Maskapai Korea Selatan Larang Penumpang Bawa Perangkat Berbaterai Lithium ke Pesawat, Termasuk Catokan Nirkabel

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Maskapai Korea Selatan semakin ketat mengatur perangkat berbaterai lithium bawaan penumpang pesawat. Beragam perangkat pemanas bertenaga baterai, termasuk catokan nirkabel, efektif dilarang masuk ke dalam pesawat, baik bagasi kabin maupun bagasi tercatat, untuk menekan risiko kebakaran akibat baterai lithium-ion.

Melansir Korea Times, Minggu, 18 Januari 2026, seorang turis asal Australia, Ellie Tran, membagikan pengalamannya soal kebijakan tersebut. Ia terpaksa meninggalkan catokan nirkabel senilai sekitar 500 ribu won (sekitar Rp5,4 juta) di Bandara Internasional Incheon sebelum naik penerbangan pulang ke Sydney.

Kepada Daily Mail, ia mengaku telah beberapa kali membawa catokan yang sama tanpa insiden, bahkan terbang ke Korea Selatan dengan alat tersebut. Namun saat pulang, ia diberitahu harus membuang perangkat berisi baterai litihium-ion itu karena tidak dapat dilepas sehingga petugas keamanan mengaggapnya sebagai risiko kebakaran.

Selain catokan, maskapai penerbangan Korea juga melarang penumpang membawa alat pengeriting rambut, setrika portabel, dan penghangat tangan isi ulang dengan baterai yang tidak dapat dilepas di bagasi kabin dan bagasi terdaftar di semua rute. Selain alat itu, petugas keamanan di Incheon dan pusat penerbangan utama Korea lainnya semakin sering menandai berbagai perangkat bertenaga baterai yang menghasilkan panas atau cahaya intentitas tinggi. 

Pengecualian diberikan hanya untuk perangkat dengan baterai yang dapat dileas secara fisik atau diputus sepenuhnya saat mode pesawat. Aturan ini mencerminkan panduan barang berbahaya dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), yang mendesak pengendalian ketat terhadap perangkat bertenaga lithium aktif karena sistem pemadam kebakaran kargo kesulitan untuk mengatasi kebakaran baterai.

Berkaca dari Insiden Kebakaran Air Busan

Pihak berwenang mengatakan penertiban ini menyusul serangkaian insiden yang melibatkan kebakaran baterai di atau dekat pesawat Korea. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kebakaran pesawat Air Busan di Bandara Internasional Gimhae akibat baterai portabel alias powerbank yang meledak.

Mengutip Chosun Biz, Kamis, 30 Januari 2025, para kru dan penumpang yang berada di dalam pesawat yang mengalami insiden tersebut berulang kali bersaksi bahwa 'kebakaran bermula di kompartemen atas'. Disebutkan bahwa anggota kru di dalam pesawat melihat asap dan api keluar dari dalam kompartemen atas yang tertutup saat berada di dapur belakang pesawat.

Kru saat itu langsung memberi tahu menara pengawas bahwa 'telah terjadi kebakaran di pesawat yang diparkir'. Sementara, seorang penumpang di pesawat yang mengalami insiden tersebut mengatakan kepada Kantor Berita Yonhap, "Setelah suara 'ketukan' terdengar dari kompartemen atas untuk barang bawaan, asap mulai muncul."

Seluruh 176 orang di dalam pesawat, termasuk 169 penumpang dan tujuh awak pesawat, serta satu personel perawatan, berhasil dievakuasi dengan selamat. Tujuh di antaranya terluka ringan. Dari jumlah tersebut, 110 orang telah kembali ke rumah, sementara 65 orang lain menginap di hotel.

Insiden Serupa Berulang Terjadi

Insiden serupa kemudian terulang pada penerbangan ke dan dari Incheon. Kejadian-kejadian tersebut memperkuat pandangan regulator bahwa perangkat apa pun yang mampu memanaskan diri sendiri di ruang tertutup dapat dengan cepat menjadi mengancam jiwa jika pelarian termal menyebar ke barang-barang di dekatnya.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi lalu memerintahkan maskapai penerbangan untuk memperlakukan “perangkat pemanas baterai yang tidak dapat dilepas” sebagai barang berisiko tinggi, sambil memperketat aturan tentang di mana dan bagaimana baterai lithium lainnya dibawa.

Setelah serangkaian insiden sejak Maret 2025, penumpang semakin disarankan untuk menyimpan power bank dan rokok elektrik di dalam kantong yang telah ditentukan dan di saku mereka, bukan di kompartemen atas, untuk memastikan respons segera jika terjadi kebakaran. Pengisian daya power bank portabel selama penerbangan juga sangat dibatasi.

Pembatasan Serupa Diterapkan di Jepang dan Negara Lainnya

Panduan bandara Incheon juga menekankan bahwa baterai lithium di atas 160 watt-jam dilarang, dan bahkan baterai cadangan yang lebih kecil hanya diperbolehkan di kabin dengan batasan khusus maskapai penerbangan.

Penertiban ini menyelaraskan Korea dengan Jepang, dengan regulator juga telah melarang alat penata rambut tanpa kabel dengan baterai yang tidak dapat dilepas dari kabin dan bagasi. Amerika Serikat dan negara-negara Eropa juga membatasi barang-barang tersebut hanya di tas jinjing dengan penutup pengaman wajib dan kunci anti-aktivasi.

Para pelancong tidak harus membuang gadget mahal mereka. Sejak 2017, bandara Incheon mengoperasikan meja "penyimpanan dan kurir" di dekat area keamanan tempat penumpang dapat menyimpan barang-barang mereka hingga perjalanan berikutnya atau mengirimkannya ke alamat di Korea daripada membuangnya, meskipun produk baterai tidak dapat dikirim melalui udara ke luar negeri.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |