8 Desainer yang Meninggal Dunia pada 2025, Salah Satunya Perancang Busana Pribadi Putri Diana

17 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Dunia mode tak hanya diwarnai kreativitas dan kebahagiaan, tetapi juga kepergian dan kehilangan. Sejumlah desainer meninggal dunia sepanjang 2025, termasuk desainer favorit Putri Diana. Namun, nama dan jejak karya mereka masih dikenang hingga sekarang. Lifestyle Liputan6.com merangkum para desainer yang berpulang pada 2025 dari berbagai sumber:

1. Lynn Ban

Melansir People, Selasa, 30 Desember 2025, Lynn Ban, desainer perhiasan ternama sekaligus bintang serial Netflix Bling Empire: New York, meninggal dunia pada Senin, 20 Januari 2025. Kematiannya terjadi beberapa minggu setelah ia menjalani operasi darurat akibat kecelakaan ski fatal di Aspen pada Malam Natal 2024 yang menyebabkan pendarahan otak.

Putranya, Sebastian, mengenang sosok Lynn sebagai wanita terkuat dan sahabat terbaiknya yang selalu tersenyum meski di masa sulit. Kepergian Lynn mengguncang banyak rekan selebriti yang mengagumi selera modenya yang tajam serta kepribadiannya yang sangat baik hati kepada semua orang.

Penyanyi Rihanna memberikan penghormatan terakhirnya di kolom komentar, "Tahun 2025 benar-benar mengguncangku! Ini terlalu berat!!! Lynn, kau akan selalu menjadi ibu peri kami! Aku mencintaimu selamanya! Tak percaya aku menulis ini di kolom komentar sekarang! 😢💔 Terima kasih atas semua kebahagiaan yang kau berikan kepada kami!"

2. Sha'Vi Lewis

Menurut laporan People dan TMZ, Franklin 'ShaVi' Lewis Frierson Jr., mantan peserta Project Runway musim ke-18, meninggal dunia pada Senin, 24 Februari 2025, di usia 39 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pihak keluarga melalui media sosial, meskipun penyebab pasti kematiannya tidak diungkapkan ke publik.

Sepanjang kariernya, Sha'Vi dikenal sebagai desainer berbakat yang pernah merancang busana untuk serial Pose serta berbagai selebriti. Ia dipuji oleh rekan-rekannya sebagai sosok yang memberikan cinta dan dukungan tanpa henti bagi komunitas mode. Kepergiannya dianggap sebagai kehilangan besar bagi industri yang merindukan pancaran cahayanya.

"Dan aku benar-benar tidak tahu bagaimana memahami ini atau menjalani hidupku tanpa cintamu yang tanpa syarat, humormu yang menular, dan semangatmu yang murni. Tapi Shavi, aku tahu bahwa aku diberkati karena telah memilikimu dalam hidupku dan bahwa kamu akan selamanya menjadi bintang yang bersinar bagi keluargamu, teman-temanmu, dan komunitas mode," ujar Nancy Volpe Beringer, rekan sesama kontestan.

3. Rosita Missoni

Perancang busana Italia dan sosok yang dijuluki sebagai 'jenius warna', Rosita Missoni, meninggal dunia pada 2 Januari 2025 di usia 93 tahun. Kabar ini dikonfirmasi oleh presiden wilayah Lombardy Italia, Attilio Fontana, dikutip dari BBC. Ia menggambarkan kematiannya sebagai "kerugian besar bagi Italia, Lombardy, dan provinsi Varese tempat ia lahir dan tinggal".

Sebagai pendiri merek busana rajutan Missoni pada 1953 bersama suaminya, Ottavio, ia merupakan tokoh kunci yang membawa industri pakaian siap pakai Italia menembus pasar global. Melansir The Guardian, Rosita dikenal karena motif zig-zag dan desain kaleidoskopik yang menjadi ikon kemewahan gaya hidup Italia.

Karya-karyanya tidak hanya dianggap sebagai pakaian, tetapi juga karya seni yang memadukan berbagai warna dengan harmonis. Penghormatan terhadap warisannya terus mengalir sepanjang tahun ini. Dunia mode mengenang pasangan Missoni sebagai pionir.

4. Giorgio Armani

Melansir BBC News, maestro mode asal Italia, Giorgio Armani, meninggal dunia di usia 91 tahun dan diumumkan Armani Group pada Kamis, 4 September 2025. "Il Signor Armani, begitu ia selalu dipanggil dengan hormat dan penuh kekaguman oleh para karyawan dan kolaboratornya, meninggal dunia dengan tenang, dikelilingi oleh orang-orang terkasih," demikian bunyi pernyataan itu, dikutip dari CNN.

Meskipun ia sempat dikabarkan sakit pada Juni sebelumnya, Armani terus bekerja hingga hari-hari terakhirnya. Ia adalah arketipe keanggunan Italia yang menata ulang setelan pria dan wanita menjadi lebih modern dan inklusif. Armani membangun kerajaan bisnis bernilai miliaran poundsterling yang mencakup fesyen, parfum, hingga hotel mewah.

Ia juga dikenal karena keberaniannya melarang model yang terlalu kurus di peragaan busananya demi mempromosikan citra tubuh yang sehat. Kepergiannya menandai berakhirnya era salah satu desainer independen paling sukses di dunia.

"Dengan keanggunan, kesederhanaan, dan kreativitasnya, ia mampu membawa kemegahan pada mode Italia dan menginspirasi seluruh dunia. Seorang ikon, pekerja yang tak kenal lelah, simbol dari yang terbaik dari Italia. Terima kasih untuk segalanya,” kata Giorgia Meloni, Perdana Menteri Italia, memberikan penghormatan.

5. Hengki Kawilarang

Menurut laporan Lifestyle Liputan6.com, desainer kebanggaan Indonesia, Hengki Kawilarang, meninggal dunia pada Jumat, 20 Juni 2025, pukul 10.16 WIB. Desainer yang wafat di usia 47 tahun ini mengembuskan napas terakhirnya akibat komplikasi penyakit diabetes dan gagal ginjal. Ia sempat menjalani prosedur cuci darah sebelum kondisinya terus menurun.

Hengki dikenal dengan garis rancangan yang glamor dan sering membawa unsur budaya Indonesia ke kancah internasional, seperti koleksi "Sriwijaya" di New York Fashion Week. Dedikasinya pada detail seperti payet dan kain tradisional menjadikannya inspirasi bagi banyak desainer muda di tanah air.

Dalam video unggahan terakhirnya, Hengki sempat berpesan "Gua tuh akhirnya kena penyakit gagal ginjal dari akumulasi beberapa penyakit yang gua derita. Dan karena gua lalai untuk minum obat, lalai untuk check up dan segala macem, akhirnya gua kena gagal ginjal."

6. Mario Paglino & Gianni Grossi

Melansir WWD, duo desainer busana boneka Barbie dan pendiri Magia2000, Mario Paglino (52) serta Gianni Grossi (55), meninggal dunia secara tragis dalam kecelakaan mobil di Italia pada Minggu, 27 Juli 2025. Kecelakaan tersebut terjadi akibat tabrakan dengan pengendara lansia yang mengemudi ke arah yang salah.

Keduanya dikenal sebagai pencipta tampilan boneka yang terinspirasi mode kelas atas Italia dan sering berkolaborasi sebagai desainer lepas untuk Mattel. Kreasi mereka yang unik dengan detail payet, perhiasan, dan gaya adibusana telah menjadi incaran para kolektor boneka di seluruh dunia, bahkan memenangkan "Barbie Best Friend Award" pada 2016.

Pihak keluarga menyampaikan rasa kehilangan melalui Instagram bersama, "kami tahu Mario dan Gianni telah meninggalkan jejak yang tidak terhapuskan di hati kalian semua dengan semangat, seni, dan kreativitas mereka. Semangat mereka akan terus hidup melalui karya mereka."

7. Paul Costelloe

Desainer legendaris Irlandia, Paul Costelloe, meninggal dunia di London pada Oktober 2025 di usia 80 tahun setelah sakit singkat. Costelloe merupakan figur ikonik yang pernah menjadi desainer pribadi untuk mendiang Diana, Putri Wales, dari tahun 1983 hingga kematian sang putri pada 1997.

Ia sangat konsisten menggunakan material tradisional Irlandia seperti linen dan tweed dalam setiap koleksinya yang dipamerkan di London hingga New York. Selain karyanya yang luar biasa, ia dikenal karena kepribadiannya yang disiplin dan komitmen teguh terhadap kualitas desain yang membentuk wajah mode Irlandia modern.

"Sebagai ikon desain, Paul mengangkat mode Irlandia ke panggung global. Saya sangat sedih mendengar kabar meninggalnya Paul Costelloe," ujar Taoiseach (Perdana Menteri Irlandia) Micheál Martin menyampaikan duka cita.

8. Marina Yee

Melansir WWD, Marina Yee, salah satu anggota asli dari kelompok desainer berpengaruh "Antwerp Six", meninggal dunia pada 1 November 2025 di usia 67 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh museum mode MoMu Antwerp, tempat di mana karya-karya puitis dan otentiknya akan terus dipamerkan sebagai bagian dari sejarah mode Belgia.

Yee dikenal sebagai desainer yang memandang fesyen lebih dari sekadar tren, melainkan sebuah sarana koneksi dan rasa hormat terhadap material. Bersama rekan-rekannya, ia menggemparkan Paris di tahun 1980-an dan membawa perspektif baru dalam dunia busana siap pakai yang lebih reflektif dan jujur.

"Dia mengajari kita bahwa fesyen bisa lebih dari sekadar tren — sebuah sarana refleksi, kepedulian, dan koneksi. Warisan beliau akan terus hidup di MoMu dan jauh di luar sana,” kata Direktur MoMu, Kaat Debo.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |