Cara Menggunakan Daun Salam dalam Masakan, Rahasia Aroma Tradisional

6 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Daun salam merupakan salah satu rempah khas Indonesia yang hampir selalu hadir dalam berbagai jenis masakan rumahan maupun hidangan tradisional, karena aromanya mampu memberikan cita rasa gurih yang lembut tanpa harus menambahkan terlalu banyak penyedap buatan. Walau bentuknya sederhana, penggunaan daun salam yang tepat dapat meningkatkan kualitas rasa, mengurangi bau amis bahan, serta membuat masakan terasa lebih “matang” secara aroma dan karakter.

Dalam dunia kuliner Nusantara, daun salam tidak dimakan langsung, melainkan dimanfaatkan sarinya melalui proses pemanasan, penumisan, perebusan, hingga pengukusan, sehingga minyak alami di dalam daunnya keluar perlahan dan menyatu dengan bahan lain. Karena itu, memahami cara memakai daun salam dengan benar akan membantu hasil masakan menjadi lebih wangi, seimbang, dan tidak terasa hambar.

1. Ditumis Bersama Bumbu Dasar

Menggunakan daun salam saat menumis bumbu dasar adalah teknik paling umum dalam masakan Indonesia, karena panas minyak akan membantu membuka pori-pori daun sehingga aroma khasnya keluar dan langsung menyatu dengan bawang merah, bawang putih, cabai, serta rempah lainnya secara alami dan merata.

Saat menumis, daun salam sebaiknya dimasukkan di awal bersamaan dengan serai atau lengkuas agar wangi rempah muncul lebih dulu sebelum bahan utama dimasukkan, sehingga tumisan seperti balado, semur, atau oseng memiliki aroma yang lebih dalam dan tidak terasa mentah.

Agar hasil maksimal, daun salam bisa sedikit diremas sebelum dimasukkan ke minyak panas supaya minyak atsiri di dalamnya cepat keluar, namun tetap dijaga agar tidak terlalu lama digoreng karena bisa membuat rasa pahit yang justru mengganggu cita rasa masakan.

2. Direbus dalam Masakan Berkuah

Pada masakan berkuah seperti soto, rawon, sayur asem, atau sup, daun salam berfungsi sebagai pemberi aroma kaldu alami yang lembut, sehingga kuah terasa lebih sedap tanpa perlu tambahan penyedap berlebihan.

Daun salam biasanya dimasukkan ketika air mulai panas agar proses ekstraksi aroma berjalan perlahan dan menyatu dengan bahan lain seperti daging, sayuran, atau bumbu halus yang direbus bersama dalam waktu cukup lama.

Dengan perebusan yang tepat, daun salam membantu mengurangi bau amis dari bahan hewani sekaligus membuat kuah terasa lebih bersih, ringan, dan tidak meninggalkan aroma menyengat yang sering muncul jika hanya mengandalkan bumbu instan.

3. Dicampur Saat Memasak Nasi

Daun salam sering dimanfaatkan untuk memasak nasi aromatik seperti nasi uduk, nasi liwet, atau nasi gurih, karena uap panas dari rice cooker atau kukusan akan membawa aroma daun salam ke setiap butir nasi secara merata.

Caranya cukup mudah, yaitu memasukkan satu atau dua lembar daun salam ke dalam beras bersama air, santan, dan sedikit garam agar nasi tidak hanya pulen, tetapi juga memiliki wangi khas yang menggugah selera sejak pertama dibuka tutupnya.

Penggunaan daun salam pada nasi juga membantu menciptakan rasa yang lebih seimbang, sehingga nasi tidak terasa datar, sekaligus cocok dipadukan dengan lauk sederhana tanpa harus banyak tambahan bumbu lain.

4. Digunakan Saat Merebus Daging atau Ayam

Saat merebus daging sapi, ayam, atau jeroan, daun salam berperan penting dalam mengurangi bau amis yang sering muncul dari protein hewani, terutama jika bahan masih segar atau memiliki aroma khas yang kuat.

Daun salam biasanya direbus bersama jahe, serai, atau bawang agar hasil rebusan menjadi lebih bersih aromanya, sehingga kaldu yang dihasilkan terasa ringan, gurih, dan tidak meninggalkan rasa prengus saat dimakan.

Dengan teknik ini, hasil daging tidak hanya empuk tetapi juga memiliki aroma yang lebih sedap, sehingga cocok dijadikan bahan dasar untuk berbagai masakan lanjutan seperti soto, opor, semur, atau sup bening.

5. Dimasukkan ke Masakan Santan

Masakan bersantan seperti opor, gulai, lodeh, atau rendang sangat cocok menggunakan daun salam karena aromanya mampu menyeimbangkan rasa lemak santan agar tidak terasa terlalu enek saat dikonsumsi.

Daun salam biasanya dimasukkan saat santan mulai dipanaskan bersama bumbu halus supaya wangi rempah menyatu perlahan dengan kuah yang kental dan tidak pecah saat proses memasak berlangsung.

Penggunaan yang tepat membuat masakan santan terasa lebih hangat aromanya, lebih kaya rasa, dan tidak hanya bergantung pada gurih santan semata, sehingga karakter masakan menjadi lebih kompleks dan nikmat.

6. Dipakai pada Masakan Tumis Kering

Untuk masakan kering seperti tempe orek, kentang balado, atau oseng-oseng, daun salam ditumis di awal agar aromanya menyelimuti bumbu dan bahan utama secara merata sejak proses memasak dimulai.

Teknik ini membuat bumbu tidak hanya terasa di lidah, tetapi juga tercium wangi alaminya, sehingga masakan sederhana pun terasa lebih “hidup” dan tidak sekadar asin atau pedas saja.

Dengan penggunaan daun salam yang konsisten, masakan tumis kering akan memiliki identitas rasa khas rumahan yang lebih kuat, meskipun bahan yang dipakai relatif sederhana dan mudah ditemukan.

7. Dijadikan Aroma Saat Mengukus

Pada metode kukus seperti pepes ikan, tahu, atau ayam, daun salam dapat digunakan sebagai pengharum alami yang bekerja melalui uap panas sehingga aroma masuk perlahan ke dalam bahan makanan.

Daun salam bisa diletakkan di dasar kukusan atau dicampurkan ke dalam bumbu pepes agar saat uap naik, wangi rempah ikut menyelimuti bahan secara menyeluruh tanpa membuat tekstur makanan berubah.

Cara ini menghasilkan masakan kukus yang tidak hanya sehat, tetapi juga memiliki aroma khas tradisional yang lebih sedap, lembut, dan menggoda sejak tutup kukusan dibuka.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Daun Salam

Q: Apakah daun salam boleh dimakan langsung?

A: Tidak, daun salam biasanya hanya diambil aromanya dan dibuang sebelum disajikan.

Q: Berapa jumlah daun salam yang ideal?

A: Umumnya 1–2 lembar sudah cukup untuk satu masakan rumahan.

Q: Apakah daun salam bisa diganti?

A: Bisa, tetapi aroma khasnya sulit digantikan, biasanya diganti daun jeruk atau bay leaf.

Q: Kapan waktu terbaik memasukkan daun salam?

A: Di awal memasak agar aromanya keluar maksimal.

Q: Apakah daun salam kering masih bisa dipakai?

A: Bisa, tetapi aromanya lebih ringan dibanding daun salam segar.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |