroll terasa mudah hancur di mulut tanpa harus dikunyah terlalu keras, sehingga memberikan sensasi makan yang berbeda bagi pelanggan.

“Kita tuh dulu nyoba macam-macam tepung, mulai dari tepung pisang sampai tepung garut. Tapi ternyata yang paling pas itu tepung mocaf. Teksturnya tuh unik, renyah tapi lembut banget. Jadi waktu dimakan itu kayak enggak perlu tenaga buat ngunyah, dia bisa hancur sendiri di mulut. Itu yang akhirnya bikin kita mantap pakai mocaf sampai sekarang,” kata Ayu.

Rahasia Aroma Khas Berasal dari Minyak Kelapa

Selain menggunakan tepung mocaf, Ayu juga mempertahankan penggunaan minyak kelapa sebagai salah satu bahan utama eggroll buatannya. Menurutnya, kebanyakan eggroll menggunakan margarin sehingga aroma yang muncul cenderung mirip produk pastry biasa. Sementara penggunaan minyak kelapa justru menghasilkan aroma smoky yang khas dan memberikan sensasi berbeda ketika dimakan. Hal itu pula yang membuat pelanggan merasa tidak cepat enek meski mengonsumsi eggroll dalam jumlah banyak.

Ayu menyebut seluruh varian eggroll buatannya, termasuk yang menggunakan tepung talas, tetap memakai minyak kelapa dengan komposisi serupa. Perbedaan utama hanya terletak pada jenis tepung yang digunakan. Untuk varian mocaf, tekstur yang dihasilkan lebih lembut dan lumer di mulut, sedangkan varian talas memiliki karakter lebih keras dan terasa lebih renyah saat dikunyah. Meski begitu, mayoritas pelanggan tetap lebih menyukai varian mocaf karena sensasi teksturnya dianggap lebih nyaman di lidah.

“Kalau biasanya orang pakai margarin, kita pakainya minyak kelapa. Jadi wanginya tuh smoky-smoky coconut oil gitu. Rasanya jadi enggak terlalu berat dan enggak bikin enek walaupun makan satu toples. Bahkan banyak pelanggan bilang kalau eggroll mocaf ini lebih enak karena teksturnya lembut banget dibanding yang pakai tepung lain,” jelas Ayu.

Proses Pembuatan Masih Manual dan Butuh Kesabaran

Dalam proses produksinya, Ayu mengaku semua tahapan pembuatan eggroll masih dilakukan secara manual. Adonan dibuat menggunakan campuran 80 persen tepung mocaf dan 20 persen tepung terigu agar tekstur eggroll tetap kokoh ketika dikemas. Selain itu, pemilihan bahan seperti telur, susu, hingga minyak kelapa juga harus benar-benar diperhatikan kualitasnya agar hasil akhir tetap konsisten. Bahkan tepung mocaf yang digunakan harus berasal dari Gunungkidul karena dianggap memiliki kualitas terbaik dan tidak menimbulkan aroma kurang sedap.

Setelah semua bahan dicampur hingga mengembang, adonan kemudian dicetak satu per satu menggunakan alat khusus. Proses mencetak inilah yang membutuhkan ketelatenan tinggi karena dilakukan manual selama berjam-jam. Dalam satu kali produksi, pengerjaan bisa memakan waktu dua hingga tiga jam hanya untuk mencetak eggroll. Ayu menyebut proses tersebut harus dilakukan dengan sabar dan tidak boleh terburu-buru karena sedikit kesalahan saja bisa membuat eggroll gosong atau kurang matang.

“Semua masih manual, mulai dari mixing sampai nge-press eggroll-nya. Satu adonan itu bisa sampai tiga jam pengerjaannya. Bahkan kalau lagi buru-buru atau pikiran enggak fokus, hasilnya bisa gosong atau kurang matang. Jadi bikin eggroll ini memang harus sabar dan timing-nya harus pas supaya hasilnya tetap bagus,” ungkap Ayu.

Tekstur Rapuh Jadi Tantangan dalam Pemasaran

Meski memiliki cita rasa khas, eggroll mocaf ternyata memiliki tantangan besar dalam hal distribusi dan pemasaran. Tekstur yang lembut membuat produk ini sangat rentan hancur ketika dikirim jarak jauh. Ayu mengatakan mereka pernah mencoba mengirim pesanan ke Jakarta menggunakan kemasan akrilik dan bubble wrap berlapis. Namun, beberapa eggroll tetap mengalami kerusakan selama perjalanan meskipun pengiriman dilakukan secara cepat.

Karena alasan tersebut, pemasaran eggroll mocaf saat ini masih lebih banyak dilakukan secara lokal di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Penjualan dilakukan melalui Instagram, WhatsApp, Google Maps, hingga pengantaran langsung ke pelanggan. Bahkan Ayu dan keluarganya memilih mengantar sendiri pesanan pelanggan karena penggunaan ojek online dinilai terlalu berisiko membuat eggroll remuk di perjalanan. Menurutnya, kualitas produk harus tetap dijaga agar pelanggan menerima eggroll dalam kondisi terbaik.

“Kalau dikirim jauh itu tantangannya besar karena eggroll mocaf gampang hancur. Kita pernah kirim ke Jakarta, sudah pakai bubble wrap berlapis tetap ada yang remuk. Makanya sekarang lebih fokus lokal dan biasanya kita antar sendiri ke customer supaya kondisi produknya tetap aman sampai tujuan,” tutur Ayu.

Harapan Mengembangkan Eggroll Mocaf sebagai Usaha Keluarga

Bagi Ayu, usaha eggroll mocaf bukan sekadar bisnis biasa, melainkan hasil perjuangan keluarga yang ingin terus dikembangkan bersama. Ia menyebut usaha tersebut sudah seperti anak sendiri karena dirawat dan dibangun perlahan sejak bertahun-tahun lalu. Meski saat ini pemasaran masih terbatas di Yogyakarta, Ayu yakin potensi eggroll mocaf masih sangat besar untuk berkembang di masa depan. Namun, ia juga menyadari bahwa peningkatan produksi harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia.

Saat ini, proses produksi masih banyak dibantu oleh anggota keluarga inti. Sang ayah bertugas mengajarkan teknik produksi dan membantu proses pembuatan, sementara ibunya fokus pada pengemasan produk. Ayu sendiri lebih banyak menangani pemasaran, desain kemasan, hingga promosi digital. Ke depan, ia berharap dapat menambah tenaga kerja yang benar-benar memahami teknik pembuatan eggroll agar kualitas produk tetap terjaga ketika usaha semakin berkembang.

“Harapannya kita bisa tumbuh bareng sama eggroll ini. Walaupun sekarang baru fokus di Jogja, potensinya sebenarnya besar banget. Tapi kalau mau berkembang, kita juga harus siap SDM-nya karena enggak semua orang bisa langsung bikin eggroll seperti ini. Jadi pelan-pelan kita siapkan semuanya supaya kualitasnya tetap terjaga,” kata Ayu.

5 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Eggroll Mocaf

1. Apa itu eggroll mocaf?

Eggroll mocaf adalah camilan eggroll yang dibuat menggunakan tepung mocaf atau tepung singkong fermentasi sehingga menghasilkan tekstur renyah tetapi lembut di mulut.

2. Kenapa eggroll mocaf memakai minyak kelapa?

Minyak kelapa digunakan untuk memberikan aroma smoky khas yang membuat rasa eggroll lebih gurih dan tidak mudah bikin enek saat dimakan.

3. Apa keunggulan tepung mocaf dibanding tepung biasa?

Tepung mocaf memiliki tekstur lebih ringan dan lembut sehingga cocok untuk menghasilkan eggroll yang mudah lumer di mulut dibanding tepung terigu biasa.

4. Kenapa eggroll mocaf mudah hancur saat dikirim?

Tekstur eggroll mocaf yang lembut membuat produk lebih rentan remuk saat terkena guncangan selama proses pengiriman jarak jauh.

5. Berapa lama proses pembuatan eggroll mocaf manual?

Satu kali proses pembuatan eggroll mocaf secara manual bisa memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam, mulai dari mixing hingga pencetakan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |