8 Cara Memilih Alpukat agar Tidak Kecewa karena Belum Matang

2 weeks ago 39

Liputan6.com, Jakarta - Seseorang seringkali kurang tepat saat memilih alpukat yang matang. Buah ini dikenal dengan tekstur lembut dan rasa yang nikmat, namun bisa mengecewakan jika belum siap konsumsi. Kesalahan dalam memilih dapat berujung pada hasil rasa yang sepat serta kerugian pembelian.

Proses pematangan alpukat terjadi setelah buah dipetik dari pohon, sehingga penentuan kematangan menjadi penting. Banyak pembeli mengalami kejadian salah pilih, di mana alpukat terlihat baik di luar tetapi ternyata masih mentah atau busuk di dalam.

Untuk menghindari kekecewaan tersebut, pemahaman mengenai ciri-ciri alpukat yang telah mencapai kematangan pas menjadi penting. Dengan cara ini, Anda dapat menikmati alpukat dalam berbagai olahan tanpa khawatir akan rasa dan teksturnya. Yuk kenali tanda-tanda buah alpukat yang kita beli sudah siap konsumsi, dirangkum Liputan6, Jumat (16/1).

1. Periksa Tekstur Kulit

Merujuk E-Book Kementerian Pertanian berjudul Penerapan SNI dan Potensi Usaha Alpukat, tekstur permukaan buah alpukat memberikan petunjuk mengenai tingkat kematangannya. Saat memeriksa, disarankan untuk menekan buah secara perlahan menggunakan telapak tangan. 

Alpukat yang sudah matang akan terasa sedikit empuk saat ditekan, tetapi tidak sampai lembek. Jika buah terasa sangat keras, berarti alpukat masih mentah dan memerlukan waktu tambahan untuk matang. Jika buah terasa terlalu lunak atau meninggalkan bekas lekukan yang dalam, ini bisa menjadi tanda bahwa alpukat telah melewati masa kematangan terbaiknya.

Buah dengan kondisi terlalu lunak atau terlalu keras saat disentuh perlahan, sebaiknya dihindari untuk memastikan kualitas konsumsi dan menghindari kerugian.

2. Amati Warna Kulit

Warna permukaan kulit alpukat merupakan indikator awal untuk menilai tingkat kematangan. Alpukat yang belum siap konsumsi umumnya memiliki warna hijau yang terang. Sebaliknya, alpukat yang telah matang seringkali menunjukkan perubahan warna menjadi hijau gelap hingga keunguan.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua jenis alpukat mengalami perubahan warna yang sama saat matang. Beberapa varietas mungkin tetap mempertahankan warna hijau meskipun telah matang. Oleh karena itu, warna kulit sebaiknya tidak menjadi satu-satunya patokan dalam menentukan kematangan buah.

Hindari alpukat dengan bercak hitam besar atau warna yang hampir hitam sepenuhnya. Jika buah terasa lunak saat disentuh, ini dapat mengindikasikan bahwa buah telah terlalu matang atau mulai mengalami pembusukan.

3. Cek Kondisi Tangkai

Bagian tangkai pada alpukat memberikan petunjuk mengenai kondisi internal buah. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mencoba melepaskan tangkai tersebut secara perlahan. Jika tangkai mudah terlepas, ini merupakan indikasi bahwa alpukat telah mencapai kematangan yang diinginkan.

Setelah tangkai terlepas, perhatikan warna area di bawahnya. Jika area tersebut menunjukkan warna hijau cerah atau kuning kehijauan, ini menandakan bahwa alpukat berada dalam kondisi segar dan telah matang sempurna.

Jika area di bawah tangkai berwarna cokelat tua atau hitam, ini dapat mengindikasikan bahwa alpukat telah terlalu matang atau mulai mengalami pembusukan. Apabila tangkai sulit dilepaskan, ini merupakan tanda bahwa buah masih mentah.

4. Rasakan Berat Buah

Perasaan berat pada buah alpukat saat diangkat dapat menjadi indikator kualitas dan kematangan. Alpukat yang telah matang umumnya terasa berat dan padat sesuai dengan ukurannya. Berat ini menunjukkan bahwa daging buah di dalamnya penuh dan memiliki kandungan air yang cukup.

Jika alpukat terasa sangat ringan, hal ini dapat mengindikasikan bahwa buah tersebut mungkin sudah kering di dalam atau bahkan telah mengalami pembusukan. Daging buah yang kering biasanya menyusut dan tidak memberikan pengalaman makan yang memuaskan.

Pemilihan alpukat yang terasa berat saat diangkat merupakan langkah yang tepat untuk mendapatkan buah dengan kualitas internal yang baik. Berat yang sesuai ukuran menunjukkan kepadatan daging buah dan kesiapan untuk dikonsumsi.

5. Dengarkan Suara Biji

Pemeriksaan suara biji di dalam alpukat merupakan metode unik untuk menilai tingkat kematangan buah. Cara ini dilakukan dengan menggoyangkan buah secara perlahan di dekat telinga. Jika terdengar suara biji yang bergerak, ini dapat menjadi indikasi bahwa alpukat telah matang.

Pergerakan biji menunjukkan bahwa daging buah telah melunak dan sedikit terpisah dari biji. Namun, metode ini sebaiknya digunakan sebagai pelengkap dan bukan satu-satunya acuan utama dalam menentukan kematangan.

Hindari alpukat yang bijinya terasa terlalu longgar atau bergerak secara berlebihan, karena ini bisa menjadi tanda bahwa buah telah terlalu matang. Jika tidak ada gerakan sama sekali, kemungkinan besar alpukat masih dalam kondisi mentah.

6. Perhatikan Bentuk Buah

Bentuk buah alpukat juga dapat memberikan petunjuk mengenai kualitas dan potensi kematangannya. Disarankan untuk memilih alpukat yang memiliki bentuk bulat atau seperti pir dengan tampilan yang merata dan simetris. Bentuk yang proporsional seringkali berkorelasi dengan distribusi daging buah yang baik.

Alpukat dengan bentuk lonjong cenderung memiliki jumlah daging buah yang lebih banyak dan ukuran biji yang lebih kecil dibandingkan dengan buah yang terlalu bulat. Pemilihan bentuk ini dapat memaksimalkan porsi daging buah yang dapat dinikmati.

Hindari buah yang memiliki bentuk tidak beraturan atau terdapat cekungan yang dalam, karena hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah pertumbuhan atau kerusakan internal.

7. Cium Aroma Buah

Aroma yang tercium dari buah alpukat dapat menjadi indikator penting untuk menilai kematangan dan kesegaran. Alpukat yang telah matang umumnya memiliki aroma lembut dan segar, tetapi tidak terlalu kuat. Aroma ini berasal dari minyak alami yang terkandung dalam buah.

Untuk memeriksa aroma, dekatkan buah ke hidung, terutama pada bagian pangkal tempat tangkai menempel. Jika tidak tercium aroma, kemungkinan besar alpukat masih dalam kondisi mentah.

Jika tercium aroma asam atau bau seperti fermentasi, sebaiknya hindari buah tersebut. Aroma demikian menandakan bahwa proses pembusukan telah dimulai di bagian dalam.

8. Cek Kondisi Permukaan Buah

Kondisi permukaan kulit alpukat juga perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas buah. Pilihlah alpukat dengan permukaan kulit yang utuh, tanpa adanya robekan, luka besar, atau kerutan yang dalam. Kulit yang mulus menunjukkan perlindungan yang baik terhadap daging buah.

Hindari alpukat yang memiliki cekungan, lubang, atau tanda memar yang jelas pada permukaan kulit. Kondisi ini dapat menjadi indikasi bahwa buah telah lama dipetik atau mulai mengalami pembusukan dari dalam.

Meskipun sedikit bintik hitam kecil pada permukaan kulit yang masih padat tidak menjadi masalah, keberadaan bercak hitam yang banyak perlu diwaspadai. Tanda-tanda ini seringkali menunjukkan kerusakan internal atau buah yang telah terlalu matang.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Bagaimana cara membedakan alpukat yang matang dan mentah?

A: Alpukat yang matang memiliki warna kulit gelap, terasa empuk saat ditekan, dan memiliki aroma segar.

Q: Kenapa alpukat terasa pahit dan bagaimana menghindarinya?

A: Alpukat terasa pahit biasanya karena dipetik terlalu muda. Pilih alpukat yang sudah berwarna gelap dan empuk.

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mematangkan alpukat?

A: Alpukat yang masih mentah memerlukan beberapa hari untuk mencapai kematangan optimal di suhu ruang.

Q: Apakah semua jenis alpukat berubah warna saat matang?

A: Tidak semua jenis alpukat berubah warna saat matang. Beberapa varietas tetap hijau meskipun sudah matang.

Q: Apa yang harus dilakukan jika membeli alpukat yang ternyata busuk di dalam?

A: Hindari mengonsumsi alpukat yang busuk. Periksa kondisi fisik sebelum membeli untuk memastikan kualitas.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |