Mimpi Buruk Youtuber Kunjungi Angkor Wat: Dipukuli Turis Rusia, Diancam Polisi Kamboja

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Seorang YouTuber perjalanan berbagi pengalaman tak menyenangkan saat liburan ke Angkor Wat, Kamboja. Lewat video berdurasi sekitar 24 menit di saluran Country Collectors, Adam sang pembawa acara mengaku diserang 'secara brutal' oleh seorang turis Rusia. Mimpi buruknya berlanjut setelah polisi Kamboja mengancam akan memenjarakan para korban jika mereka mengajukan tuntutan hukum.

"Selama kunjungan saat matahari terbit ke Angkor Wat—salah satu situs Buddha paling suci di dunia—teman saya Olivia dan saya diserang oleh turis lain di depan kerumunan, pemandu, dan petugas keamanan," tulis Adam, nama Youtuber itu dalam kolom keterangan video yang diunggah pada 4 Januari 2026 itu.

Ia menerangkan bahwa kejadian itu berlangsung cepat, terjadi di Ta Prohm, kuil terkenal yang menjadi lokasi syuting film Tomb Raider. Insiden dimulai ketika seorang pria yang merupakan turis Rusia menyerobot antrean untuk berfoto di spot favorit para pengunjung. Ia dan Olivia, temannya, lalu menegur turis yang digambarkannya arogan.

Mengutip The Thaiger, Senin, 5 Januari 2026, pria itu menuntut agar mereka mengambil fotonya. Ketika YouTuber menyuruhnya untuk menunggu dalam antrean seperti orang lain, pria itu menjadi agresif. Ia menyatakan, "Saya orang Rusia, saya bisa melakukan apa pun yang saya mau," sebelum menguntit keduanya.

Meskipun Adam memohon bantuan, petugas keamanan di dekatnya mengabaikan situasi yang semakin memburuk. Konfrontasi berubah menjadi kekerasan ketika pria itu meninju wajah Olivia dan mendorong Adam ke tanah.

Polisi Ancam Penjarakan Youtuber

Turis Rusia itu meludahi mereka dan dengan kasar mencungkil mata YouTuber tersebut, menyebabkan kehilangan penglihatan sementara. YouTuber tersebut melawan balik untuk membela diri, menyebabkan penyerangnya melarikan diri.

Dalam video tersebut terlihat mata Adam yang memar. Tubuhnya juga penuh luka. Ia lalu melaporkan kejadian itu pada polisi. Alih-alih dapat empati, Youtuber itu menggambarkan polisi yang menemuinya memperlakukannya seperti penjahat. Petugas menjaganya di rumah sakit untuk memastikan dia "tidak melarikan diri."

Di kantor polisi, petugas memberikan ultimatum yang mengejutkan. Mereka memberi tahu para korban bahwa berdasarkan hukum setempat mengenai kekerasan di tempat-tempat suci, mengajukan pengaduan resmi akan mengakibatkan kedua belah pihak, termasuk para korban, menjalani hukuman tiga tahun penjara.

Dipaksa Tulis Surat Permintaan Maaf

Polisi beralasan bahwa karena YouTuber tersebut melawan balik, hukum menganggap insiden tersebut sebagai 'perkelahian' dan bukan penyerangan. Untuk menghindari penahanan segera dan proses pengadilan yang panjang, petugas memaksa keduanya untuk menandatangani surat permintaan maaf kepada rakyat Kamboja dan polisi sebagai imbalan atas kebebasan mereka.

YouTuber tersebut menyatakan bahwa dia merilis video tersebut meskipun ada risiko untuk memperingatkan para pelancong lainnya. Dia menekankan bahwa dalam keadaan darurat, hukum dan pejabat setempat mungkin tidak memberikan perlindungan. Meskipun ia marah kepada pihak berwenang, ia mengungkapkan simpati yang mendalam kepada penduduk setempat yang harus hidup di bawah sistem peradilan ini setiap hari.

"Saya ingin menegaskan: video ini bukanlah serangan terhadap Kamboja atau rakyatnya. Orang-orang Kamboja yang kami temui selama perjalanan kami baik, hormat, dan mendukung. Kisah ini ada karena para pelancong perlu memahami apa yang dapat terjadi ketika sistem gagal—dan mengapa membela diri sendiri dan orang lain masih penting," tulis Adam lagi.

Sekilas Sejarah Angkor Wat

Mengutip Arts and Culture Google, Angkor Wat adalah sebuah gugus bangunan candi di negara Kamboja yang merupakan salah satu monumen keagamaan terbesar di dunia. Candi yang berdiri di atas situs seluas 1.626.000 m² ini mula-mula dibangun sebagai candi agama Hindu Kerajaan Khmer yang memuja Dewa Wisnu, namun lambat laun berubah menjadi candi agama Buddha menjelang akhir abad ke-12.

Angkor Wat dibangun oleh Raja Khmer Suryawarman II pada permulaan abad ke-12 di Yaśodharapura, ibu kota Kemaharajaan Khmer, sebagai candi negara sekaligus tempat persemayaman abu jenazahnya. Berbeda dari raja-raja pendahulunya yang memuja Dewa Siwa, Raja Suryawarman II justru membangun Angkor Wat untuk dibaktikan kepada Dewa Wisnu.

Sebagai candi yang paling terawat di kawasan percandian Angkor, Angkor Wat merupakan satu-satunya candi yang masih menjadi pusat keagamaan penting semenjak didirikan. Mahakarya langgam klasik arsitektur Khmer ini telah menjadi salah satu lambang negara Kamboja, ditampilkan pada bendera negara Kamboja, dan menjadi daya tarik wisata utama negara itu.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |