Habis Biaya Lebih dari Rp336 Juta, Operasi Pengecilan Payudara Berujung Penyesalan

13 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Lisa Hart (45) merasa 'tidak bahagia' dengan tubuhnya setelah memiliki lima anak dan ingin 'merapikan' tubuhnya. Ia lalu memesan operasi payudara untuk pengecilan dan rekonstruksi di sebuah klinik di Glasgow, Inggris, dengan biaya USD 20 ribu (sekitar Rp 336 juta). 

Operasi berlangsung selama empat jam pada Mei 2025, tetapi hasilnya tak bertahan lebih dari seminggu. Lisa mengaku cairan hijau bocor ke perban dari payudara kanannya. 

Ia lalu memprotes klinik tersebut, tetapi mereka menyebut hal itu normal. Empat minggu berikutnya, cairan hijau itu tak lagi keluar, tapi lubang seukuran kacang polong muncul di payudara kanannya. 

Mengutip NY Post, Sabtu, 10 Januari 2026, Lisa, yang juga mengalami gejala seperti demam, terus menyampaikan kekhawatirannya kepada klinik selama lebih dari sebulan tetapi mengklaim bahwa ia diabaikan. Ia lalu pergi ke rumah sakit pada Juni 2025. Dokter mengatakan bahwa ia mengalami sepsis dan mereka tidak punya pilihan selain mengangkat implan payudara kanannya. 

"Ada saat di mana saya berpikir saya akan mati. Anda mendengar semua kisah mengerikan – tetapi saya tidak pernah berpikir itu akan terjadi pada saya di sini, di Glasgow."

Lisa dirawat di rumah sakit selama 10 hari, tetapi alih-alih mendapatkan kembali tubuhnya sebelum hamil dan payudara yang 'pas' seperti yang "diimpikannya," ia hanya memiliki satu payudara yang lebih penuh. Perbedaan ukurannya mencapai satu cup - payudara kirinya berukuran C dan payudara kanannya berukuran B.

Berdampak pada Kesehatan Mental

Lisa mengaku kegagalan operasi itu berdampak pada kesehatan mentalnya. Ia juga merasa fisiknya melemah. "Seluruh cobaan ini telah membuat kepercayaan diri saya sangat rendah, dan saya merasa orang-orang masih menatap saya – tetapi karena alasan yang berbeda," sambungnya.

"Saya tetap di rumah dan hanya keluar untuk alasan medis atau belanja kebutuhan pokok. Dan saya bahkan dirawat karena angina akibat stres yang luar biasa," sambungnya.

Ia mengaku setiap hari harus mengenakan pakaian yang longgar untuk menutupi payudaranya. "Dan saya bahkan berani melihat diri saya di cermin," ujarnya.

Ia sempat mencoba memperbaiki ukuran payudaranya. Namun karena kompleksitas prosedurnya, Lisa mengklaim bahwa tidak ada klinik lain yang bersedia menanganinya. "Sekarang saya tidak punya pilihan lain selain kembali ke klinik yang menyebabkan ini sejak awal," kata Lisa.

Peringatan bagi Calon Pasien Operasi Plastik

Dengan "tidak ada rencana saat ini" untuk memperbaiki payudaranya, ia ingin menggunakan pengalamannya untuk memperingatkan wanita lain agar lebih berhati-hati dalam menjalani operasi dan agar klinik bertanggung jawab atas tindakan mereka. Pesan utamanya adalah untuk "mencintai diri sendiri."

"Suami dan seluruh keluarga saya telah terpengaruh oleh ini – dan saya tahu salah satu anak saya dapat merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan saya, dan itu menghancurkan hati saya."

"Ini sangat melelahkan dan merupakan penyesalan terbesar. Aku menjalani ini dengan keinginan agar orang-orang tidak menatapku atau menganggapku sebagai objek seksual karena tubuhku. Kurasa aku harus lebih berhati-hati dengan apa yang kuharapkan," ujarnya.

Jika Lisa masih bisa melanjutkan hidup, tidak demikian dengan Mary Magdalene, influencer yang juga pecandu operasi plastik dan tato. Ia tewas mengenaskan pada 9 Desember 2025 siang.

Ia jatuh dari sebuah kondominum di Patong, Thailand, beberapa jam setelah check-in untuk menginap semalam di tempat tersebut. Jenazahnya baru ditemukan keesokan harinya di area parkir gedung setelah pukul 13.30 waktu setempat.

Pesan Terakhir Sebelum Mati

Polisi dari Kepolisian Patong mengonfirmasi kematiannya setelah jatuh dari balkon lantai sembilan. Mengutip The Thaiger, Senin, 15 Desember 2025, pihak berwenang Thailand belum mengumumkan kesimpulan apa pun terkait kasus tersebut dan investigasi masih berlangsung.

Hanya beberapa jam sebelum kematiannya, kreator konten asal Meksiko-Kanada itu membuat unggahan terakhir yang menyeramkan sebelum terjun dari balkon hotel hingga tewas. Perempuan bernama asli Denise Ivonne Jarvis Gongora itu membagikan cuplikan dari adegan terakhir film The Truman Show.

Di dalamnya, karakter Jim Carrey membungkuk dan berkata, "Jika aku tidak bertemu kalian lagi, selamat siang, selamat sore, dan selamat malam." Ini adalah adegan yang ia bagikan dalam unggahan tersebut bersama dengan foto yang tampaknya adalah fotonya saat masih kecil.

Waktu unggahan yang mengejutkan itu membuat para penggemar mempertanyakan apakah ia sengaja mengirimkan pesan kepada mereka. "Dia benar-benar cukup peduli pada kita untuk mengucapkan selamat tinggal," tulis salah satu penggemar di kolom komentar, dikutip dari laman news.com.au.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |