Liputan6.com, Jakarta - Yogyakarta, atau yang akrab disebut Jogja, tidak hanya dikenal dengan kekayaan budaya dan sejarahnya, tetapi juga sebagai pusat pengembangan wisata berkelanjutan di Indonesia. Konsep wisata berkelanjutan di Jogja menawarkan pengalaman liburan yang ramah lingkungan, mendukung pelestarian alam, serta memberdayakan masyarakat lokal. Wisata berkelanjutan adalah konsep pariwisata yang bertujuan menjaga keseimbangan antara kebutuhan wisatawan saat ini dengan kepentingan generasi mendatang, melibatkan pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana, pelestarian budaya lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dengan berkunjung ke destinasi wisata berkelanjutan, Anda tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga belajar bagaimana kita bisa berperan dalam menjaga keindahan tersebut untuk generasi berikutnya. Liburan yang dikombinasikan dengan unsur edukasi juga membuat perjalanan terasa lebih bermakna. Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar tentang alam, sejarah, budaya lokal, hingga pentingnya menjaga lingkungan.
Artikel ini akan memberikan rekomendasi destinasi wisata berkelanjutan di Jogja yang tidak hanya indah, tetapi juga menawarkan pembelajaran tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dari desa wisata yang dikelola masyarakat hingga geopark yang menyimpan sejarah bumi, setiap tempat menjanjikan pengalaman yang tak terlupakan dan inspiratif. Mari jelajahi Jogja dengan cara yang lebih bertanggung jawab dan bermakna, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (31/12/2025).
Desa Wisata Berkelanjutan: Berinteraksi Langsung dengan Komunitas Lokal
Desa wisata berkelanjutan adalah destinasi yang dikelola oleh masyarakat setempat dengan prinsip-prinsip konservasi alam, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Konsep ini memungkinkan pengunjung merasakan kehidupan pedesaan yang autentik sambil berkontribusi pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan komunitas.
1. Desa Wisata Pentingsari (Sleman)
Desa Wisata Pentingsari di Sleman adalah contoh sukses wisata berkelanjutan di Jogja yang dikelola oleh masyarakat setempat. Desa ini menawarkan pengalaman hidup ala pedesaan sambil menjaga kelestarian alam dan budaya, bahkan dikenal sebagai desa wisata berkelanjutan internasional.
Pengunjung dapat merasakan pengalaman langsung seperti membajak sawah, menangkap ikan, dan belajar membuat tempe, dengan keseharian masyarakat yang menyatu dengan alam. Desa ini menerapkan sistem pengelolaan limbah dengan kompos dan daur ulang, serta menggunakan energi terbarukan seperti panel surya.
2. Desa Wisata Nglanggeran (Gunungkidul)
Desa Wisata Nglanggeran di Gunungkidul adalah destinasi yang wajib dikunjungi jika Anda ingin merasakan langsung wisata berkelanjutan. Desa ini merupakan model ekoeduwisata yang berhasil menggabungkan keindahan alam Gunung Api Purba dengan pengelolaan yang melibatkan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.
Di desa ini, Anda bisa belajar tentang konservasi air dan pengelolaan sumber daya alam yang efisien, terutama di sekitar Embung Nglanggeran yang menjadi ikon desa ini. Aktivitas yang bisa dilakukan meliputi konservasi air di Embung Nglanggeran dan pendakian Gunung Api Purba.
Tak hanya itu, Desa Nglanggeran juga merupakan bagian dari Geopark Gunung Sewu yang diakui oleh UNESCO. Desa ini dikenal dengan pengelolaan yang melibatkan masyarakat lokal dan merupakan bagian dari Geopark Gunung Sewu yang diakui oleh UNESCO.
3. Desa Wisata Karangrejo
Rekomendasi wisata berkelanjutan berikutnya adalah Desa Karangrejo. Destinasi desa wisata berkelanjutan yang memikat ini telah diakui dan disertifikasi sebagai Desa Wisata Berkelanjutan oleh Kemenekraf. Desa ini menawarkan keindahan alam yang memesona, dengan salah satu daya tarik utamanya adalah Gereja Ayam atau Bukit Rhema.
Pengunjung dapat menjelajahi Kebun Buah Karangrejo, mengikuti aktivitas bertani yang edukatif, atau mencoba membuat kerajinan tangan tradisional. Salah satu aktivitas menarik di sini adalah mengikuti tur pertanian organik dan belajar bagaimana masyarakat setempat menerapkan praktik-praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Desa ini memiliki program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang bertujuan untuk mengurangi limbah plastik dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Selain itu, terdapat program homestay yang memungkinkan wisatawan merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Destinasi Konservasi Alam: Menjaga Ekosistem dan Keanekaragaman Hayati
Destinasi konservasi alam berfokus pada pelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati, seringkali melalui restorasi lingkungan dan edukasi publik. Tempat-tempat ini menawarkan pengalaman yang memungkinkan pengunjung untuk terhubung dengan alam sambil belajar tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekologis.
4. Taman Sungai Mudal (Kulon Progo)
Taman Sungai Mudal di Kulon Progo adalah destinasi wisata berkelanjutan di Jogja yang fokus pada restorasi sungai dan ekowisata. Kawasan ini terkenal dengan air terjun yang jernih dan suasana yang asri.
Aktivitas di sini meliputi menikmati air terjun alami, berpartisipasi dalam program penanaman pohon, dan belajar tentang penghijauan yang dijaga oleh komunitas lokal. Nilai keberlanjutannya terletak pada fokus restorasi sungai dan ekowisata, serta upaya rehabilitasi ekosistem air.
5. Kebun Buah Mangunan (Bantul)
Kebun Buah Mangunan adalah salah satu destinasi wisata berkelanjutan di Jogja yang menggabungkan keindahan alam dengan pertanian organik. Kebun ini menerapkan sistem pertanian bebas pestisida, mendukung kelestarian tanah dan ekosistem, serta menciptakan harmonisasi antara pertanian dan alam.
Pengunjung bisa belajar tentang budidaya buah secara alami dan menikmati pemandangan kebun serta bukit yang indah. Ini adalah eduwisata yang mengajarkan pentingnya pertanian berkelanjutan.
6. Hutan Pinus Mangunan (Bantul)
Berdekatan dengan Kebun Buah Mangunan, Hutan Pinus Mangunan juga menjadi salah satu wisata berkelanjutan di Jogja yang wajib dikunjungi. Hutan ini dikelola dengan prinsip konservasi, menjaga kelestarian pohon pinus dan satwa liar di dalamnya.
Aktivitas yang bisa dilakukan meliputi trekking santai sambil menikmati udara segar dan camping di area yang disediakan (pastikan membawa perlengkapan ramah lingkungan). Pengelola melibatkan masyarakat lokal dalam menjaga kebersihan dan keasrian hutan, serta menghasilkan udara segar dari pepohonan pinus.
Geopark dan Edukasi Geologi: Menyingkap Sejarah Bumi
Geopark adalah area geografis tunggal dan terpadu di mana situs dan lanskap geologi yang memiliki signifikansi internasional dikelola dengan konsep perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. Destinasi ini menawarkan kesempatan untuk belajar tentang sejarah geologi bumi, formasi batuan, dan ekosistem unik yang terbentuk di dalamnya.
7. Geopark Sewu (Gunungkidul)
Geopark Sewu adalah area yang kaya akan keindahan geologi, seperti gua, air terjun, dan pantai, dengan prinsip konservasi dan keberlanjutan. Geopark ini menggabungkan keindahan alam, keanekaragaman hayati, dan budaya lokal dalam satu paket yang memikat.
Aktivitas yang bisa dilakukan meliputi eksplorasi gua, menikmati air terjun, dan belajar tentang batuan serta fosil unik yang berasal dari Geopark Gunung Sewu. Ini adalah destinasi sempurna untuk belajar tentang alam sambil berpetualang.
8. Gunung Api Purba Nglanggeran
Selain Embung Nglanggeran, desa ini juga memiliki Gunung Api Purba Nglanggeran yang menawarkan petualangan mendaki yang menantang. Gunung ini bukan gunung berapi aktif, melainkan formasi batuan purba yang terbentuk ratusan juta tahun lalu.
Dari puncaknya, Anda bisa melihat pemandangan spektakuler yang membentang hingga ke cakrawala. Aktivitas yang bisa dilakukan adalah pendakian untuk menikmati pemandangan spektakuler dan belajar tentang formasi batuan purba. Nilai keberlanjutannya terletak pada pendidikan geologi dan ekosistem karst, serta menjadi bagian dari Geopark Gunung Sewu yang diakui UNESCO.
Destinasi Restorasi Ekosistem: Mengembalikan Keseimbangan Alam
Destinasi restorasi ekosistem adalah tempat-tempat yang dulunya mengalami kerusakan lingkungan dan kini telah direhabilitasi menjadi area yang lestari dan bermanfaat. Konsep ini menunjukkan bagaimana upaya manusia dapat mengembalikan keseimbangan alam dan menciptakan ruang hijau yang edukatif bagi masyarakat.
9. Kali Gajah Wong (Yogyakarta)
Kali Gajah Wong telah bertransformasi dari area kumuh menjadi destinasi wisata Kota Yogyakarta yang terdaftar di 500 Besar ADWI 2023. Penamaan “Gajah Wong” adalah bentuk penghormatan dari kerajaan yang konon ada pada abad ke-17 kepada abdi dalem kerajaan dan salah satu gajah kerajaan yang hanyut di kali ini saat banjir tiba.
Aktivitas yang ditawarkan meliputi wisata air di Dermaga Cinta, edukasi konservasi sungai, dan kunjungan ke Bendhung Lepen yang kini menjadi kolam ikan. Dengan berkembangnya Wisata Dermaga Cinta di Kali Gajah Wong, kebersihan dan keasrian bantaran kali selalu terjaga.
Nilai keberlanjutannya tercermin dari program 3MK (Mundur, Munggah, Madhep Kali) yang menata permukiman, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, dan pengembangan UMKM lokal. Budaya masyarakat untuk membuang sampah atau limbah di kali mulai berubah, dan sungai kini dianggap sebagai halaman depan rumah.
10. Ledoksambi Ecopark (Sleman)
Ledoksambi Ecopark adalah destinasi alam hijau di Lembah Kali Kuning, Sleman, yang fokus pada pelestarian alam, pemberdayaan masyarakat lokal, dan aktivitas ramah lingkungan. Terletak di lereng Merapi, tempat ini menawarkan alam terbuka hijau.
Aktivitas yang bisa dilakukan meliputi outbound edukatif dan menikmati area alam terbuka hijau. Nilai keberlanjutannya adalah fokus pada pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal, serta menyediakan area terbuka hijau tanpa tiket masuk utama.
Kawasan Wisata Terpadu: Pengalaman Holistik yang Berkelanjutan
Kawasan wisata terpadu menggabungkan berbagai daya tarik wisata dalam satu wilayah, seringkali dengan fokus pada pengembangan holistik yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pendekatan ini memungkinkan pengunjung untuk menikmati beragam pengalaman sambil mendukung keberlanjutan seluruh kawasan.
11. Kawasan Bukit Menoreh (Kulonprogo)
Kawasan Wisata Bukit Menoreh di Kulonprogo adalah surga tersembunyi bagi pecinta alam dan budaya, menawarkan pemandangan alam perbukitan yang memukau. Di ujung barat Yogyakarta, Anda akan menemukan Perbukitan Menoreh yang menawarkan pemandangan alam luar biasa.
Beragam pilihan wisata, mulai dari bukit hingga kuliner, bisa Anda nikmati saat berkunjung ke sini. Aktivitas yang bisa dilakukan meliputi trekking, menikmati matahari terbit dan terbenam, belajar kerajinan tangan tradisional, dan mencicipi kuliner khas Kulonprogo seperti geblek dan tempe benguk.
Selain pemandangan yang menakjubkan, Menoreh juga merupakan contoh bagaimana kawasan wisata bisa dikembangkan tanpa merusak alam. Nilai keberlanjutannya adalah pengembangan kawasan wisata tanpa merusak alam, praktik konservasi, dan upaya menjaga ekosistem lokal.
12. Embung Nglanggeran
Embung Nglanggeran terletak di Gunungkidul dan menjadi salah satu destinasi wisata berkelanjutan di Jogja terbaru yang memadukan keindahan alam dengan konsep ekowisata. Embung ini adalah danau buatan yang indah, dibangun untuk konservasi air dan menjadi habitat ikan lokal.
Aktivitas yang bisa dilakukan meliputi kayaking di danau dan berfoto di gardu pandang dengan pemandangan memukau. Nilai keberlanjutannya adalah konservasi air, menjadi habitat ikan lokal, dan edukasi kepada pengunjung untuk tidak meninggalkan sampah serta menjaga kebersihan.
Wisata Berkelanjutan dengan Keunikan Spesifik: Pengalaman Unik Berbasis Keberlanjutan
Kategori ini mencakup destinasi yang mungkin tidak secara tradisional diklasifikasikan sebagai desa wisata atau geopark, tetapi mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam operasional atau konsepnya. Mereka menawarkan pengalaman unik yang tetap berfokus pada dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat.
13. Geblek Pari Nanggulan (Kulon Progo)
Geblek Pari Nanggulan menawarkan pengalaman wisata yang menyatu dengan alam dan tradisi lokal. Konsepnya adalah wisata kuliner dan alam berbasis kearifan lokal serta pertanian berkelanjutan.
Pengunjung dapat mempelajari proses pembuatan Geblek (makanan khas) dari sumber lokal, mengamati pola pertanian berkelanjutan di hamparan sawah hijau Bukit Menoreh, dan mengikuti acara budaya seperti pertunjukan tari tradisional. Nilai keberlanjutannya meliputi pemanfaatan bahan baku lokal (singkong), menjadi pusat edukasi rantai nilai produk lokal, dan menyajikan kuliner dengan bahan-bahan segar dari daerah sekitar.
14. Studio Gamplong (Sleman)
Studio Gamplong adalah studio film yang terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sering digunakan untuk syuting film-film layar lebar. Destinasi ini menunjukkan bahwa industri kreatif juga dapat mengusung prinsip keberlanjutan.
Meskipun informasi spesifik mengenai integrasi edukasi lingkungan atau konsep keberlanjutan dalam operasional Studio Gamplong tidak dijelaskan secara rinci dalam sumber yang tersedia, potensi untuk praktik green filming dan kolaborasi dengan komunitas lokal sebagai kru serta pemasok kebutuhan produksi sangat besar. Pengunjung dapat membayangkan tur lokasi syuting yang dirancang dengan set natural dan minim konstruksi permanen, serta belajar tentang produksi film yang sadar lingkungan.
Tips Wisata Berkelanjutan di Jogja: Menjadi Wisatawan Bertanggung Jawab
Wisata berkelanjutan adalah kunci untuk memastikan bahwa generasi mendatang dapat terus menikmati keindahan Indonesia seperti yang kita nikmati hari ini. Dengan menerapkan tips berikut, Anda dapat menjadi wisatawan yang bertanggung jawab dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat lokal.
- Sebelum Berangkat: Riset destinasi dengan prinsip keberlanjutan, pilih akomodasi yang ramah lingkungan, dan siapkan perlengkapan minim sampah seperti botol minum isi ulang dan tas belanja sendiri.
- Selama Perjalanan: Gunakan transportasi umum atau sewa sepeda untuk mengurangi jejak karbon, dukung UMKM dan produk lokal, serta ikuti aturan konservasi di setiap destinasi.
- Etika Berkunjung: Hormati budaya dan tradisi lokal, bawa botol minum dan wadah makanan sendiri, serta partisipasi dalam program edukasi lingkungan yang ditawarkan.
Dengan begitu, generasi mendatang juga bisa menikmati keindahan yang sama seperti yang kita nikmati hari ini.
FAQ
Q: Apa bedanya wisata biasa dengan wisata berkelanjutan?
A: Wisata berkelanjutan fokus pada tiga aspek: lingkungan (konservasi), sosial (pemberdayaan masyarakat), dan ekonomi (keberlanjutan jangka panjang). Ini berbeda dengan wisata biasa yang mungkin lebih berorientasi pada hiburan semata tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.
Q: Apakah wisata berkelanjutan di Jogja cocok untuk keluarga?
A: Sangat cocok! Banyak destinasi menawarkan aktivitas edukatif untuk semua usia, seperti Desa Pentingsari dan Kebun Buah Mangunan. Wisata edukasi di Jogja dikemas secara kreatif dan ramah pengunjung, dengan konsep belajar melalui aktivitas langsung, simulasi, permainan, hingga workshop.
Q: Bagaimana cara memastikan destinasi benar-benar berkelanjutan?
A: Perhatikan indikator seperti apakah destinasi dikelola masyarakat lokal, memiliki program konservasi yang jelas, meminimalkan sampah plastik, dan menyediakan edukasi lingkungan. Destinasi yang disertifikasi oleh lembaga terkait, seperti Kemenekraf, juga menjadi indikator kuat.
Q: Apa kontribusi yang bisa saya berikan sebagai wisatawan?
A: Anda bisa berkontribusi dengan menggunakan jasa pemandu lokal, membeli produk lokal, mengikuti workshop edukatif, patuhi aturan konservasi, dan menyebarkan kesadaran tentang pentingnya wisata berkelanjutan.
Q: Apakah ada paket wisata berkelanjutan di Jogja?
A: Ya, beberapa agensi seperti Perjalanan Pintar menawarkan paket khusus wisata berkelanjutan. Banyak desa wisata juga memiliki paket lengkap yang mengintegrasikan pengalaman budaya dan alam dengan prinsip keberlanjutan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210440/original/034300900_1746507844-Smoothie_mentimun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460094/original/004399000_1767230537-WhatsApp_Image_2026-01-01_at_05.55.56.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5460026/original/031674800_1767199754-WhatsApp_Image_2025-12-31_at_22.06.03__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459956/original/053532400_1767183526-Sate_daging_sapi_masak_teflon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460030/original/031877900_1767201773-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459969/original/049783900_1767183944-Depositphotos_745062266_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459563/original/069143500_1767164830-flossie3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459937/original/051712200_1767181333-Depositphotos_363242512_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458450/original/060697100_1767080000-dasainer_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5046399/original/038771500_1733912546-45.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459554/original/040237300_1767164450-SaveGram.App_607426610_18556103995040842_3230574984325993092_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2720086/original/097927000_1549257832-beef-close-up-cuisine-1352264.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459217/original/027058500_1767156768-Screenshot_2025-12-31_115115.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379420/original/044525500_1760345516-jagung_bakar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459534/original/035279900_1767163616-Burn_Cheesecake.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406401/original/023370600_1762570391-Bola-bola_coklat_di_dalam_kotak__IG_seeisall_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459540/original/053356700_1767164164-saus_daging_gril.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4379359/original/024565300_1680282918-photo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459498/original/084371200_1767162587-pexels-nadin-sh-78971847-12918198.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458797/original/076367100_1767090631-soft-cookie-5195326_1280.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4763684/original/016326400_1709707430-kereta_api_nataru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347525/original/083062600_1757675276-SnapInsta.to_543107841_18526684450015278_5485787036975048528_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1754987/original/026621500_1509348143-20171030-Vietnam-Adit1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360651/original/024353600_1758712937-SnapInsta.to_549127995_18051123983556714_494170281947543192_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544161/original/099781700_1692463898-WhatsApp_Image_2023-08-19_at_10.23.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350664/original/027185300_1758004811-Screenshot_2025-09-16_133834.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4918754/original/030969800_1723694238-cimahi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348639/original/004944200_1757841924-Screenshot_2025-09-14_162436.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352627/original/038329600_1758105491-unnamed__30___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363725/original/098536500_1758960184-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371271/original/098149800_1759644548-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1474388/original/004496700_1484626501-IMG_20170110_123013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2891369/original/012427100_1566627744-800px-Desa_Padusan_Pacet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4836979/original/089302800_1716174604-20240519BL_Stadion_Batakan_20.jpg)