Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran terjadi dan menyebar dengan cepat sebelum fajar di dermaga di Teluk Chalong, Phuket, Thailand pada Rabu, 7 Januari 2026. Kejadian itu menghancurkan 22 kapal wisata yang dioperasikan 13 perusahaan.
Melansir CNA, Kamis, 8 Januari 2026, banyak kapal telah diisi penuh bahan bakar menjelang tur yang direncanakan di pulau resor populer Thailand tersebut. Hal itu menyebabkan kerugiannya meningkat, diperkirakan mencapai 38 juta baht (sekitar Rp 20 milar), kata para pejabat.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, operator tur menggambarkan situasi tersebut sebagai "parah. Ribuan wisatawan dilaporkan tidak dapat berangkat karena armada yang tersisa tidak mencukupi permintaan, lapor Kantor Berita Thailand.
Meski beberapa perusahaan mendapat kapal pengganti, banyak tur dibatalkan, dengan operator menyebut kebakaran tersebut sebagai "yang terbesar di daerah tersebut." Saksi mata mengaku mendengar ledakan di salah satu perahu cepat sebelum angin kencang mengipasi api dan menyebarkannya ke kapal-kapal di dekatnya, menurut The Nation Thailand.
Polisi dan petugas penyelamat diberitahu sekitar pukul 4 pagi. Petugas pemadam kebakaran dari empat kotamadya dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api, memotong tali tambat untuk memisahkan kapal-kapal tersebut.
Air surut awal membatasi akses ke dermaga, menunda upaya memadamkan api. Setelah api berhasil dikendalikan, Gubernur Phuket Nirat Pongsitthaworn memerintahkan agar kapal-kapal yang rusak dipindahkan dan busa pemadam kebakaran dikerahkan untuk mencegah puing-puing dan bahan bakar mencemari laut, lapor Bangkok Post.
Penyelidikan Kebakaran
Gubernur Phuket memuji tim penyelamat karena dengan cepat mengisolasi kapal-kapal yang terbakar. Ia mengatakan bahwa api bisa saja menyebar ke lebih dari 1.000 kapal wisata lain yang terisi penuh bahan bakar di Teluk Chalong.
Polisi dan petugas forensik telah ditugaskan untuk menyelidiki insiden tersebut. Salah satunya dengan meninjau rekaman CCTV dari dermaga dan daerah sekitarnya untuk menentukan penyebab kebakaran itu.
Menurut The Nation Thailand, Asosiasi Pariwisata Phuket telah memperingatkan bahwa pariwisata pulang itu sedang melonjak melampaui kapasitas daya tampungnya. Mereka mendesak tindakan segera untuk melanjutkan proyek transportasi dan air yang terhenti.
Industri pariwisata Phuket menyerukan pada pemerintah Thailand untuk segera menyelesaikan apa yang mereka sebut sebagai krisis infrastruktur yang semakin dalam. Asosiasi Pariwisata Phuket mengatakan, meski pariwisata dan perluasan kota terus berlanjut dari tahun ke tahun, infrastruktur belum mengimbangi.
Tantangan Terbesar Pariwisata Phuket
Juga, infrastruktur yang ada sekarang belum dapat mendukung skala pertumbuhan pariwisata secara memadai. Asosiasi tersebut mendesak pemerintah beralih dari diskusi ke implementasi, dengan mengatakan bahwa masalah-masalah tersebut telah dibicarakan selama bertahun-tahun tanpa implementasi yang berarti.
Thaneth Tantipiriyakij, presiden Asosiasi Pariwisata Phuket, mengatakan salah satu tantangan terbesar adalah daya tampung pulau tersebut. Phuket, katanya, dirancang untuk menampung populasi sekitar 400 ribu jiwa.
Pada kenyataannya, jumlah penduduk di pulau itu jauh lebih tinggi: lebih dari 400 ribu orang tambahan datang untuk mendukung perekonomian. Ada sekitar 130 ribu pekerja migran terdaftar, dan selama periode puncak, jumlah wisatawan dapat mencapai hampir satu juta.
Tingkat tersebut, katanya, melebihi kapasitas yang dapat ditampung Phuket secara wajar—sebuah masalah yang sudah terlihat selama periode Phuket Sandbox. Dia mengatakan, pulau itu sekarang fokus pada menarik wisatawan "berkualitas."
Strategi Pariwisata yang Mendukung
Tantipiriyakij juga menyarankan untuk mempromosikan pariwisata melalui paket "penggabungan kota," menggunakan Phuket sebagai pusat dan menghubungkannya dengan destinasi sekunder terdekat seperti Phang Nga dan Ranong untuk memudahkan perjalanan bagi pengunjung asing.
Namun, ia menekankan bahwa pemerintah harus menanggapi solusi infrastruktur yang mendesak dengan serius. Ia mengatakan, rencana infrastruktur dan utilitas publik Phuket telah ada selama beberapa dekade, tapi proyek-proyek kunci belum mengalami kemajuan.
Ia menyebutkan proyek terowongan Kathu–Patong, yang sebelumnya menunjukkan tanda-tanda kemajuan, tapi kemudian tertunda setelah perubahan pemerintahan. Ia juga menunjuk pada rencana pasokan air yang telah lama berjalan, termasuk proposal untuk membawa air dari Bendungan Cheow Lan.
Rencana itu, katanya, telah dibahas selama 20–30 tahun. Rute yang akan dilalui air juga akan menguntungkan daerah-daerah di sepanjang jalur. Meski proyek tersebut pernah diperkirakan bernilai miliaran baht, ia mengatakan, investasi yang dibutuhkan sekarang akan mencapai puluhan miliar baht.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447302/original/009357400_1765953244-Desain_Teras_Rumah_Sederhana_yang_Membuat_Rumah_Terasa_Lebih_Rapi_dan_Fungsional_Teras_Tertutup_dengan_Kanopi_Transparan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468604/original/016305100_1767961774-Kate_Middleton.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311690/original/052932300_1754892480-20250811-Budidaya_Maggot-MER_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3259995/original/098160800_1602042764-87586083_3397118293637748_8645089942205224914_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4871920/original/053265300_1719116844-Sepiring_babat_gongso_pedas._Liputan6.comIGdapur_mamaalba.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468490/original/022513800_1767952907-093762500_1439802470-foodsoe1pinterest.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468453/original/037223800_1767951649-unnamed-70.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468428/original/040401200_1767950328-unnamed-60.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3192744/original/029648100_1595932249-1199555-1000xauto-resep-asinan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468209/original/007693900_1767944406-sup_tetelan_sapi5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467888/original/043655600_1767933858-Ayam_Panggang_Ny._Anggraini_Klaten__Google_Maps_iki_ste_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4913360/original/055090700_1723178933-pexels-nonik-yench-3589897-5925735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467695/original/009362000_1767927673-gigi_hadid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468136/original/001185500_1767942240-058696300_1748420142-Kentang_rebus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4935168/original/040304400_1725339967-Sepiring_babat_gongso_pedas_mercon.__Liputan6.comIGdewi.yuliana23_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465627/original/065775100_1767772672-Screenshot__122_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467847/original/077736700_1767933057-Usus_Bumbu_Kuning.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467836/original/002799100_1767932532-kari_ayam3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467237/original/053234400_1767867177-kendall.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467632/original/006630100_1767925617-000_89ZZ4K6.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4763684/original/016326400_1709707430-kereta_api_nataru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1754987/original/026621500_1509348143-20171030-Vietnam-Adit1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360651/original/024353600_1758712937-SnapInsta.to_549127995_18051123983556714_494170281947543192_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347525/original/083062600_1757675276-SnapInsta.to_543107841_18526684450015278_5485787036975048528_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544161/original/099781700_1692463898-WhatsApp_Image_2023-08-19_at_10.23.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350664/original/027185300_1758004811-Screenshot_2025-09-16_133834.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4918754/original/030969800_1723694238-cimahi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348639/original/004944200_1757841924-Screenshot_2025-09-14_162436.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352627/original/038329600_1758105491-unnamed__30___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363725/original/098536500_1758960184-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371271/original/098149800_1759644548-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1474388/original/004496700_1484626501-IMG_20170110_123013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4836979/original/089302800_1716174604-20240519BL_Stadion_Batakan_20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)