Mengapa Skinny Jeans dan Millennial Pink yang Populer pada 2016 Mendominasi Tren Mode 2026?

1 day ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Baru tiga minggu memasuki 2026, dunia mode kembali sibuk menggali memori satu dekade silam. Fenomena ini bukan sekadar kerinduan biasa, kita sedang menyaksikan bagaimana item mode populer pada 2016 bertransformasi dan menemukan relevansi barunya pada 2026.

Melansir Vogue, Minggu (18/1/2026), jika sepuluh tahun lalu kita mengenal era kejayaan Alessandro Michele di Gucci atau Hedi Slimane di Saint Laurent, kini elemen-elemen ikonik seperti skinny jeans, warna millennial pink, hingga sepatu bot runcing kembali menghiasi panggung peragaan busana dan jalanan kota besar. Kebangkitan ini terasa unik karena tidak sekadar menjiplak masa lalu secara mentah-mentah, melainkan mengadaptasinya dengan napas modern yang lebih terkendali.

Para pakar mode melihat bahwa tren terbaik sebenarnya tidak pernah benar-benar hilang, mereka hanya berganti bentuk sesuai kebutuhan zaman. Christian Allaire, penulis mode senior, memberikan kesaksiannya mengenai estetika rocker yang dulu sangat populer.

"Saya mengenakan banyak syal kurus (skinny scarves) pada era 2016, yang sangat dipengaruhi oleh Hedi Slimane di Saint Laurent. Dipadukan dengan celana kulit, skinny jeans, dan bot berhak, secara pribadi saya merasa tampilan rocker keren ini tidak pernah benar-benar 'kuno'. Mari kita hidupkan kembali di tahun 2026," ungkapnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa elemen-elemen mode dari sepuluh tahun lalu masih memiliki daya tarik yang kuat untuk dieksplorasi kembali hari ini.

Kembalinya Celana Skinny dan Sepatu Ikonis

Salah satu perdebatan paling hangat di tahun 2026 adalah kembalinya skinny jeans. Meski sempat dianggap ketinggalan zaman oleh generasi yang lebih muda, celana ketat ini membuktikan ketangguhannya di lemari pakaian global.

Talia Abbas, seorang shopping director, mengenang masa-masa ia pindah ke New York dengan koleksi celana ketatnya. "Tahun 2016 adalah tahun di mana saya membawa seluruh koleksi skinny jeans saya saat pindah untuk kuliah pascasarjana. Saya memakainya di musim dingin dengan bot selutut dan sepatu ballet flats di musim panas," katanya.

"Sebagai bagian dari lemari pakaian saya, itu adalah tampilan yang lebih baik dibiarkan di jalur kenangan, tetapi saya tahu orang lain merasa berbeda. Seorang kolega bertanya kepada saya beberapa hari lalu di mana dia bisa menemukan skinny jeans hitam," kenangnya.

Selain celana, alas kaki dari era tersebut juga menunjukkan kebangkitan yang signifikan. Sepatu bot sepergelangan kaki (ankle boots) ternyata tidak pernah benar-benar meninggalkan radar mode, sementara ballet flats yang sempat terabaikan kini muncul kembali dengan semangat baru.

Estetika Feminin dari Millenial Pink

Libby Page, executive shopping director, bahkan masih menyimpan koleksi lamanya untuk dipakai saat ini. "Tidak mengherankan jika sepatu bot pergelangan kaki tidak pernah lekang oleh waktu. Saya sebenarnya masih memiliki bot Acne saya dari 2016 di lemari pakaian dan saya sedang memakainya saat kita berbicara," ujarnya. 

Tren 2026 juga menyambut kembali palet warna yang sempat mendefinisikan sebuah generas, Millennial Pink. Warna merah muda yang lembut ini kembali hadir sebagai penyeimbang untuk gaya yang lebih berani dan tajam. Minty Mellon, editor pasar belanja, menyambut baik kembalinya warna ini ke dalam rotasi pakaian harian.

"Meskipun saya tidak bisa mendukung kebangkitan setiap tren 2016, warna merah muda adalah salah satu yang dengan senang hati saya sambut kembali. Saya suka menganggapnya sebagai sentuhan romansa halus untuk menyeimbangkan tampilan yang lebih edgy," kata Minty. Warna ini memberikan nuansa nostalgik sekaligus segar jika dipadukan dengan material modern. 

Jaket Bomber Kembali

Di sisi lain, jaket bomber yang menjadi item wajib sepuluh tahun lalu kini bermorfosi menjadi lebih mewah. Jika dulu kita mengenal versi satin dengan bordir, versi 2026 hadir dengan material kulit yang lebih santai dan berkualitas tinggi. Madeline Fass, direktur pasar mode, mengamati perubahan siluet ini secara mendalam.

"Siluet jaket bomber terasa sangat relevan saat ini, tetapi versi 2026 hadir dalam kulit santai yang lembut ala Khaite, YSL, dan Nour Hammour," jelasnya. Transformasi ini menunjukkan bahwa mode tahun 2026 menghargai struktur klasik namun menuntut kenyamanan dan kualitas material yang lebih superior dibandingkan era sebelumnya.

Tas tangan dari era 2016 kini menjadi barang buruan utama di situs-situs barang bekas. Istilah "It Bags" kembali menggema saat orang-orang mulai mencari koleksi lama dari Saint Laurent atau Balenciaga yang pernah mendominasi media sosial VSCO satu dekade lalu. Minty Mellon menyarankan untuk mulai memeriksa pasar barang bekas untuk menemukan harta karun tersebut.

Tas Ikonis dan Sepatu Selop

"Sudah waktunya untuk mulai menggali di eBay untuk tas-tas ikonis 2016. Saya merasa cukup beruntung karena mempertahankan Saint Laurent Sac de Jour saya, tetapi saya pasti akan menjelajahi internet untuk tas belanja Balenciaga bergaris itu, saya mengincarmu!" tuturnya penuh semangat.

Selain tas, sepatu selop tanpa belakang (backless loafers) juga mengalami masa kejayaan kedua. Tren ini berakar dari desain legendaris Alessandro Michele di Gucci yang dulu menjadi favorit banyak orang. Andrea Zendejas, editor pasar belanja, merasa sangat antusias melihat sepatu ini kembali populer pada tahun ini 2026 karena kepraktisannya.

"Sangat keren sekali lagi, mereka juga merupakan pilihan sepatu yang sempurna saat Anda terburu-buru keluar rumah," kata Andrea. Secara keseluruhan, gaya 2026 adalah tentang mengambil inspirasi terbaik dari masa lalu dan mempertimbangkannya dengan kebutuhan masa kini, menciptakan harmoni mode yang fungsional namun tetap penuh gaya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |