Mulai 2026, Buang Sampah dan Meludah Sembarangan di Kuala Lumpur Malaysia Bakal Didenda hingga Rp 8 Juta

1 day ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Mulai Kamis, 1 Januari 2025, semua orang, termasuk wisatawan, yang kedapatan membuang sampah sembarangan atau meludah di tempat umum di sekitar Kuala Lumpur, Malaysia, akan dikenakan denda hingga 2 ribu ringgit (sekitar Rp 8 juta). Para pelanggar juga terancam melakukan lebih dari 12 jam pelayanan masyarakat selama enam bulan.

Melansir The Strait Times, Jumat, 2 Januari 2025, Direktur Departemen Kesehatan dan Lingkungan Hidup Kuala Lumpur, Nor Halizam Ismail, mengatakan, sehubungan dengan kampanye Visit Malaysia 2026, DBKL akan meningkatkan penegakan hukum melalui operasi anti-pembuangan sampah sembarangan dan anti-meludah secara rutin di seluruh Ibu Kota.

Operasi tersebut akan difokuskan pada tempat-tempat wisata populer untuk mengurangi pembuangan sampah kecil, seperti puntung rokok dan botol minuman, di area publik, serta meludah di trotoar. Praktik ini tidak hanya mengotori lingkungan sekitar, tapi juga mencoreng citra negara, katanya.

Nor Halizam mengatakan dalam program Apa Khabar Malaysia di Bernama TV pada Selasa, 30 Desember 2025, "Tujuan kami bukan hanya untuk menghukum, tapi juga mendidik masyarakat agar lebih disiplin dan menghormati ruang publik bersama."

Ia mengatakan, DBKL juga menetapkan empat zona bebas sampah meliputi Jalan Bukit Bintang, Dataran Merdeka, Jalan Tun Perak, serta kawasan komersial Brickfields, demi memperkuat citra kota bersih dan tertib. Nor Halizam menambahkan bahwa DBKL tidak akan berkompromi dengan standar kebersihan di tempat usaha makanan dan toilet umum.

Mematuhi Standar Kebersihan

Nor Halizam menyebut, pemilik dan kontraktor akan disanksi jika terbukti gagal mematuhi standar kebersihan. "Kami memantau sekitar 7.450 tempat usaha makanan setiap saat untuk memastikan tidak ada kontaminasi makanan atau serangan hama seperti tikus dan kecoa," ujarnya.

"DBKL juga menganggap serius kebersihan toilet umum dan akan memantau dari waktu ke waktu atau setiap kali ada keluhan yang diterima," katanya, menekankan bahwa langkah-langkah tersebut penting untuk memastikan kenyamanan wisatawan dan warga lokal yang mengunjungi ibu kota Malaysia.

Nor Halizam mendesak masyarakat membantu menjaga kebersihan kota dengan membuang sampah dengan benar dan mematuhi peraturan kebersihan. Ia menambahkan bahwa sikap dan perilaku masyarakat mencerminkan citra negara mereka.

Wisatawan-Wisatawan Pertama pada 2026

Para wisatawan pertama yang tiba di Malaysia pada 2026 disambut dengan perayaan budaya dan tas berisi suvenir gratis sebagai bagian dari kampanye Visit Malaysia 2026 (VM2026) pada Kamis, 1 Januari 2026, lapor The Star. Acara tersebut berlangsung di Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Suvenir yang diterima termasuk gantungan kunci VM2026, camilan lokal, serta voucer sponsor dari berbagai merek dan layanan lokal. Para wisatawan juga menikmati pengenalan budaya warisan Malaysia, yang menampilkan pertunjukan lokal yang meriah dan mencicipi durian yang disajikan sebagai es krim Musang King gratis.

Selain itu, maskot VM2026, Wira dan Manja, Beruang Madu Malaya, tampil khusus. Kehadirannya menarik perhatian wisatawan yang dengan antusias berfoto dengan karakter-karakter yang menawan tersebut.

Peluncuran Visit Malaysia 2026

Upacara ini hanyalah salah satu dari banyak acara serupa yang diadakan di 55 titik masuk utama di seluruh 13 negara bagian pada Kamis, 1 Januari 2026. Rangakainnya menandai peluncuran VM2026.

Turut hadir di KLIA adalah Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia, Datuk Seri Tiong King Sing, yang menekankan komitmen pihaknya untuk memastikan keberhasilan VM2026 melalui inisiatif penyambutan seperti ini.

"Kami ingin menunjukkan bahwa negara kami sangat ramah, dan bahwa budaya kami menawarkan sambutan hangat pada wisatawan dari seluruh dunia. Acara ini mencerminkan komitmen kami untuk menyambut pengunjung sebagai bagian dari VM2026," katanya, setelah secara pribadi menyapa wisatawan dan membagikan tas berisi suvenir di KLIA pada Kamis.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |