Liputan6.com, Jakarta - Kolak, hidangan manis berkuah santan, selalu menjadi favorit di berbagai kesempatan, terutama saat berbuka puasa atau sebagai camilan hangat. Namun, seringkali tantangan terbesar adalah mendapatkan kuah kolak yang kental dan gurih sempurna, bukan yang encer dan kurang menggugah selera.
Untuk mencapai konsistensi ideal tersebut, ada beberapa trik dan tips yang bisa diterapkan dalam proses pembuatannya. Mulai dari pemilihan bahan baku hingga teknik memasak, setiap langkah memiliki peran penting dalam menentukan kekentalan kolak.
Berikut 7 cara membuat kolak yang kental dan lezat, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Minggu (18/1/2026).
Menggunakan Santan Kental Berkualitas
Kunci utama untuk kolak yang kental dan kaya rasa terletak pada penggunaan santan berkualitas. Disarankan untuk memilih santan kental, baik itu santan instan kemasan maupun santan segar dari perasan pertama kelapa. Santan kental akan secara signifikan meningkatkan konsistensi kuah kolak menjadi lebih pekat dan gurih.
Pemilihan santan dari perasan pertama sangat dianjurkan karena memiliki kadar lemak yang lebih tinggi, yang berkontribusi pada kekentalan alami kolak. Selain itu, untuk hasil yang maksimal, sebaiknya gunakan kelapa tua. Kelapa tua dikenal menghasilkan santan dengan kualitas dan kekentalan yang lebih baik.
Dengan santan yang berkualitas, kuah kolak tidak hanya akan lebih kental, tetapi juga memiliki cita rasa yang lebih mendalam dan autentik. Ini adalah langkah fundamental yang tidak boleh dilewatkan untuk mendapatkan kolak idaman yang kental dan lezat.
Menambahkan Tepung Maizena sebagai Pengental
Salah satu cara efektif untuk mengentalkan kolak adalah dengan menambahkan tepung maizena. Tepung ini memiliki kemampuan unik untuk menciptakan konsistensi kental saat bercampur dengan cairan panas, menjadikannya pilihan ideal sebagai pengental alami.
Penting untuk melarutkan tepung maizena terlebih dahulu dengan sedikit air dingin sebelum memasukkannya ke dalam kolak. Langkah ini bertujuan untuk mencegah terbentuknya gumpalan yang dapat merusak tekstur kolak saat dicampur dengan kuah panas.
Setelah larutan tepung maizena tercampur rata, tuangkan secara perlahan ke dalam panci kolak yang mendidih sambil terus diaduk. Pengadukan konstan akan memastikan tepung tercampur sempurna dan menghasilkan kuah kolak yang kental dan halus tanpa gumpalan.
Memanfaatkan Tepung Tapioka untuk Kekentalan
Tepung tapioka, atau yang juga dikenal sebagai tepung kanji, merupakan alternatif pengental yang sangat baik untuk kolak. Tepung ini terbuat dari pati singkong dan dikenal memiliki tekstur yang lebih padat serta elastis setelah dimasak.
Sama seperti tepung maizena, tepung tapioka juga perlu dilarutkan dengan air terlebih dahulu sebelum dicampurkan ke dalam kolak. Meskipun sedikit sulit larut dalam air dingin, proses pelarutan ini krusial untuk menghindari gumpalan dan memastikan kolak kental merata.
Khusus untuk kolak biji salak, penambahan larutan tepung tapioka sangat umum dilakukan. Setelah dilarutkan, campurkan ke dalam kolak dan aduk perlahan hingga mencapai kekentalan yang diinginkan, memberikan tekstur kuah yang lebih pekat dan memuaskan.
Menggunakan Tepung Ketan untuk Tekstur Kenyal
Selain tepung maizena dan tapioka, tepung ketan juga bisa menjadi pilihan untuk mengentalkan kuah kolak. Penggunaan tepung ketan tidak hanya menambah kekentalan, tetapi juga memberikan tekstur yang sedikit kenyal pada kuah, menambah dimensi rasa yang menarik.
Cara penggunaannya pun serupa, yaitu dengan melarutkan sedikit tepung ketan dengan air hingga tidak ada gumpalan. Larutan ini kemudian siap untuk dimasukkan ke dalam kolak yang sedang dimasak, memastikan kolak kental dengan sempurna.
Setelah larutan tepung ketan ditambahkan, aduk kolak secara merata. Tepung ketan akan bekerja secara efektif untuk mempertebal kuah, menghasilkan kolak dengan konsistensi yang lebih padat dan gurih yang disukai banyak orang.
Memasak dengan Api Kecil dan Waktu Lebih Lama
Kesabaran adalah kunci dalam membuat kolak yang kental secara alami. Memasak kolak dalam waktu yang lebih lama dengan menggunakan api kecil memungkinkan santan menguap secara perlahan, sehingga kuah menjadi lebih pekat tanpa perlu banyak tambahan pengental.
Teknik memasak dengan api kecil ini tidak hanya membantu mengentalkan kuah, tetapi juga memastikan semua bahan, seperti gula dan santan, menyatu dengan sempurna. Ini juga membantu mempertahankan aroma pandan dan rasa gurih santan agar tidak cepat hilang.
Selain itu, memasak dengan api kecil juga memiliki keuntungan lain yaitu mencegah kuah kolak cepat menguap dan menjadi terlalu encer. Dengan demikian, kolak akan tetap kental dan lezat lebih lama, menjadikannya hidangan yang sempurna.
Menghaluskan Sebagian Bahan Utama
Bahan utama kolak seperti pisang atau ubi manis tidak hanya berfungsi sebagai isian, tetapi juga dapat menjadi agen pengental alami. Kandungan pati dalam bahan-bahan ini dapat membantu meningkatkan kekentalan kuah kolak secara signifikan.
Untuk memanfaatkan potensi pengentalan ini, Anda bisa menghaluskan sebagian kecil dari pisang atau ubi manis yang akan digunakan. Setelah dihaluskan, campurkan kembali ke dalam kolak saat proses memasak untuk menambah kekentalan.
Penambahan bahan yang dihaluskan ini akan memberikan tekstur yang lebih kaya dan kental pada kuah kolak, sekaligus menambah cita rasa manis alami yang lebih mendalam. Ini adalah cara cerdas untuk mendapatkan kolak kental dengan bahan-bahan yang sudah tersedia.
Menggunakan Gula Merah Cair atau Serut
Pemilihan jenis gula juga dapat memengaruhi kekentalan kolak. Penggunaan gula merah, baik dalam bentuk cair maupun yang sudah diserut, tidak hanya memberikan rasa manis yang khas, tetapi juga berkontribusi pada tekstur kuah yang lebih kental.
Gula merah memiliki konsistensi yang lebih pekat dibandingkan gula pasir, sehingga saat larut dalam kuah kolak, ia akan membantu menambah kekentalan secara alami. Ini adalah cara mudah untuk memperkaya rasa sekaligus tekstur kolak Anda.
Pastikan gula merah yang digunakan berkualitas baik dan larut sempurna dalam kuah kolak. Dengan demikian, kolak Anda akan memiliki warna yang cantik, rasa manis yang legit, dan kekentalan yang pas, menjadikannya sajian yang sempurna dan menggugah selera.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Kenapa kuah kolak sering encer meski sudah pakai santan?
Kuah kolak bisa tetap encer karena santan yang digunakan terlalu cair atau dimasak dengan api besar. Santan encer memiliki kadar lemak rendah sehingga sulit mengental. Selain itu, memasak dengan api besar membuat santan cepat terpisah dan tidak sempat menguap perlahan, sehingga konsistensi kuah tidak maksimal.
2. Apakah kolak bisa kental tanpa tambahan tepung?
Bisa. Kolak dapat menjadi kental secara alami dengan memasaknya lebih lama menggunakan api kecil. Selain itu, menghaluskan sebagian bahan utama seperti pisang, ubi, atau labu juga membantu mengentalkan kuah karena kandungan patinya yang tinggi.
3. Lebih bagus pakai maizena atau tapioka untuk kolak?
Keduanya sama-sama efektif, namun hasilnya berbeda. Maizena menghasilkan kuah kolak yang halus dan lembut, sedangkan tapioka memberikan tekstur lebih kental dan sedikit elastis. Pemilihan tergantung jenis kolak dan tekstur yang diinginkan.
4. Kapan waktu yang tepat memasukkan santan agar kolak tidak pecah?
Santan sebaiknya dimasukkan saat bahan utama sudah setengah matang dan api dalam kondisi kecil. Aduk perlahan dan terus-menerus agar santan tidak pecah serta tercampur merata, sehingga kuah kolak tetap kental dan gurih.
5. Apakah gula merah memengaruhi kekentalan kolak?
Ya, gula merah berpengaruh pada kekentalan kolak. Gula merah memiliki tekstur lebih pekat dibandingkan gula pasir. Saat larut, gula merah membantu memperkaya rasa sekaligus membuat kuah kolak terasa lebih kental dan legit secara alami.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477562/original/022471000_1768869683-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_22.56.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476303/original/023394600_1768726731-modern-woman-using-hair-straightener.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477551/original/095135300_1768865150-000_939Z8CQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415149/original/071963500_1763361945-pexels-nietjuhart-776656.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456618/original/010533800_1766910015-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476291/original/097507500_1768725283-SnapInsta.to_618139445_18372314815233629_2852049817435645816_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/3061834/original/093287800_1582776911-1.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477479/original/045314900_1768826830-000_92QX2XP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3146834/original/000657300_1591609713-Resep-Kue-Apem-Kukus-Super-Mudah-Dan-Enak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4007310/original/073636000_1650970092-269879543_447602990188526_1004348801651320857_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476253/original/069341700_1768721854-esra-afsar-dpk4MSvZqk0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477183/original/008126800_1768810776-Kue_pia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477161/original/096360300_1768810454-Ilustrasi_Nagasari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477313/original/055640500_1768815960-word_media_image2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477110/original/004540900_1768809292-Mengolah_Tahu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4839570/original/091591600_1716358988-Nagasari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477091/original/015268400_1768808504-Penampakan_lumba-lumba_belang_di_perairan_barat_Sumatra_pada_10_Mei_2024_-_Dok.OCEANX.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442434/original/084666500_1765536974-Ilustrasi_Sisa_Nasi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468187/original/049790100_1767943154-Screenshot_2026-01-09_141611.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5179966/original/036500400_1743676596-20250403-Kota_Tua-HER_1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360651/original/024353600_1758712937-SnapInsta.to_549127995_18051123983556714_494170281947543192_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544161/original/099781700_1692463898-WhatsApp_Image_2023-08-19_at_10.23.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4918754/original/030969800_1723694238-cimahi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371271/original/098149800_1759644548-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363725/original/098536500_1758960184-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4836979/original/089302800_1716174604-20240519BL_Stadion_Batakan_20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376791/original/062457500_1760024376-Screenshot_2025-10-09_223604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362649/original/088839700_1758871824-Screenshot_2025-09-26_142158.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361797/original/072936700_1758793342-Screenshot_2025-09-25_163936.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3618556/original/006741200_1635673587-20211031-Wisata-Puncak-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371447/original/007401400_1759655548-Screenshot_2025-10-05_161134.jpg)