Perayaan 40 Hari Bayi Panda Rio Penghuni Taman Safari Indonesia Bogor, Beratnya Naik 46 Persen

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Bayi panda penghuni Taman Safari Indonesia Bogor genap berusia 40 hari pada Selasa, 6 Januari 2026. Bayi panda yang dipanggil Rio, singkatan dari Satrio Wiratama, itu semakin menggemaskan dari hari ke hari. Berhasil melewati 40 hari kehidupan dengan baik, kehadiran bayi panda Rio dirayakan dengan acara Public Announcement The 1st Giant Panda Cub Born in Indonesia, kemarin.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni turut menghadiri acara tersebut. Ia menyatakan bahwa kehadiran bayi panda Rio bukan sekadar kelahiran satwa, tetapi bukti nyata kerja sama diplomasi lingkungan dan kolaborasi ilmiah internasional yang dibangun secara berkelanjutan antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok.

"Kelahiran bayi panda ini bukan hanya kabar baik bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia. Ini menegaskan bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan diplomasi, persahabatan antarnegara, serta kemajuan ilmu pengetahuan," ujar Menhut dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com.

Bayi panda dari pasangan Cai To (jantan) dan Hu Chun (betina) itu lahir dengan kulit kemerahan pada 27 November 2025. Setelah 40 hari, rambut-rambut halus hitam putih mulai menutupi permukaan kulitnya. Tim medis menyatakan bahwa berat badannya kini sudah 1.890 gram, naik 46 persen dari 30 hari lalu. Panjangnya juga meningkat 95 persen.

"Lahirnya bayi panda yang diberi nama oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, nama yang sangat indah, nama yang sangat bermakna yaitu Satrio Wiratama. Satrio artinya adalah kesatria, pemberani, mulia, dan berbudi luhur," tambah Menhut. Dalam bahasa Mandarin, nama Rio ditulis Li Ao (里奥).

Bayi Panda Rio Harus Dikembalikan ke China

Meski lahir di Bogor, bayi panda Rio tak bisa tinggal selamanya di Taman Safari Indonesia Bogor. CEOO Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang menjelaskan, sesuai perjanjian internasional Giant Panda Conservation Care Cooperation, seluruh panda yang ada di luar Tiongkok, termasuk yang lahir di negara Indonesia, pada akhirnya akan kembali ke Tiongkok.

"Dalam perjanjian, panda akan dikembalikan setelah masa kerja sama berakhir. Saat ini kontraknya 10 tahun dan dapat diperpanjang kembali sesuai kesepakatan kedua negara," kata Jansen, dikutip dari kanal News Liputan6.com.

Jansen menyampaikan kelahiran seekor Giant Panda ini merupakan sejarah baru bagi dunia konservasi Indonesia. Kelahirannya menjadi bukti bahwa tenaga medis Indonesia mampu mengembangbiakkan satwa langka asal China itu meski harus melalui inseminasi buatan (ART) alias bayi tabung. Selama proses inseminasi, tenaga medis Indonesia didampingi ahli dari China, Amerika Serikat, dan Jerman.

"Di dunia pada tahun 2025, hanya Giant Panda di Taman Safari Indonesia, Bogor yang melahirkan. Ini suatu simbol keberhasilan konservasi di Indonesia," ujar Jansen.

Harapan Dubes China untuk Bayi Panda Rio

Menurut Menhut, kehadiran panda di Indonesia merupakan hasil usaha dari tiga kepemimpinan presiden RI, yakni Susilo Bambang Yudhoyoni (SBY), Joko Widodo (Jokowi), dan Prabowo.

"Usaha untuk mendatangkan bapak ibunya Rio ini telah dilakukan sejak zaman Pak Presiden SBY. Diterima pada tahun 2017 oleh Presiden Joko Widodo dan akhirnya lahirlah bayi Rio ini pada masa Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Menhut.

Duta Besar China, Wang Lutong mengatakan kelahiran Rio telah disampaikan ke Presiden Tiongkok, ia merasa sangat bangga dengan pencapaian ini. "Rio akan membawa lebih banyak keberhasilan dan keberuntungan bagi Presiden serta rakyat Indonesia," tambahnya.

Di balik euforia kelahiran Rio, terdapat fakta biologis soal alasan sulitnya seekor panda untuk hamil. Para ahli biologi di seluruh dunia sepakat bahwa panda raksasa adalah salah satu mamalia yang paling sulit dikembangbiakkan, baik di alam liar maupun di penangkaran.

Tantangan Besar Mengembangbiakkan Panda

Tantangan terbesar terletak pada jendela kesuburan betina yang sangat sempit. Berbeda dengan mamalia lain, panda betina hanya mengalami ovulasi (masa subur) sekali dalam setahun.

"Panda betina hanya subur selama 24 hingga 72 jam dalam setahun. Jika pejantan melewatkan kesempatan emas ini, mereka harus menunggu satu tahun lagi untuk mencoba," ujar Pierre Comizzoli, seorang ahli biologi riset dari Smithsonian Conservation Biology Institute, melansir dari laporan ilmiah National Zoo.

Selain waktu yang sempit, masalah perilaku juga sering menjadi hambatan. Di penangkaran, panda jantan seringkali kehilangan libido atau tidak memiliki naluri alami untuk kawin. Mereka terkadang lebih memilih makan bambu daripada mendekati betina yang sedang birahi. Masalah semakin rumit dengan adanya fenomena pseudopregnancy atau kehamilan semu.

Proses kehamilan panda memiliki keunikan biologis yang disebut penundaan implantasi. Setelah pembuahan terjadi, sel telur yang telah dibuahi tidak langsung menempel pada dinding rahim untuk tumbuh.

Embrio tersebut akan mengambang dalam keadaan dorman selama beberapa bulan. Hal ini menyebabkan durasi kehamilan panda sangat bervariasi, berkisar antara 95 hingga 160 hari, sehingga hari kelahiran sangat sulit diprediksi secara akurat. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |