Liputan6.com, Jakarta - Labubu mini terbaru yang diluncurkan produsen mainan Tiongkok, Pop Mart International Group Ltd., terjual habis hampir seketika di pasar domestik dan pasar-pasar utama di luar negeri. Hal ini menunjukkan antusiasme konsumen terhadap boneka mewah bertelinga kelinci itu belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Mengutip Bloomberg, Sabtu, 30 Agustus 2025, mainan-mainan tersebut ludes dalam hitungan menit setelah dirilis di pasar-pasar utama Pop Mart, termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, ketika pra-penjualan dimulai sekitar pukul 10.00 waktu Hong Kong. Di China, semua stok yang tersedia ludes hampir seketika setelah penjualan daring dibuka pukul 22.00 waktu setempat pada Kamis, 28 Agustus 2025, dengan lonjakan pengunjung yang menyebabkan halaman toko WeChat Pop Mart macet.
Richard Lin, analis di SPDB International Holdings Ltd. mengatakan bahwa, "Popularitas seri baru ini menunjukkan bahwa antusiasme konsumen terhadap Labubu tetap kuat." Saham Pop Mart ditutup turun 0,6 persen pada Jumat, 29 Agustus 2025, setelah berfluktuasi.
Lin juga mengatakan bahwa pasar sudah memperhitungkan kehebohan boneka Labubu mini baru, dengan harga saham melonjak mencapai rekor setelah pendiri dan CEO Wang Ning mengumumkan lini baru tersebut minggu lalu. Para kolektor maupun penjual kembali berusaha mendapatkan rilisan baru ini.
Reseller yang Untung Besar
Xiaolei Wang, seorang programmer Beijing berusia 26 tahun dan reseller Labubu paruh waktu, berhasil mendapatkan satu set 14 kotak Labubu mini baru di toko WeChat Pop Mart, tetapi tidak dapat membeli lagi karena sudah habis terjual. Ia mengatakan, "Saya akan menjual seluruh paketnya. Saya tidak akan menyimpan Labubu untuk diri sendiri."
Ia menghasilkan lebih dari USD7.000 (sekitar Rp114 juta) dari pembelian dan penjualan kembali Labubu dan mainan Pop Mart lainnya selama setahun terakhir. 28 Labubu mini edisi standar, yang tingginya sekitar 10,5 sentimeter (4,1 inci) dan tersedia dalam berbagai warna, dihargai CNY79 (sekitar Rp181 ribu) per buah di Tiongkok.
Pop Mart mengatakan ada peluang satu banding 168 untuk menarik salah satu dari dua boneka edisi khusus dari kotak yang tidak bertanda. Perusahaan juga mulai menjual versi boneka yang lebih besar dan lebih premium yang dijual seharga CNY499 (sekitar Rp1,1 juta) dan sebuah liontin bertema Labubu.
Antusiasme dan Keluhan Pembeli
Pop Mart memanfaatkan lonjakan permintaan untuk boneka itu dengan membukukan laba semester pertama yang melonjak dan lebih kuat dari perkiraan awal Agustus 2025. Sahamnya melonjak 260 persen tahun ini hingga penutupan perdagangan Jumat, sehingga total nilai pasarnya mencapai HKD433 miliar (sekitar Rp911 triliun) dan menjadikan pendirinya salah satu miliarder termuda di Tiongkok.
Jeff Zhang, analis Morningstar Inc. mengatakan, "Kami belum memiliki perkiraan spesifik mengenai peningkatan penjualan Labubu, tetapi ini seharusnya berdampak positif bagi keseluruhan penjualan Pop Mart, terutama di luar negeri." Ia juga menjelaskan bahwa Pop Mart meluncurkan versi mini mainan tersebut untuk menarik pelanggan yang lebih fokus pada gantungan kunci ponsel dan aksesori yang lebih kecil.
Di media sosial Tiongkok yang mirip Instagram, Xiaohongshu, para penggemar memamerkan boneka mini yang berhasil mereka dapatkan, sekaligus bertukar tips tentang cara menukarnya untuk mendapatkan warna yang mereka sukai. Selain kegembiraan, ada juga kekhawatiran tentang pengerjaan versi baru ini, dengan beberapa pembeli mengeluhkan kepala boneka mereka bengkok dan kaki atau telinga yang tidak rata.
Penjualan Kembali Kencang di Platform E-commerce
Beberapa hari sebelum peluncuran resmi, para penjual di platform perdagangan barang bekas, termasuk Xianyu milik Alibaba Group Holding Ltd., telah menawarkan pra-penjualan produk mini Labubu terbaru dengan harga lebih tinggi daripada harga eceran. Seorang penjual mematok harga satu kotak penuh berisi 14 mini Labubu seharga CNY2.600 (sekitar Rp5,9 juta), menjanjikan pengiriman cepat pada Jumat, 29 Agustus 2025.
Harga tersebut dua kali lipat lebih tinggi dari harga eceran resmi sebesar CNY1.106 (sekitar Rp2,5 juta) untuk satu set berisi 14 kotak. Di Dewu, platform pasar gelap terbesar di Tiongkok, dua edisi khusus mini Labubu masing-masing dihargai CNY859 (sekitar Rp1,9 juta). Wang berencana menjual setnya dengan harga sekitar CNY1.700 (sekitar Rp3,9 juta), yang akan menghasilkan keuntungan sekitar CNY600 (sekitar Rp1,3 juta).
Banyak mainan Pop Mart yang harganya lebih mahal di pasar Barat daripada di Tiongkok. Labubu mini akan ditawarkan seharga USD22,99 (sekitar Rp377 ribu) di Amerika Serikat, menurut situs web Pop Mart di Amerika, sekitar dua kali lipat harga di Tiongkok.