Liputan6.com, Jakarta - Tren fesyen terus berganti, tapi denim tidak pernah benar-benar pergi. Dalam beberapa tahun terakhir, denim kembali mengambil peran penting, bukan hanya sebagai pakaian kasual, tetapi sebagai representasi karakter. Potongan, tekstur, dan styling-nya menjadi medium bagi banyak orang untuk tampil apa adanya, sekaligus bereksperimen dengan gaya.
"Fesyen itu berputar, tapi bukan berarti kita kembali ke tempat yang sama," ujar Ajeng Svastiari, fashion stylist yang kerap terlibat dalam styling editorial maupun komersial, dalam acara Product Review Levi's Fall Into Denim di Jakarta Pusat, Selasa, 30 Juli 2025.
"Sekarang yang menarik justru ketika orang mulai mix and match denim untuk menunjukkan jati dirinya," tambahnya
Saat ini, denim tidak lagi identik dengan tampilan kasual, tetapi juga bisa semiformal, tergantung bagaimana dipakai. Gaya ini berkembang bukan karena dorongan tren musiman, tapi karena denim memberi kebebasan untuk menyampaikan siapa diri kita.
Satu hal yang menonjol dari denim masa kini adalah fungsinya yang semakin luas. Tidak lagi terpaku pada satu siluet atau satu jenis aktivitas, jeans kini dibuat menyesuaikan dengan ritme hidup pemakainya.
Desain yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Gaya Hidup
Levi’s, misalnya, membagi karakter penggunanya dalam lima kategori berbeda, agar desain potongannya lebih sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. "Fesyen sekarang harus fleksibel. Kami membagi karakter pengguna ke dalam lima kategori, supaya pilihan potongannya sesuai dengan kebutuhan sehari-hari," ujar Jasmine, Assistant Manager Operations Training PT Levi’s Strauss Indonesia.
Fleksibilitas ini terlihat dari banyaknya interpretasi denim dalam koleksi terbaru mereka. Misalnya jeans carpenter yang awalnya dibuat untuk kerja berat tukang kayu, kini justru untuk tampil stylish di keseharian. "Sekarang celana carpenter yang biasanya buat kerja bisa dipakai hangout. Potongannya tetap fungsional, tapi tampilannya udah beda," lanjut Jasmine.
Kombinasi atasan seperti cropped shirt dan t-shirt pun disiapkan untuk menunjang tampilan yang kasual tapi tetap bisa di-styling ulang sesuai gaya masing-masing. Inilah kenapa denim terasa relevan di berbagai generasi, dari Gen Z yang berani eksplorasi gaya, sampai mereka yang sudah akrab dengan potongan-potongan klasik.
3 Seri Gaya Denim Baru
Levi’s merilis tiga koleksi denim yang mewakili arah gaya berpakaian saat ini: Loose Collection, Icons Collection, dan Blue Tab. Ketiganya menawarkan pendekatan berbeda terhadap desain dan styling, tapi tetap mengutamakan kenyamanan, fungsionalitas, dan karakter personal.
Loose Collection, misalnya, banyak bermain di siluet longgar yang terinspirasi dari gaya 90-an. Model 578 Baggy untuk pria hadir dengan volume ekstra yang nyaman dipakai, sementara versi perempuan Baggy Dad Barrel menggabungkan cutting mid-rise dengan detail khas seperti knee darts dan inseam tumpuk.
"Barrel yang sekarang udah kita desain dengan knee darts di bagian lutut. Itu untuk ngebentuk lengkungan khas barrel yang lebih dapet. Bagian bawahnya juga taper, jadi meski longgar tetap clean," jelas Jasmine.
Koleksi lainnya, Icons Collection, menyoroti 501 yang merupakan jeans klasik lintas generasi. Model seperti 501 Curve hadir sebagai pembaruan dari siluet lama dan Thermodapt sebagai inovasi material yang adaptif terhadap suhu tubuh, memberi kenyamanan dalam cuaca ekstrem.
Gaya Ikonis yang Tetap Relevan
Sementara itu, Blue Tab jadi lini yang lebih premium. Potongannya lebih rapi, bahan denim lebih tebal, dan kesan keseluruhannya lebih minimal. "Potongan boxy dari jaket crop-nya tuh nggak lebay. Jatuhnya bagus dan nggak terlalu pendek," ujar Jasmine.
Ajeng Svastiari menambahkan, "Aku suka kalau styling koleksi ini karena nggak perlu aksen macam-macam. Denimnya sendiri udah kuat. Dan meskipun warnanya monokrom, tapi pas disusun bareng-bareng, kelihatan harmonis."
Beberapa desain diambil dari arsip lama Levi’s, lalu direvisi dan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan saat ini. Contohnya, celana pendek Baggy Dad Jorts yang kini dikemas dengan potongan lebih kontemporer. Lalu, atasan seperti Harlie SS Cropped Shirt dan Lockwood Practice Tee juga dihadirkan sebagai pelengkap tampilan denim yang santai tapi tetap terkurasi.
"Sekarang denim itu bisa dipakai siapa saja, buat gaya apa saja," ujar Ajeng. "Yang penting nyaman dan tetap mencerminkan diri sendiri."