Kritik Kenaikan Harga Tiket Masuk Museum Nasional Indonesia: Ingin Cerdas Saja Mahal

13 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Keputusan pemerintah untuk menaikkan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia dua kali lipat untuk pengunjung domestik terus menuai kritik. Sejumlah pegiat pendidikan menilai keputusan itu membuat akses pada ilmu pengetahuan yang tersimpan di museum menjadi semakin mahal.

"Kebijakan pengelola Museum Nasional indonesia yang menaikkan harga tiket masuk sampai dua kali lipat tanpa pertimbangan matang justru memberatkan warga negara untuk belajar. Ingin jadi cerdas saja butuh biaya mahal," kata Nurfahmi Budi, pendiri Sanggar Askala Edukasi, dalam keterangan tertulis kepada Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 2 Januari 2026.

Nurfahmi menyatakan pengelola perlu lebih transparan terkait latar belakang keputusan menaikkan harga tiket masuk museum yang disebutnya 'mahal'. Hal itu, kata dia, tidak bisa sekadar untuk peningkatan mutu layanan.

Menurut dia, Museum Nasional Indonesia yang dikelola pemerintah tidak boleh bertindak seperti swasta yang mengejar keuntungan besar. "Sudah pasti ada ketersediaan anggarannya dari negara karena Museum Nasional Indonesia (MNI) punya pemerintah. Jadi, alasan perbaikan layanan bisa dialokasikan dari anggaran negara," sambungnya.

Kekecewaan juga dilontarkan Kartini, salah seorang guru sekolah swasta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dia merasa makin banyak pengeluaran hanya untuk dapat belajar ke museum.

"Harga tiket masuk MNI terbaru untuk dewasa itu Rp50.000 dan pelajar Rp30.000, maka jika saya berkunjung membawa lima murid saja, bisa menghabiskan sampai Rp200.000. Padahal, kami sebagai tenaga pendidik dan para murid ingin juga belajar ke museum," keluhnya.

Alasan Menteri Kebudayaan soal Menaikkan Harga Tiket Masuk Museum Nasional

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerangkan alasan pihaknya menaikkan harga tiket masuk museum dua kali lipat untuk pengunjung domestik dan tiga kali lipat untuk turis asing.

"Kepada masyarakat umum kita tingkatkan, supaya ada apresiasi kepada museum dan juga pada pengunjung wisatawan asing terutama, sehingga mereka bisa melihat, mengapresiasi juga museum kita," kata Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon ditemui di Museum Nasional Indonesia Jakarta, Rabu, 31 Desember 2025.

Harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia mulai Kamis, 1 Januari 2026, naik dari Rp25 ribu menjadi Rp50 ribu. Sementara, harga tiket untuk pelajar adalah Rp30 ribu dan anak di bawah usia 3 tahun gratis.

Harga tiket masuk untuk turis asing menjadi Rp150 ribu, naik tiga kali lipat dari sebelumnya. Sedangkan, harga tiket masuk untuk pemegang KITAS adalah Rp50 ribu. Seluruhnya belum termasuk tiket masuk imersifa yang harganya Rp35 ribu per orang. Meski begitu, sejumlah golongan dibebaskan dari biaya masuk, yakni pengunjung lansia yang berusia di atas 60 tahun, anak yatim piatu, dan kaum disabilitas.

"Ada juga area yang non-ticketing. Jadi di wilayah ini, orang tidak harus membayar tiket ketika masuk saja," sambungnya.

Targetkan Peningkatan Kunjungan ke Museum Nasional Indonesia

Dengan kenaikan harga tersebut, Menbud optimistis jumlah kunjungan ke museum akan naik pada tahun ini. Dari biasanya rata-rata 7000--8000 pengunjung di hari biasa dan 10--12 ribu di masa libur panjang, bisa meningkat hingga 15 ribu pengunjung per hari. 

"Kita harapkan dengan fasilitas nanti yang semakin membaik, apalagi nanti kalau ruangan yang di belakang telah kita revitalisasi, renovasi, kita harapkan pengunjung Museum Nasional lebih dari 15 ribu," ucap Menbud.

Museum Nasional Indonesia buka setiap Selasa--Minggu selama 12 jam sehari, mulai dari pukul 08.00--20.00 WIB. Pada libur dan cuti bersama tahun baru 2026, yakni 1--2 Januari 2026, museum tetap buka.

"Setelah libur, kita harapkan masyarakat ada alternatif bisa berkunjung ke tempat-tempat yang lebih edukatif," kata Menbud.

Seiring harga tiket masuk baru, pihak museum mengubah pintu masuk dari Gedung A ke area Sunken. "Yang tadinya pintu masuknya kecil di sebelah sana, sekarang di Sunken ini. Akan kita coba terus perbaiki sehingga jumlah yang datang ke sini akan jauh lebih banyak," ujarnya.

Fasilitas Umum Belum Optimal

Sementara itu, dalam pantauan Lifestyle Liputan6.com saat berkunjung ke museum tersebut pada Rabu, 31 Desember 2025, sejumlah fasilitas publik masih belum optimal. Salah satunya fasilitas tempat ibadah atau musala. 

Musala yang eksisting saat ini terbilang sempit dan kurang terawat dengan karpet berdebu dan mukena kurang bersih. Untuk itu, pengelola menyiapkan masjid yang lebih luas di dekat lobi area Sunken, termasuk area berwudu. Sebelumnya, ruangan itu digunakan sebagai perpustakaan museum. 

Sementara itu, papan petunjuk di museum masih kurang, khususnya untuk mengarahkan pengunjung yang hendak mengeksplorasi lantai 2 dan 3 museum. Akses yang tersedia juga hanya lift dengan kapasitas terbatas, sementara eskalator tidak berfungsi dan dipasangi pembatas. 

Di sisi lain, kantin yang disiapkan pihak museum tersedia dalam pilihan menu dan kapasitas tempat duduk terbatas. Sedangkan, ruang anak yang berlokasi dekat pintu masuk baru museum juga tidak beroperasi. Ada tanda ruangan tidak bisa diakses padahal waktu menunjukkan pukul 17.00 WIB. Museum Nasional Indonesia diketahui beroperasi mulai pukul 08.00--20.00 WIB setiap Selasa--Minggu.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |