9 Wisata Hidden Gem Kulon Progo Jogja, Keindahan yang Jarang Terjamah

2 weeks ago 39

Liputan6.com, Jakarta - Kulon Progo sering kali hanya menjadi titik lewat menuju destinasi ikonik Yogyakarta lainnya. Padahal, kabupaten di barat Yogyakarta ini menyimpan segudang keindahan alam yang masih terjaga, jauh dari keramaian wisatawan massa. Di sinilah letak pesona sebenarnya bagi para pencari pengalaman liburan yang autentik dan menenangkan.

Bagi Anda yang lelah dengan destinasi yang terlalu ramai dan mencari ketenangan di alam, artikel ini hadir sebagai solusi. Kami akan mengupas tuntas berbagai wisata hidden gem Kulon Progo Jogja yang menawarkan panorama memukau, suasana damai, dan pengalaman yang berbeda.

Berikut adalah kumpulan rekomendasi terbaik, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (16/1/2026).

1. Pantai Congot - Sunset di Ujung Barat Jogja

Terletak di Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Pantai Congot adalah hidden gem yang menawarkan pemandangan sunset spektakuler di atas hamparan pasir hitamnya yang eksotis. Lokasinya yang dekat dengan Bandara YIA (Yogyakarta International Airport) membuat aksesnya semakin mudah.

Daya tarik utama pantai ini adalah cahaya keemasan matahari terbenam yang menyinari pasir hitam, menciptakan kontras yang dramatis dengan deburan ombak. Pantai ini juga menjadi spot memancing favorit dan Anda bisa menyaksikan aktivitas nelayan tradisional. Suasana tenangnya cocok untuk "healing".

Info Praktis:

  • Tiket Masuk: Rp 3.000 - Rp 6.000 per orang.
  • Biaya Parkir: Motor Rp 3.000, Mobil Rp 5.000.
  • Jam Operasional: Buka 24 jam.

2. Laguna Pantai Glagah - Infinity Pool Alami

Masih di Kecamatan Temon, tepatnya di Desa Glagah, terdapat fenomena alam unik bernama Laguna Pantai Glagah. Tempat ini menawarkan kolam laguna tenang yang terbentuk alami di tepi Samudra Hindia, bagaikan infinity pool raksasa.

Anda bisa menikmati kontras yang menakjubkan: di satu sisi ombak besar Samudra Hindia, di sisi lain air laguna yang tenang dan aman untuk berenang, bahkan untuk anak-anak. Aktivitas seperti berkeliling laguna dengan kapal kecil dan menikmati sunset di antara pemecah ombak (tetrapod) sangat sayang untuk dilewatkan.

Info Praktis:

  • Tiket Masuk: Rp 5.000 per orang.
  • Jam Operasional: Buka 24 jam.
  • Aktivitas: Penyewaan kapal kecil (gunakan jaket pelampung).

3. Pantai Srakung - Pantai Mungil yang Diselimuti Teduh

Meski secara administratif berada di Gunungkidul (Desa Pucung, Girisubo), Pantai Srakung kerap menjadi tujuan para penjelajah wisata hidden gem di sekitar Kulon Progo. Pantai ini memiliki keunikan berupa area pantai yang mungil (sekitar 15 meter) yang diapit oleh dua tebing hijau.

Suasana yang sangat sepi dan fasilitas yang minimal justru menjadi daya tariknya. Pantai ini cocok untuk Anda yang ingin benar-benar menyendiri, berpiknik, atau camping sederhana di tepi pantai dengan nuansa yang masih sangat alami.

Info Praktis:

  • Tiket Masuk: Gratis (belum ada retribusi resmi).
  • Jam Operasional: 24 jam.
  • Fasilitas: Sangat terbatas, disarankan bawa perlengkapan sendiri.

4. Wisata Kalibiru - Ikon Fotografi di Ketinggian

Wisata Kalibiru di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, mungkin sudah lebih terkenal, tetapi tetap menyimpan aura sebagai hidden gem berkat pemandangannya yang luar biasa dari ketinggian 450 mdpl. Spot foto ikoniknya seolah membawa Anda melayang di atas jurang dengan latar belakang Waduk Sermo dan garis pantai selatan Jawa.

Selain berburu foto, Anda bisa mencoba flying fox, high rope, atau sekadar trekking menikmati keasrian hutan yang telah direvitalisasi oleh masyarakat setempat. Harmoni antara hutan hijau dan perbukitan Menoreh menciptakan suasana yang menyegarkan.

Info Praktis:

  • Tiket Masuk: Hari biasa Rp 5.000, Weekend/libur Rp 10.000 per orang.
  • Biaya Parkir: Motor Rp 2.000, Mobil Rp 5.000.

5. Bukit Moyeng - Ritual Sunrise di Atas Awan

Terletak di Banaran, Pendoworejo, Girimulyo (Kawasan Perbukitan Menoreh), Bukit Moyeng adalah surga bagi pencinta sunrise. Dari ketinggian sekitar 380 mdpl, Anda bisa menyaksikan matahari terbit di atas hamparan awan dan tebing.

Lokasi ini juga kerap menjadi tempat penyelenggaraan festival budaya seperti "Nungsung Suryo" dan aktivitas camping. Medan yang cukup menantang menuju puncak akan terbayar lunas dengan panorama yang disuguhkan.

Info Praktis:

  • Akses: Menggunakan koordinat GPS, perjalanan sekitar 60 menit dari pusat Jogja.
  • Aktivitas: Camping, hiking, fotografi.

6. Pronosutan View - Jalan Setapak di Atas Hamparan Sawah

Pronosutan View di Dusun Pronosutan, Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan, menawarkan ketenangan khas pedesaan Jawa. Daya tarik utamanya adalah jalan beton sepanjang 1 kilometer yang membelah hamparan sawah hijau dengan latar belakang Perbukitan Menoreh.

Jalan ini menjadi spot foto yang instagramable. Anda juga bisa menyewa sepeda untuk bersepeda santai atau mengikuti paket gowes yang lengkap. Nikmati juga kuliner lokal di warung sekitar sambil memandang pemandangan sawah yang menyejukkan.

Info Praktis:

  • Sewa Sepeda: Mulai Rp 15.000 per jam.
  • Paket Gowes: Mulai Rp 125.000/orang (termasuk sepeda, guide, dll).

7. Puncak Segoro - Tebing yang Menghadap Langsung ke Laut Kidul

Puncak Segoro di Wiloso, Girikarto, Panggang, Gunungkidul, menawarkan pengalaman berbeda. Berlokasi di atas tebing yang langsung menghadap ke Samudra Hindia, tempat ini adalah spot terbaik untuk menikmati sunset spektakuler dengan panorama laut lepas.

Suasana di sini masih cukup tenang. Fasilitas yang tersedia memadai untuk sekadar duduk bersantai, menikmati angin laut, dan tentu saja, berfoto dengan latar pemandangan yang dramatis.

Info Praktis:

  • Tiket Masuk: Rp 5.000 per orang.
  • Jam Operasional: 08.00 - 18.00.

8. Air Terjun Kedung Pedut - Kolam Alami Dua Warna

Air Terjun Kedung Pedut di Kembang, Jatimulyo, Girimulyo, adalah hidden gem yang memukau. Air terjun ini memiliki beberapa kolam alami (kedung) dengan air yang jernih dan dapat berwarna hijau muda, menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik.

Lokasinya di kawasan Menoreh membuat perjalanan menuju kesini cukup menantang, tetapi sepadan. Aktivitas seperti berenang dan cliff jumping di kolam-kolam alaminya sangat populer di kalangan pengunjung.

Info Praktis:

  • Tiket Masuk: Rp 5.000 - Rp 20.000 per orang.
  • Jam Operasional: Sekitar 08.00 - 16.00.
  • Akses: Jalan pegunungan, disarankan kendaraan pribadi.

9. Curug Sidoharjo - Si Tertinggi di Kulon Progo

Curug Sidoharjo di Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, diklaim sebagai air terjun tertinggi di Kulon Progo dengan ketinggian sekitar 75 meter. Perjalanan menuju air terjun ini membutuhkan trekking singkat (sekitar 10 menit) melalui jalur yang masih alami.

Rasa lelah setelah trekking akan langsung terbayar dengan pemandangan curug yang tinggi dan deras, dikelilingi oleh hutan yang rimbun. Suasana di sini sangat segar dan cocok untuk melepas penat.

Info Praktis:

  • Aktivitas: Trekking, fotografi, menikmati panorama.
  • Tantangan: Jalur trekking cukup ekstrem, perlu persiapan fisik.

Tips Menjelajahi Hidden Gem Kulon Progo

  1. Kesiapan Kendaraan: Gunakan kendaraan pribadi (motor atau mobil) yang prima karena banyak lokasi berada di jalan pegunungan atau pedesaan dengan kondisi berliku.
  2. Patuhi Aturan & Lestarikan Alam: Jangan buang sampah sembarangan. Banyak tempat ini dikelola oleh masyarakat lokal, hormati aturan dan budaya setempat.
  3. Periksa Kondisi Terkini: Cuaca di pantai selatan dan perbukitan bisa berubah cepat. Selalu cek prakiraan cuaca dan info terkini di media sosial destinasi sebelum berangkat.
  4. Bawa Perlengkapan yang Cukup: Siapkan air minum, makanan ringan, uang tunai (ATM terbatas), pakaian ganti, obat pribadi, serta perlengkapan hiking atau pelindung matahari.
  5. Transportasi Umum Alternatif: Jika tanpa kendaraan pribadi, gunakan shuttle pariwisata seperti Joglosemar untuk mencapai wilayah Kulon Progo, lalu lanjutkan dengan menyewa kendaraan lokal atau ojek online.

FAQ Seputar Wisata Hidden Gem Kulon Progo Jogja

Q: Apa yang dimaksud dengan "hidden gem" di konteks wisata Kulon Progo?

A: Hidden gem mengacu pada destinasi wisata yang memiliki keindahan alam atau nilai budaya tinggi, tetapi belum terlalu masif dikunjungi atau dikomersialkan. Tempat-tempat ini menawarkan suasana lebih tenang, asri, dan pengalaman yang lebih autentik dibanding destinasi wisata utama.

Q: Destinasi mana yang cocok untuk keluarga dengan anak kecil?

A: Laguna Pantai Glagah sangat cocok karena adanya laguna tenang yang aman untuk anak bermain air. Pronosutan View juga ramah keluarga dengan jalan beton yang rata, cocok untuk jalan-jalan santai di tengah sawah.

Q: Dari mana titik start yang baik untuk menjelajahi Kulon Progo?

A: Kota Yogyakarta adalah titik start utama. Anda bisa menyewa kendaraan atau menggunakan shuttle ke terminal/wilayah tertentu di Kulon Progo. Destinasi tersebar di beberapa kecamatan seperti Temon (untuk pantai), Girimulyo/Kokap (untuk bukit & air terjun), serta Nanggulan/Samigaluh.

Q: Apakah perlu pemandu wisata (tour guide) untuk mengunjungi tempat-tempat ini?

A: Untuk sebagian besar destinasi, pemandu tidak wajib karena jalur dan petunjuk sudah cukup jelas. Namun, untuk aktivitas khusus seperti trekking intensif di Bukit Moyeng atau mengikuti paket gowes di Pronosutan, menggunakan jasa pemandu lokal akan lebih aman, informatif, dan mendukung perekonomian masyarakat.

Q: Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi wisata hidden gem di Kulon Progo?

A: Musim kemarau (April-Oktober) adalah waktu ideal. Cuaca cerah mendukung aktivitas outdoor dan pemandangan lebih jelas. Untuk pantai, hindari musim penghujan karena ombak besar dan berbahaya. Kunjungi bukit untuk sunrise (pagi sangat awal) dan pantai untuk sunset (sore hari).

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |