Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari Dibuka Lagi, Gratis sampai 31 Januari 2026

2 weeks ago 35

Liputan6.com, Jakarta - Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari, disingkat MINHA, kembali dibuka untuk pengunjung umum setelah direvitalisasi. Selanjutnya, pengelola menguji coba layanan museum dan selama masa uji coba, tiket masuk museum digratiskan alias Rp 0 untuk seluruh kunjungan.

Museum tersebut berlokasi di kawasan Makam Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pesantren Tebuireng, Jombang. Meseum dengan bentuk bangunan seperti piramida itu berfungsi sebagai ruang pelestarian warisan budaya dan pusat edukasi sejarah Islam Indonesia dengan mengajarkan nilai-nilai Islam, toleransi terhadap keberagaman budaya, dan keteladanan KH Hasyim Asy'ari sebagai tokoh ulama nasional.

Proyesk revitaliasi museum dilakukan sejak September 2024. Tujuannya untuk menghadirkan wajah baru museum yang lebih segar, informatif, dan kontekstual, dengan penataan ruang pamer, alur kunjungan, serta penyajian narasi yang disusun lebih sistematis dan komunikatif.

Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB) selaku pengelola museum tersebut, Indira Esti Nurjadin, menyatakan revitalisasi itu mencakup lantai I dan lantai II, dengan penambahan ruang, zona tematik, serta penguatan narasi sejarah yang lebih komprehensif.

"Melalui pembukaan kembali MINHA, kami berharap sajian informasi koleksi mengenai bukti peradaban Islam di Indonesia—mulai dari awal masuknya Islam hingga masa Indonesia Merdeka—dapat tersampaikan secara lebih utuh," kata Esti, dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Rabu, 14 Januari 2026.

Masa Uji Coba Layanan Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari

Esti mengatakan masa uji coba layanan Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari berlangsung pada 13--31 Januari 2026. Uji coba layanan kunjungan ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, sistem layanan, serta pengalaman kunjungan yang aman, nyaman, dan edukatif bagi masyarakat dengan memantau dan mengevaluasi secara berkelanjutan sebagai dasar penyempurnaan layanan sebelum melakukan operasional dengan penuh.

Kunjungan berbayar akan diberlakukan kembali setelah masa uji coba selesai, mulai 1 Februari 2026. Esti menyatakan dengan revitalisasi, pengalaman pengunjung akan lebih kaya saat menelusuri perjalanan sejarah Islam di Indonesia. 

"Kehadiran wajah baru MINHA diharapkan tidak hanya melengkapi fungsi museum sebagai ruang penyimpanan koleksi, tetapi juga sebagai ruang dialog budaya, pembelajaran publik, serta rumah belajar sejarah peradaban Islam yang berperan dalam penguatan identitas bangsa yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Indira.

Diresmikan Presiden Jokowi

Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari ini mulai dibangun pada 2014 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas usulan dari KH Shalahuddin Wahid, tokoh dan pengelola Pesantren Tebuireng, Jombang. Museum ini diresmikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada  18 Desember 2018. 

Museum ini merupakan media untuk penguatan pendidikan karakter melalui berbagai informasi dan koleksi yang disajikan tentang kiprah perjuangan tokoh-tokoh dan karakteristik Islam di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai toleransi, gotong-royong, pantang menyerah, menghormati kebhinekaan dan inklusif, sehingga dapat menjadi rahmat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Saat awal pandemi, museum sempat ditutup dan dibuka kembali pada November 2021. Di lokasi itu dimakamkan beberapa tokoh nasional seperti KH Hasyim Asy'ari, KH Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid, KH Shalahudin Wahid, dan sejumlah anggota keluarga lainnya.

Koleksi Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari

Mengutip kanal Citizen Liputan6.com, Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari mengangkat tokoh-tokoh utama dalam sejarah islam seperti KH Hasyim Asy'ari dan Presiden ke-4 RI K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Hal tersebut bisa dilihat melalui koleksi unggulan, seperti Jubah Mbah Hasyim dan naskah kitab kuno.

Berbagai koleksi di museum ini menawarkan pengalaman partisipatoris bagi pengunjung, komunitas, organisasi, dan tokoh-tokoh Islam di Indonesia. Koleksi-koleksi tersebut merepresentasikan toleransi dari keberagaman dengan melibatkan berbagai pihak sebagai bentuk memelihara warisan keislaman Nusantara.

Tak hanya melihat koleksi-koleksinya, pengunjung juga bisa mengikuti beberapa program edukasi publik yang digelar pihak pengelola, seperti Resolusi Jihad maupun Bulan Gus Dur. Program-program tersebut menjadi sarana untuk menginspirasi pengunjung tentang nilai-nilai Islam yang toleran dan inklusif.

Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy'ari membuka layanan setiap Selasa-Minggu pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Pengunjung juga bisa mendapat layanan pemanduan dan bioskop di museum ini dengan melakukan reservasi terlebih dahulu.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |