Harga Tiket Masuk Museum Nasional Indonesia Naik 2 Kali Lipat per 1 Januari 2026, Begini Alasan Menbud

6 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia resmi naik pada Kamis, 1 Januari 2026. Kenaikannya bervariasi, ada yang sampai tiga kali lipat. Meski begitu, sejumlah golongan dibebaskan dari biaya masuk, yakni pengunjung lansia yang berusia di atas 60 tahun, anak yatim piatu, dan kaum disabilitas.

"Kepada masyarakat umum kita tingkatkan, supaya ada apresiasi kepada museum dan juga pada pengunjung wisatawan asing terutama, sehingga mereka bisa melihat, mengapresiasi juga museum kita," kata Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon ditemui di Museum Nasional Indonesia Jakarta, Rabu, 31 Desember 2025.

Ia membandingkannya dengan tiket masuk di museum-museum Eropa. Menurut Menbud, harga tiket masuk museum di Eropa rata-rata termurah 12 euro, sekitar Rp235 ribu, hingga termahal 65 euro, sekitar Rp1,3 juta. "Di kita, ini semua masih terjangkau dan juga terutama bagi para pelajar, harganya harga khusus," imbuh Fadli.

Harga tiket masuk Museum Nasional Indoensia untuk pengunjung dewasa per 1 Januari 2026 menjadi Rp50 ribu, naik dua kali lipat dari sebelumnya Rp25 ribu. Sementara, harga tiket untuk pelajar adalah Rp30 ribu dan anak di bawah usia 3 tahun gratis.

Harga tiket masuk untuk turis asing menjadi Rp150 ribu, naik tiga kali lipat dari sebelumnya. Sedangkan, harga tiket masuk untuk pemegang KITAS adalah Rp50 ribu. Seluruhnya belum termasuk tiket masuk imersifa yang harganya Rp35 ribu per orang.

"Ada juga area yang non-ticketing. Jadi di wilayah ini, orang tidak harus membayar tiket ketika masuk saja," sambungnya.

Museum Nasional Indonesia Buka 12 Jam

Museum Nasional Indonesia buka setiap Selasa--Minggu selama 12 jam sehari, mulai dari pukul 08.00--20.00 WIB. Pada libur dan cuti bersama tahun baru 2026, yakni 1--2 Januari 2026, museum tetap buka.

"Setelah libur, kita harapkan masyarakat ada alternatif bisa berkunjung ke tempat-tempat yang lebih edukatif," kata Menbud.

Untuk itu, pihak museum mengubah pintu masuk dari Gedung A ke area Sunken. "Yang tadinya pintu masuknya kecil di sebelah sana, sekarang di Sunken ini. Akan kita coba terus perbaiki sehingga jumlah yang datang ke sini akan jauh lebih banyak," ujarnya.

Jelang malam tahun baru 2026, jumlah pengunjung Museum Nasional diperkirakan bisa sampai 8.000 orang. Sedangkan, jumlah kunjungan di masa libur panjang biasanya berskisar antara 10 ribu hingga 12 ribu orang. Pada 2026, pihaknya berharap angka kunjungan bisa meningkat hingga 15 ribu penjung per hari.  

"Kita harapkan dengan fasilitas nanti yang semakin membaik, apalagi nanti kalau ruangan yang di belakang telah kita revitalisasi, renovasi, kita harapkan pengunjung Museum Nasional lebih dari 15 ribu," ucap Menbud.

Pameran yang Ada di Museum Nasional Indonesia

Di masa libur panjang Tahun Baru 2026, sejumlah pameran digelar di Museum Nasional Indonesia. Salah satu yang paling disorot adalah pameran Sejarah Awal Peradaban Manusia di Nusantara.

Pameran itu menampilkan fosil terkait Java Man atau manusia Jawa yang merupakan Pithecanthropus Erectus atau Homo Erectus yang baru kembali dari Belanda. Koleksi itu merupakan bagian dari Koleksi Eugene Dubois yang selama ini tersimpan di Naturalis Biodiversity Center, Belanda, selama 130 tahun.

"Masterpiece-nya sekarang sudah ada di atas. Kita juga membuat satu storyline, mulai dari lukisan-lukisan purba yang ditemukan di Maros, Pangkep yang umurnya sampai 51.200 tahun," kata Menbud.

Selain itu, ada pameran bertajuk Misykat yang ditampilkan di lantai 2 Gedung B. Pameran tersebut menyuguhkan narasi jejak sejarah perkembangan Islam di tanah air. Pameran ini menampilkan lebih dari 300 artefak yang membentang lebih dari seribu tahun lalu termasuk manuskrip Al-Quran, batu nisan, peninggalan arsitektur, dan karya seni.

Ada juga pameran Melawan Tanpa Gentar yang bercerita tentang perjuangan Indonesia memperjuangkan kemerdekaannya. Juga ada pameran Semai yang menceritakan soal pangan lokal.

Planetarium Kembali Dibuka Setelah 13 Tahun

Sementara, Planetarium kembali dibuka setelah 13 tahun ditutup untuk direnovasi. Pembukaannya menarik minat pengunjung, bahkan mereka harus war tiket untuk mendapatkannya.

Di tengah kesulitan mendapatkan tiket, viral di media sosial salah satu akun menawarkan tiket Planetarium seharga Rp 30.000 per tiket. Padahal, diketahui tiket Planetarium hanya seharga Rp10.000 per tiket.

Sejumlah warganet pun mengkritik akun media sosial (medsos) tersebut. Warganet menilai praktik calo tersebut merupakan penyebab sulitnya masyarakat mendapatkan tiket Planetarium.

Sejumlah warganet juga langsung mengeluhkan terkait sulitnya mendapatkan tiket Planetarium di akun Instagram resmi Pramono. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membantah ada calo yang menjual tiket Planetarium dengan harga lebih tinggi.

"Enggak ada, enggak ada calo. Nggak mungkin ada calo," tegas Pramono saat dijumpai di Jakarta Pusat dilansir Antara, Senin, 26 Desember 2025. Apabila memang terbukti terdapat calo yang menjual tiket Planetarium, dia akan meminta Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk bertanggung jawab.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |