Liputan6.com, Jakarta - Ketika bulan suci Ramadan tiba, suasana berburu takjil menjadi salah satu momen yang paling dinanti. Di antara beragam pilihan hidangan pembuka puasa, kue basah tak pernah kehilangan tempatnya.
Kudapan tradisional khas Indonesia ini dengan teksturnya yang lembut, aroma memikat, dan paduan rasa manis-gurih menyatu di lidah, selalu sukses mengobati kerinduan sekaligus mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Lebih dari sekadar sajian berbuka, permintaan akan kue basah yang melonjak drastis selama bulan Ramadan membuka peluang emas bagi Anda yang mencari ide usaha musiman dengan potensi keuntungan berlipat.
Simak resep-resep kue basah favorit sepanjang masa yang bukan hanya lezat untuk keluarga, tetapi juga sangat potensial untuk dijadikan ide bisnis camilan takjil yang laris manis.
Belajar dari Pengalaman Sukses
Inspirasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari sosok Yesi Karnina Ratih. Perempuan yang sudah menekuni usaha kuliner sejak tahun 2018 ini awalnya hanya coba-coba membuka usaha sampingan bernama "Ratih Cookies" di sela kesibukannya sebagai freelancer. Siapa sangka, berawal dari promosi sederhana melalui Story WhatsApp, pendapatannya kini justru melampaui gaji dari pekerjaan utamanya.
"Kue basah favorit yang paling banyak dicari dari berbagai kalangan itu biasanya lumpia, klepon, pukis, kue lumpur, dan lain-lain" ujar Yesi.
Menurutnya, memulai usaha makanan di tengah momen besar seperti Ramadan akan memberikan keuntungan berlipat. Pesan Yesi bagi para pemula cukup sederhana: jangan takut berinovasi agar produk yang dijual tidak monoton dan tetap relevan dengan selera pasar.
"Sejauh ini, orderan kue basah tuh larisnya buat takjil (hidangan pembatal puasa). Kalau memang customernya bosenan, kita yang harus pintar-pintar putar otak biar gak monoton jualannya," tutup Yesi.
1. Lumpia Basah
Bahan Utama:
- Kulit Lumpia: 5-10 lembar (gunakan kulit lumpia siap pakai).
- Bengkuang: 250 gram, potong korek api.
- Tauge: 100 gram, bersihkan.
- Telur: 2 butir.
- Gula Merah: 50 gram (untuk bumbu perekat).
- Tepung Tapioka: 1 sendok makan (larutkan dengan sedikit air).
- Air: 200 ml.
Bumbu Halus:
- 3 siung bawang putih.
- 5 buah cabai rawit (sesuai selera pedas).
- Garam, merica, dan kaldu bubuk secukupnya.
Cara Membuat:
1. Membuat Saus Perekat (Gula Kental): Rebus air bersama gula merah hingga larut sepenuhnya. Masukkan larutan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga cairan berubah menjadi kental dan bening seperti lem. Sisihkan.
2. Memasak Bengkuang: Rebus potongan bengkuang dengan sedikit air dan kecap manis (opsional) hingga warnanya kecokelatan dan teksturnya agak lunak. Tiriskan.
3. Menumis Isian: Tumis bumbu halus hingga aromanya harum. Masukkan telur, lalu buat orak-arik. Tambahkan bengkuang yang sudah direbus dan tauge. Masukkan garam, merica, dan kaldu bubuk. Aduk cepat di atas api besar agar tauge tetap renyah dan tidak terlalu layu. Angkat.
4. Penyajian: Siapkan selembar kulit lumpia di atas piring atau kertas cokelat. Oleskan saus gula kental di atas permukaan kulit secara merata. Tuangkan tumisan isian di tengahnya, lalu lipat kulit lumpia (biasanya dibiarkan terbuka sebagian atau dilipat kotak).
2. Klepon
Bahan Utama:
- Tepung Ketan: 250 gram.
- Tepung Beras: 50 gram (agar tekstur tidak terlalu lembek).
- Air Pandan: 200 ml (hasil blenderan daun pandan/suji yang disaring, atau air biasa ditambah pasta pandan).
- Garam: Seujung sendok teh.
- Gula Merah: 100 gram, sisir halus untuk isian.
Bahan Baluran:
- Kelapa Parut: Setengah butir (pilih yang setengah tua, ambil bagian putihnya saja).
- Garam: Sejumput.
- Daun Pandan: 1 lembar.
Cara Membuat:
1. Menyiapkan Baluran Kelapa: Campur kelapa parut dengan sejumput garam dan daun pandan. Kukus selama sekitar 10 menit agar kelapa tidak cepat basi. Setelah matang, sisihkan di piring lebar.
2. Membuat Adonan Kulit: Campurkan tepung ketan, tepung beras, dan garam dalam wadah. Tuangkan air pandan sedikit demi sedikit sambil diuleni ringan hingga adonan kalis (tidak lengket di tangan) dan mudah dibentuk. Jangan terlalu keras agar tidak pecah saat direbus.
3. Mengisi Klepon: Ambil sedikit adonan (sekitar seukuran kelereng), bulatkan, lalu pipihkan. Letakkan sedikit sisiran gula merah di tengahnya, lalu tutup dan bulatkan kembali hingga rapat. Pastikan tidak ada celah agar gula tidak bocor saat dimasak.
4. Merebus Klepon: Didihkan air dalam panci. Masukkan bulatan klepon satu per satu. Masak hingga klepon mengapung ke permukaan, yang menandakan adonan dan gula di dalamnya sudah matang.5. Finishing: Angkat klepon yang sudah mengapung, tiriskan sebentar, lalu langsung gulingkan ke dalam baluran kelapa parut hingga merata.
3. Pukis
Bahan-Bahan:
- Tepung Terigu: 250 gram (protein sedang).
- Gula Pasir: 150 gram.
- Telur: 2 butir.
- Santan Kental: 350 ml (rebus dengan pandan dan sedikit garam, lalu dinginkan).
- Ragi Instan: 1 sendok teh.
- Margarin: 100 gram (lelehkan).
- Susu Kental Manis: 2 sendok makan (opsional, untuk menambah aroma).
- Vanili Bubuk: Seperempat sendok teh.
Cara Membuat:
1. Mengaktifkan Ragi: Jika Anda ragu dengan keaktifan ragi, campurkan ragi dengan sedikit air hangat dan gula. Tunggu 5-10 menit hingga berbuih. Jika sudah berbuih, ragi siap digunakan.
2. Mengocok Telur dan Gula: Kocok telur dan gula pasir menggunakan mikser dengan kecepatan tinggi hingga mengembang, berwarna putih, dan kental.
3. Mencampur Adonan: Turunkan kecepatan mikser ke yang paling rendah. Masukkan tepung terigu dan santan secara bergantian sedikit demi sedikit sambil terus diaduk rata. Setelah tercampur, masukkan ragi instan dan vanili, lalu aduk kembali.
4. Tahap Fermentasi: Tuangkan margarin cair ke dalam adonan, aduk lipat menggunakan spatula hingga benar-benar menyatu (pastikan tidak ada margarin yang mengendap di bawah). Tutup wadah dengan kain bersih dan diamkan selama 1 jam hingga adonan mengembang dan muncul gelembung udara.
5. Memanggang Pukis: Panaskan cetakan pukis dengan api kecil dan olesi sedikit margarin. Tuangkan adonan ke dalam cetakan hingga 3/4 penuh (jangan sampai penuh karena adonan akan mengembang). Tutup cetakan agar matang merata.
6. Memberi Toping: Saat adonan setengah matang (bagian atas masih agak basah), taburkan toping sesuai selera seperti meses, keju, atau selai kacang. Tutup kembali hingga matang sempurna dan bagian pinggirnya berwarna kecokelatan.
4. Kue Lumpur
Bahan-Bahan:
- Kentang: 250 gram (kukus, kupas, dan haluskan selagi panas agar benar-benar halus).
- Tepung Terigu: 250 gram (protein sedang).
- Gula Pasir: 150 gram.
- Santan: 500 ml (rebus dengan sedikit garam dan daun pandan, lalu dinginkan).
- Telur: 2 butir.
- Margarin: 100 gram (lelehkan).
- Vanili Bubuk: Setengah sendok teh.
- Toping: Kismis atau irisan kelapa muda secukupnya.
Cara Membuat:
1. Mengolah Kentang dan Santan: Pastikan kentang sudah dihaluskan dengan sangat lembut (bisa disaring atau diblender bersama sebagian santan) agar adonan tidak bergerindil. Santan yang digunakan juga harus sudah dalam suhu ruang sebelum dicampur.
2. Mengocok Telur dan Gula: Kocok telur dan gula pasir menggunakan mikser atau whisk manual hingga gula larut dan campuran sedikit mengembang (tidak perlu sampai putih berjejak seperti bolu). Masukkan vanili untuk menghilangkan aroma amis telur.
3. Mencampur Adonan: Masukkan kentang yang sudah dihaluskan ke dalam kocokan telur, aduk rata. Tambahkan tepung terigu secara bergantian dengan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga menjadi adonan cair yang halus dan merata.
4. Menambahkan Margarin: Tuangkan margarin cair ke dalam adonan. Aduk kembali menggunakan spatula dengan teknik aduk balik hingga tidak ada margarin yang mengendap di dasar wadah. Jika ingin tekstur yang sangat halus, Anda bisa menyaring adonan sekali lagi.
5. Memanggang: Panaskan cetakan kue lumpur dengan api kecil, lalu olesi tipis-tipis dengan margarin. Tuang adonan hingga hampir penuh. Tutup cetakan dan masak hingga adonan setengah matang.
6. Memberi Toping: Setelah kue setengah matang (bagian permukaan mulai sedikit mengeras), letakkan kismis di atasnya. Tutup kembali dan panggang hingga seluruh permukaan kue matang dan tidak lengket saat disentuh.
5. Bika Ambon
Bahan Biang (Starter):
- Tepung Terigu: 1 sendok makan.
- Gula Pasir: 1 sendok makan.
- Ragi Instan: 1 bungkus (11 gram).
- Air Hangat: 100 ml. (Campurkan semua bahan, aduk rata, dan diamkan selama 15 menit hingga berbuih).
Bahan Santan (Dimasak):
- Santan Kental: 300 ml.
- Daun Jeruk: 10 lembar (buang tulang daunnya).
- Batang Serai: 2 batang (memarkan).
- Kunyit Bubuk: 1 sendok teh (sebagai pewarna alami).
- Garam: Setengah sendok teh. (Masak semua bahan hingga mendidih sambil terus diaduk, lalu saring dan biarkan sampai suhu ruang).
Bahan Utama:
- Tepung Tapioka (Kanji): 150 gram.
- Tepung Terigu: 75 gram.
- Gula Pasir: 150 gram.
- Telur: 3 butir (kocok lepas).
- Margarin: 1 sendok makan (lelehkan).
Cara Membuat:
1. Mencampur Adonan: Dalam wadah besar, campurkan tepung tapioka, tepung terigu, dan gula pasir. Masukkan bahan biang yang sudah berbuih, lalu tuangkan bahan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan whisk hingga halus dan tidak ada gumpalan.
2. Menambahkan Telur: Masukkan telur yang sudah dikocok lepas ke dalam adonan, aduk rata. Terakhir, masukkan margarin cair dan aduk kembali hingga benar-benar menyatu.
3. Proses Fermentasi: Tutup wadah adonan dengan kain bersih dan diamkan selama 1 hingga 2 jam. Proses ini sangat krusial; adonan harus terlihat berbuih banyak atau berbusa sebagai tanda ragi bekerja menciptakan rongga.
4. Memanggang (Tips Penting): Panaskan cetakan bika ambon atau teflon dengan api kecil. Jangan olesi margarin terlalu banyak agar tidak merusak sarang. Tuangkan adonan hingga 3/4 cetakan. Jangan langsung ditutup. Biarkan sampai muncul lubang-lubang kecil (gelembung udara) di permukaan adonan.
5. Tahap Akhir: Setelah permukaan kue terlihat mulai mengering dan lubang-lubang sarangnya terbentuk sempurna, barulah tutup cetakan dan panggang sebentar hingga bagian atasnya benar-benar matang dan tidak lengket.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa yang membedakan kue basah dari kue kering, dan apa bahan utama yang memberikan sensasi "basah"?
Kue basah memiliki tekstur yang lembut dan empuk serta daya simpannya singkat, berbeda dengan kue kering yang renyah dan tahan lama. Sensasi "basah" berasal dari perpaduan tepung beras, santan, dan gula.
2. Kapan waktu penjualan kue basah yang dianggap paling ramai atau menjanjikan sebagai peluang usaha?
Waktu penjualan yang menjanjikan adalah pagi hari, saat banyak orang mencari sarapan praktis atau kebutuhan snack box, dan sore hari, yang cocok untuk camilan selepas beraktivitas.
3. Apa kunci keberhasilan utama dalam menjual kue basah?
Kunci keberhasilannya terletak pada kesegaran produk, sehingga produsen perlu menerapkan jadwal produksi yang ketat agar kue tetap lembut, wangi, dan layak jual saat sampai ke konsumen.
4. Mengapa kue basah cocok untuk takjil?
Kue basah sangat cocok dijadikan menu takjil (hidangan pembatal puasa) karena beberapa alasan utama yang berhubungan dengan kondisi tubuh setelah berpuasa seharian.
5. Apa pesan Yesi Karnina Ratih bagi para pemula yang ingin memulai usaha kue basah?
Pesannya adalah jangan takut berinovasi agar produk yang dijual tidak monoton dan tetap relevan dengan selera pasar, karena menurutnya, orderan kue basah larisnya buat takjil (terutama di bulan Ramadan) dan harus pintar-pintar berkreasi jika customer mudah bosan.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474546/original/083017700_1768484569-WhatsApp_Image_2026-01-14_at_21.41.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477831/original/025883900_1768882941-Bubur_Mutiara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4292377/original/057916400_1673850340-WhatsApp_Image_2023-01-16_at_13.24.25.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477748/original/014981500_1768881304-wajik_gula_merah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/701009/original/takjil_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3348817/original/038549800_1610597161-7a761d54-7a1b-44ba-b2b2-841553cab197.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477714/original/073921300_1768880917-cara_mengolah_daun_kunyit_untuk_masakan_rumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477515/original/056875100_1768838304-Tom_Hiddleston.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476806/original/013963300_1768798799-manisan_kulit_jeruk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476851/original/022319400_1768800362-Gemini_Generated_Image_kp6iapkp6iapkp6i.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477579/original/019190600_1768874094-000_33XE89E.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446404/original/085700400_1765883152-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477562/original/022471000_1768869683-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_22.56.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476303/original/023394600_1768726731-modern-woman-using-hair-straightener.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477551/original/095135300_1768865150-000_939Z8CQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415149/original/071963500_1763361945-pexels-nietjuhart-776656.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456618/original/010533800_1766910015-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476291/original/097507500_1768725283-SnapInsta.to_618139445_18372314815233629_2852049817435645816_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/3061834/original/093287800_1582776911-1.JPG)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360651/original/024353600_1758712937-SnapInsta.to_549127995_18051123983556714_494170281947543192_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544161/original/099781700_1692463898-WhatsApp_Image_2023-08-19_at_10.23.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4918754/original/030969800_1723694238-cimahi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371271/original/098149800_1759644548-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363725/original/098536500_1758960184-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4836979/original/089302800_1716174604-20240519BL_Stadion_Batakan_20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376791/original/062457500_1760024376-Screenshot_2025-10-09_223604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362649/original/088839700_1758871824-Screenshot_2025-09-26_142158.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361797/original/072936700_1758793342-Screenshot_2025-09-25_163936.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3618556/original/006741200_1635673587-20211031-Wisata-Puncak-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371447/original/007401400_1759655548-Screenshot_2025-10-05_161134.jpg)