5 Lauk yang Tetap Enak Meski Dipanaskan Ulang, Anti Basi & Cocok Jadi Stok Makanan Mingguan

1 day ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki persediaan makanan siap santap di rumah adalah solusi cerdas untuk menghemat waktu dan tenaga di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Ada beberapa jenis lauk yang tetap enak meski dipanaskan ulang, bahkan rasanya bisa semakin lezat karena bumbu yang lebih meresap.

Melansir dari beberapa sumber, makanan yang dipanaskan ulang akan kembali mendapatkan kelembapan, sehingga bumbu akan lebih meresap dan semakin terasa. Selain itu, reaksi kimia yang terus terjadi setelah makanan dimasak dan disimpan semalaman dapat menghasilkan lebih banyak molekul rasa baru dari berbagai bahan, membuat hidangan terasa lebih empuk, segar, dan nikmat.

Memilih lauk yang tepat untuk stok makanan tidak hanya menjamin kelezatan, tetapi juga membantu mengurangi pemborosan pangan. Dengan penyimpanan dan pemanasan yang benar, Anda bisa menikmati hidangan favorit berkali-kali tanpa khawatir. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (5/1/2026).

1. Rendang

Rendang adalah salah satu masakan khas Indonesia yang terkenal akan kelezatan dan ketahanannya. Lauk ini sangat cocok sebagai stok makanan karena semakin sering dipanaskan, bumbu rendang justru akan semakin meresap dan rasanya semakin nikmat. Proses memasak rendang yang panjang memungkinkan rempah-rempah menyatu sempurna dengan daging, menciptakan harmoni rasa yang mendalam.

Kelezatan rendang yang meningkat saat dipanaskan ulang menjadikannya pilihan favorit banyak orang. Tekstur daging yang semakin empuk dan bumbu yang pekat adalah daya tarik utama. Penyimpanan yang tepat dalam wadah kedap udara di lemari es akan menjaga kualitas rendang selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu jika dibekukan.

Bahan-bahan:

  • 1 kg daging sapi
  • 500 ml santan kental
  • 500 ml air

Bumbu halus:

  • 5 siung bawang putih
  • 7 siung bawang merah
  • 5 butir kemiri
  • 8 cabai keriting merah
  • 2 cabai merah
  • 3 cm jahe
  • Rempah kering (ketumbar bubuk, lada putih bubuk, jintan bubuk, kayu manis bubuk, pala bubuk, bunga lawang bubuk, kapulaga bubuk, cengkeh bubuk, cabai bubuk)

Bumbu aromatik:

  • 2 batang serai, potong dan geprek
  • 1 lengkuas, iris dan geprek
  • 5 lembar daun jeruk purut
  • 2 lembar daun kunyit
  • 1 lembar daun pandan
  • 3 lembar daun salam
  • Garam dan gula secukupnya
  • Kaldu jamur (opsional)
  • Minyak kelapa secukupnya

Cara Membuat:

  1. Potong daging sapi sesuai selera.
  2. Haluskan semua bahan bumbu halus menggunakan minyak kelapa.
  3. Campurkan daging dengan rempah kering, lalu ratakan sambil dipijat-pijat agar bumbu meresap. Untuk hasil maksimal, marinasi semalaman.
  4. Panaskan wajan, tumis bumbu halus bersama serai, lengkuas, daun salam, daun jeruk purut, daun kunyit, dan daun pandan hingga harum.
  5. Masukkan daging yang sudah dimarinasi, sangrai hingga berubah warna.
  6. Tuang santan dan air, aduk rata.
  7. Tambahkan garam, gula, dan kaldu jamur. Masak hingga mendidih menggunakan api sedang.
  8. Terus masak dengan api kecil sambil sesekali diaduk hingga santan menyusut, mengental, dan mengeluarkan minyak, serta daging empuk. Proses ini bisa memakan waktu berjam-jam.
  9. Rendang siap disajikan atau disimpan untuk dipanaskan ulang.

2. Semur Daging

Semur daging, dengan kuah kental manis dan rempahnya, juga merupakan lauk yang sangat cocok untuk dipanaskan ulang. Bumbu-bumbunya akan semakin meresap ke dalam daging, membuatnya semakin lezat setiap kali disajikan. Ini menjadikannya pilihan ideal untuk hidangan yang ingin dinikmati berulang kali.

Karakteristik semur yang dimasak perlahan memungkinkan bumbu meresap sempurna ke dalam serat daging. Saat dipanaskan ulang, proses peresapan ini berlanjut, menghasilkan kedalaman rasa yang lebih kaya. Tambahan kentang (opsional) juga akan menyerap bumbu, menambah kenikmatan hidangan ini.

Bahan-bahan:

  • 500 gram daging sapi
  • 1300 ml air
  • 500 gram kentang (opsional)

Bumbu halus:

  • 1/2 sdm lada butiran
  • 1 cm pala
  • 3 butir kemiri sangrai
  • 10 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 2 cm jahe
  • 5 buah cabai merah keriting

Bumbu aromatik:

  • 1 batang serai
  • 2 cm lengkuas
  • 2 lembar daun salam
  • 5 butir cengkeh
  • 5 cm kayu manis
  • 2 buah tomat merah
  • 1 buah bawang bombay ukuran besar
  • 1/2 sdm garam
  • 1/2 sdm gula pasir
  • 1/2 sdm kaldu bubuk
  • 6 sdm kecap manis
  • Minyak goreng secukupnya
  • Bawang merah goreng untuk taburan

Cara Membuat:

  1. Potong daging sapi sesuai selera.
  2. Haluskan semua bumbu halus.
  3. Tumis bumbu halus hingga harum.
  4. Masukkan bumbu aromatik (serai, lengkuas, daun salam, cengkeh, kayu manis), tomat, dan bawang bombay, tumis hingga layu.
  5. Masukkan daging sapi, aduk hingga berubah warna.
  6. Tambahkan air, garam, gula pasir, kaldu bubuk, dan kecap manis. Aduk rata.
  7. Masak dengan api kecil hingga daging empuk dan bumbu meresap, serta kuah mengental.
  8. Jika menggunakan kentang, masukkan kentang setelah daging setengah empuk dan masak hingga matang.
  9. Sajikan dengan taburan bawang merah goreng.

3. Opor Ayam

Opor ayam, hidangan berkuah santan kental dengan rempah yang kuat, juga menjadi pilihan favorit yang tetap lezat saat dipanaskan ulang. Banyak penikmat kuliner berpendapat bahwa rasa opor ayam justru semakin nikmat setelah diinapkan semalam. Ini karena bumbu-bumbu memiliki lebih banyak waktu untuk meresap ke dalam serat ayam dan kuah santan.

Proses memasak opor yang melibatkan santan dan beragam rempah menciptakan kuah yang kaya rasa. Saat dipanaskan kembali, bumbu-bumbu ini akan semakin menyatu dan mengeluarkan aroma yang lebih kuat. Pastikan untuk memanaskan opor dengan api kecil dan sesekali diaduk agar santan tidak pecah.

Bahan-bahan:

  • 1 ekor ayam kampung/petelor
  • 1 liter air
  • 1 liter santan

Bumbu halus:

  • 8 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 1 jempol kunyit
  • 5 butir kemiri
  • 1/2 sdt ketumbar
  • 1/2 sdt lada
  • 1/2 sdt jintan
  • 1 jempol jahe

Bumbu aromatik:

  • 1 jempol lengkuas
  • 2 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • 2 batang serai
  • 1 sdt garam
  • 1.5 sdt kaldu bubuk
  • 1/2 batang gula merah

Cara Membuat:

  1. Potong ayam menjadi beberapa bagian, cuci bersih.
  2. Haluskan semua bumbu halus.
  3. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan lengkuas, daun salam, daun jeruk, dan serai, tumis hingga layu.
  4. Masukkan potongan ayam, aduk hingga berubah warna.
  5. Tuang air, masak hingga ayam setengah matang.
  6. Masukkan santan, garam, kaldu bubuk, dan gula merah. Aduk perlahan agar santan tidak pecah.
  7. Masak dengan api sedang hingga ayam empuk dan kuah mengental.
  8. Koreksi rasa dan sajikan.
  9. Untuk memanaskan ulang, gunakan api rendah agar bumbu meresap sempurna dan kuah tidak menguap terlalu cepat.

4. Balado Telur

Telur balado adalah lauk sederhana namun kaya rasa yang juga cocok untuk stok makanan. Kombinasi rasa pedas, gurih, dan sedikit asam dari bumbu balado tetap menggoda meskipun hidangan ini dipanaskan ulang. Lauk ini sangat praktis dan dapat disimpan untuk beberapa hari.

Kunci kelezatan telur balado yang dipanaskan ulang terletak pada bumbunya yang meresap sempurna. Proses penumisan bumbu hingga matang dan pecah minyak sangat penting untuk mencegah bumbu cepat basi dan memastikan rasa yang optimal. Telur yang digoreng terlebih dahulu juga akan memiliki tekstur yang lebih kokoh dan mampu menyerap bumbu dengan baik.

Bahan-bahan:

  • 6-8 butir telur ayam/bebek, rebus hingga matang, kupas kulitnya
  • Minyak goreng secukupnya

Bumbu halus:

  • 6 bawang merah
  • 5 bawang putih
  • 10 cabai merah besar
  • 2 cabai rawit keriting (sesuai selera)

Bumbu aromatik dan pelengkap:

  • 2 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1 ruas jari lengkuas, memarkan
  • 1 ruas jari asam jawa, larutkan dengan 2 sdm air panas (saring airnya)
  • 1/2 sdt kaldu bubuk (opsional)
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt penyedap rasa (opsional)
  • 1 sdm gula pasir

Cara Membuat:

  1. Goreng telur rebus yang sudah dikupas hingga permukaannya sedikit berkulit dan kuning keemasan. Angkat dan tiriskan.
  2. Haluskan semua bahan bumbu halus.
  3. Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus hingga harum, matang, dan pecah minyak. Ini penting agar bumbu tidak mudah basi.
  4. Masukkan daun salam, daun jeruk, serai, dan lengkuas. Tumis sebentar hingga layu dan wangi.
  5. Bumbui dengan larutan asam jawa, gula pasir, garam, dan kaldu bubuk (jika pakai). Aduk rata.
  6. Masak hingga semua bumbu tercampur sempurna dan mengental menjadi pasta.
  7. Masukkan telur goreng ke dalam tumisan bumbu balado. Aduk rata hingga semua telur terlumuri bumbu.
  8. Masak sebentar dengan api kecil agar bumbu meresap sempurna ke telur.

5. Kering Tempe

Kering tempe adalah lauk kering yang sangat praktis dan tahan lama, menjadikannya pilihan sempurna sebagai stok makanan. Rasanya yang pedas manis dan teksturnya yang renyah tetap terjaga meskipun disimpan lama. Lauk ini sangat ideal untuk bekal atau saat Anda tidak punya banyak waktu memasak.

Keawetan kering tempe berasal dari proses penggorengan tempe hingga benar-benar garing dan bumbu yang dimasak hingga mengental. Ini mengurangi kadar air, yang merupakan kunci untuk daya simpan yang lebih panjang. Kering tempe dapat bertahan hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu jika disimpan dalam wadah kedap udara.

Bahan-bahan:

  • 1 papan tempe (400 g), potong korek api tipis
  • Minyak, untuk menggoreng

Bumbu iris:

  • 5 butir bawang merah, iris
  • 4 siung bawang putih, iris tipis
  • 3 buah cabai rawit merah, iris serong

Bumbu lain:

  • 2 lembar daun salam
  • 2 sdm gula merah sisir
  • 5 sdm kecap manis
  • 1/2 sdt kaldu ayam bubuk

Cara Membuat:

  1. Goreng tempe yang sudah diiris tipis hingga benar-benar garing dan renyah. Tiriskan dan biarkan dingin.
  2. Tumis bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit hingga harum.
  3. Masukkan daun salam, gula merah sisir, kecap manis, dan kaldu ayam bubuk. Aduk rata hingga bumbu mengental.
  4. Masukkan tempe goreng ke dalam tumisan bumbu. Aduk cepat hingga semua tempe terlumuri bumbu secara merata.
  5. Masak sebentar dengan api kecil hingga bumbu meresap dan tempe tetap renyah.
  6. Setelah dingin, simpan kering tempe dalam wadah kedap udara agar tetap garing dan tahan lama.

FAQ

  1. Apakah semua makanan aman dipanaskan ulang? Tidak semua makanan aman dipanaskan ulang; beberapa jenis seperti sayuran hijau dan nasi memiliki risiko jika tidak ditangani dengan benar.
  2. Mengapa beberapa makanan terasa lebih enak setelah dipanaskan ulang? Makanan kaya rempah dan dimasak lama, seperti kari atau rendang, bumbunya akan lebih meresap dan teksturnya bisa lebih empuk setelah dipanaskan ulang.
  3. Bagaimana cara menyimpan makanan agar awet sebelum dipanaskan ulang? Simpan makanan dalam wadah kedap udara di lemari es atau freezer setelah makanan benar-benar dingin untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
  4. Berapa lama makanan sisa bisa bertahan di kulkas? Makanan sisa umumnya bertahan sekitar 5 hari di kulkas dan bisa sampai 6 bulan di freezer.
  5. Suhu berapa yang aman untuk memanaskan ulang makanan? Makanan harus dipanaskan ulang hingga suhu internal mencapai minimal 74°C (165°F) selama 15 detik untuk membunuh patogen.
Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |