Nicholas Saputra Tanggapi Kasus Mobil Rantis Brimob Lindas Driver Ojol

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Nicholas Saputra ikut berkomentar mengenai kasus mobil rantis Brimob yang melindas pengemudi ojek online (ojol), Kamis, 28 Agustus 2025. Di akun X-nya, Nico membalas unggahan berisi permintaan maaf Kapolri Listyo Sigit Prabowo terkait peristiwa nahas tersebut.

"Mundur, pak," tulisnya singkat, Jumat, 29 Agustus 2025. Cuitan itu memicu reaksi publik, dengan tidak sedikit warganet merasa bangga karena seorang aktor ikut bersuara terhadap tragedi yang menimpa mendiang driver ojol tersebut.

Nicholas bukan satu-satunya pesohor yang bersuara akan kondisi genting saat ini. Kepergian Affan Kurniawan telah menciptakan gelombang duka mendalam di media sosial. Di antara banyak narasi, tidak sedikit yang menggunakan emoji bunga mawar layu sebagai simbol belasungkawa mereka.

Sejumlah selebritas yang turut bersuara atas ketidakadilan yang menghilangkan nyawa si driver ojol antara lain Tara Basro, Joko Anwar, Desta, Iqbaal Ramadhan, Anya Geraldine, Jefri Nichol, Wulan Guritno, Raisa, dan Ariel NOAH. Keprihatinan juga datang dari desainer Didiet Maulana dan desainer perhiasan, Wanda Ponika.

Permintaan Maaf Kapolri

Kanal News Liputan6.com melaporkan, Kapolri berkata, "Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya dan menyampaikan permintaan maaf resmi atas nama kepolisian. Saya juga secara pribadi meminta maaf pada seluruh komunitas ojek online."

Saat ini, ada tujuh anggota Brimob yang dinyatakan melanggar kode etik kepolisian dalam kejadian terbunuhnya Affan. Tujuh polisi tersebut dihukum penempatan khusus (patsus) selama 20 hari.

Di sidang Divisi Propam Polri yang disiarkan langsung, sopir mobil rantis yang menabrak Affan membuat pengakuan. Dia menjelaskan posisinya saat mengendarai mobil tersebut di tengah-tengah demo, menyebut, "Saya tidak mengerti posisi orang, karena saya tidak memperhatikan orang kanan kiri, pak. Saya tidak memperhatikan atau siapa-siapa."

Saat sidang Divpropam, tujuh orang itu terlihat mengenakan kaus hijau. Mereka diinterogasi sejumlah anggota Divpropam. 

Pengakuan Sopir Mobil Rantis

"Jalanan sudah banyak batunya, pak. Jadi, saya tidak mengerti apa-apa itu. Jadi, saya hantam saja. Karena itu belum, selesai, pak, sudah. ​​Massa penuh, pak," kata terduga pelaku tersebut.

Sang sopir mengaku tidak melihat Affan tertabrak hingga melindasnya. Dia mengaku hanya melihat massa sedang mengejarnya dengan sejumlah benda di tangan mereka. "Nah, saat itu, itu (jalanan) penuh. Asap itu penuh. Jadi, saya pakai lampu tembak, saya fokus ke depan, pak."

Terpisah, kanal News Liputan6.com melaporkan, bentrokan aksi kembali pecah setelah massa menembus barisan aparat TNI yang berjaga di depan Mako Brimob di Jalan Kramat Kwitang, Jakarta, Sabtu, 30 Agustuus 2025.

Sekitar pukul 18.30 WIB, Sabtu, massa melempari aparat dengan botol, batu, petasan, serta kembang api sehingga situasi jadi tidak terkendali.

Demo di Mako Brimob

Prajurit TNI yang sebelumnya berada di barisan depan terpaksa mundur. Kepolisian kemudian mengambil alih dengan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan.

Massa berusaha melawan dengan kembali menyalakan petasan dan melemparkan benda ke arah aparat, namun kepulan gas air mata memukul mundur mereka.

Hingga pukul 19.00 WIB, aparat Brimob terus mengintensifkan upaya pembubaran massa dengan tembakan gas air mata. Meski demikian, sebagian demonstran tetap bertahan dan sesekali membalas dengan lemparan batu dan kembang api ke arah petugas.

Suasana jalan dipenuhi kepulan gas air mata, sementara aparat masih melakukan penjagaan ketat untuk mengendalikan massa yang belum sepenuhnya bubar. Unjuk rasa tersebut merupakan lanjutan aksi protes terhadap insiden mobil rantis Brimob yang melindas Affan hingga meninggal dunia di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis malam.

Foto Pilihan

Penari Reog Ponorogo dari Sedulur Warok Ponorogo Bekasi beraksi saat pembukaan acara Parade Wastra Nusantara 2025 yang di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025). (KapanLagi.com/Budy Santoso)
Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |