Panduan Lengkap Menanam Bawang Merah dalam Polybag di Rumah, Bisa Hemat Duit

2 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Meningkatnya harga kebutuhan pokok sering kali menjadi beban bagi anggaran rumah tangga. Salah satu komoditas yang harganya kerap fluktuatif adalah bawang merah. Meskipun bukan kebutuhan pokok, fungsinya sebagai bumbu wajib masakan Indonesia membuat permintaannya selalu tinggi.

Melansir distan.bulelengkab.go.id, Minggu 28 Desember 2025, menanam bawang merah sendiri di rumah menggunakan media polybag merupakan solusi cerdas untuk menyiasati mahalnya harga di pasaran. Metode ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki lahan terbatas, karena walaupun berukuran kecil, polybag sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan umbi yang berkualitas.

Selain untuk pemenuhan konsumsi harian, tanaman ini juga bisa berfungsi sebagai tanaman hias yang menambah kesan asri pada pekarangan rumah. Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah tanaman semusim yang menyukai daerah beriklim kering dengan suhu agak panas.

Untuk tumbuh optimal, tanaman tersebut membutuhkan pencahayaan sinar matahari sekitar 70 persen. Budidaya di rumah memungkinkan pengawasan yang lebih intensif dibandingkan penanaman di lahan luas. Produksi terbaik dihasilkan pada penanaman tempat terbuka, karena bawang merah termasuk tanaman yang memerlukan sinar matahari cukup panjang.

Tiupan angin sepoi-sepoi di sekitar rumah juga membantu proses fotosintesis dan mempercepat pembentukan umbi yang padat. Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, Anda tidak hanya menghemat biaya belanja, tetapi juga memastikan ketersediaan bumbu dapur yang segar dan bebas dari pestisida berlebih langsung dari halaman sendiri.

Persiapan Media Tanam dan Pemilihan Bibit Unggul

Langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan budidaya bawang merah dimulai dari persiapan media tanam. Ukuran polybag yang disarankan berdiameter 30 cm agar akar dan umbi memiliki ruang tumbuh yang cukup. Media tanam yang digunakan harus memiliki drainase yang baik dan kaya nutrisi.

Media tanam yang ideal terdiri dari campuran tanah gembur, arang sekam, dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Campuran ini memastikan tanah tetap remah dan tidak padat, sehingga umbi dapat membesar tanpa hambatan fisik dari media tanam.

Setelah media siap, pemilihan bibit menjadi kunci selanjutnya. Pastikan umbi bawang yang akan ditanam dalam kondisi segar, bebas hama, dan telah dibersihkan dari kulit luar yang mengelupas. Sangat disarankan untuk menggunakan umbi yang sudah disimpan selama 2,5 hingga 4 bulan karena pada masa tersebut titik tumbuhnya sudah mencapai 80 persen.

Sebelum membenamkan bibit ke media tanam, potong kecil ujung umbi. Tindakan ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan tunas secara serempak.

Setelah dipotong, campurkan bibit dengan fungisida dan biarkan beberapa jam. Saat menanam, benamkan umbi ke dalam tanah dengan kedalaman hingga mencapai leher umbi, pastikan bagian ujung yang dipotong menghadap ke atas agar tunas dapat tumbuh dengan tegak dan kuat.

Teknik Pemeliharaan dan Pemupukan Secara Berkala

Perawatan bawang merah dalam polybag memerlukan ketelatenan, terutama dalam hal penyiraman dan pemupukan. Pada fase awal pertumbuhan hingga musim kemarau, penyiraman sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yakni pagi dan sore. Namun, saat tanaman mulai memasuki usia 1,5 bulan, frekuensi penyiraman cukup dilakukan satu kali sehari saja.

Hal ini penting untuk menjaga kelembapan tanah agar tidak terlalu basah yang bisa memicu pembusukan umbi. Selain air, asupan nutrisi tambahan melalui pupuk kimia terkendali sangat diperlukan agar tanaman dapat memproduksi umbi yang besar dan berkualitas tinggi sesuai harapan konsumsi rumah tangga.

Jadwal pemupukan harus dilakukan secara rutin setiap minggu hingga tanaman berumur enam minggu. Dosis yang dianjurkan adalah campuran NPK (16-16-16) sebanyak 1 gram per polybag ke dalam 1 liter air, diberikan sebanyak satu gelas atau 200 ml per polybag. Cara pemberiannya adalah dengan dikocor atau disiramkan di sekitar pangkal tanaman, bukan langsung mengenai daunnya.

Selain NPK, saat tanaman berumur 1,5 bulan, berikan pupuk susulan berupa Urea sebanyak dua gram per polybag. Pemberian urea pada fase ini sangat krusial untuk memacu perkembangan umbi agar lebih maksimal. Kebersihan area sekitar tanaman juga harus dijaga dengan menyiangi gulma pada usia dua minggu agar nutrisi pupuk sepenuhnya terserap oleh bawang merah, bukan oleh rumput liar.

Pengendalian Hama dan Prosedur Pemanenan yang Tepat

Menanam di lingkungan rumah memberikan keuntungan dalam pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Sangat disarankan untuk mengutamakan penggunaan pestisida nabati guna menjaga keamanan konsumsi keluarga. Penggunaan pestisida kimia hanya boleh dilakukan sebagai pilihan terakhir jika serangan hama sudah melewati ambang batas normal.

Pengawasan rutin terhadap kondisi daun dan batang akan membantu mendeteksi gangguan secara dini. Penyakit biasanya muncul jika kelembapan terlalu tinggi atau sirkulasi udara di sekitar polybag kurang lancar. Oleh karena itu, penataan letak polybag di area yang mendapat sinar matahari penuh sangat efektif meminimalisir risiko serangan jamur dan bakteri pada tanaman.

Proses yang paling ditunggu adalah masa panen. Waktu pemanenan bawang merah berbeda tergantung pada tujuan penggunaannya. Jika ingin dikonsumsi sendiri sebagai bumbu dapur, tanaman sudah bisa dipanen setelah berumur 60 hari.

Ciri-ciri tanaman yang siap panen adalah daun sudah berguguran dan menguning, leher batang tanaman kendor, umbi mencuat ke tanah, serta sebagian besar tanaman sudah rebah. Jika Anda berencana menyimpan hasil panen sebagai bibit untuk penanaman berikutnya, waktu panen harus diperpanjang hingga umur 70 hari agar umbi benar-benar matang sempurna.

Setelah dicabut, jemur umbi di bawah sinar matahari untuk mengeringkan kulit luar dan memperpanjang daya simpan. Dengan cara ini, kemandirian pangan dalam skala kecil dapat terwujud langsung dari pekarangan rumah Anda.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |