12 Rekomendasi Tempat Makan Malam Ala Warlok Jogja: Murah, Autentik dan Bikin Nagih

3 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Yogyakarta tidak hanya istimewa karena budayanya, tetapi juga karena denyut nadi kehidupannya yang justru semakin hidup saat matahari terbenam. Bagi wisatawan, mungkin Jalan Malioboro adalah tujuan utama, namun bagi warga lokal atau "warlok", kenikmatan sejati tersembunyi di sudut-sudut jalan, di balik tenda-tenda sederhana, dan di warung-warung yang asap dapurnya mengepulkan aroma rindu. Mencari makan malam di Jogja bukan sekadar urusan perut, melainkan sebuah petualangan rasa dan suasana.

Kuliner malam ala warlok biasanya memiliki ciri khas yang kuat: tempatnya tidak selalu mewah, bahkan seringkali berada di pinggir jalan atau lesehan, namun rasanya mampu membuat siapa saja kembali lagi. Keaslian bumbu, cara memasak yang masih tradisional menggunakan arang, hingga keramahan penjualnya menjadi bumbu penyedap yang tidak ternilai harganya. Ini adalah sisi lain Jogja yang menawarkan kehangatan di tengah dinginnya angin malam.

Selain soal rasa, faktor harga juga menjadi alasan mengapa tempat-tempat ini begitu dicintai. Jogja dikenal sebagai surga kuliner ramah kantong, terutama bagi mahasiswa dan pelancong backpacker. Dengan modal yang tidak besar, Anda bisa menikmati porsi yang mengenyangkan dengan cita rasa bintang lima. Makan malam di tempat-tempat ini juga memberikan kesempatan untuk berbaur dengan warga setempat, mendengarkan obrolan bahasa Jawa halus, atau sekadar menikmati pengamen jalanan yang suaranya merdu.

Berikut 12 tempat makan malam ala warga lokal Jogja yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber pada Kamis (1/1/2026). Semua tempat ini dipilih berdasarkan konsistensi rasa, popularitas yang tak lekang oleh waktu, dan kemudahan akses.

1. Bakmi Jawa Pak Pele

Jika berbicara soal Bakmi Jawa di sekitar Alun-Alun Utara, Bakmi Pak Pele adalah rajanya. Tempat ini selalu ramai oleh antrean warga lokal dan wisatawan yang rela menunggu demi sepiring bakmi yang dimasak satu per satu menggunakan anglo (tungku arang). Aroma smoky yang khas dari arang meresap sempurna ke dalam mi kuning dan bihun yang kenyal.

Menu andalannya adalah Bakmi Godog (rebus) dan Bakmi Goreng. Kuah bakmi godognya sangat creamy karena penggunaan telur bebek yang melimpah dan kaldu ayam kampung yang gurih pekat. Suwiran ayam kampung yang besar-besar menambah tekstur di setiap suapan. Jangan lupa meminta tambahan irisan cabai rawit jika Anda menyukai sensasi pedas yang menggigit.

Suasana di sini sangat kental dengan nuansa Jogja malam hari. Anda bisa memilih duduk di kursi atau lesehan di atas tikar sembari menikmati angin malam di sekitar Keraton. Pelayanan di sini cukup cekatan meskipun antrean panjang, menjadikannya tempat makan malam yang wajib dikunjungi.

Alamat: JL. Pojok Tenggara Jl. Alun-Alun Utara, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55131.

2. Gudeg Permata Bu Narti

Berbeda dengan gudeg pada umumnya yang buka pagi hari, Gudeg Permata Bu Narti adalah legenda kuliner malam yang sudah berdiri sejak tahun 1961. Dinamakan "Permata" karena lokasinya yang berada di dekat bekas Bioskop Permata. Gudeg di sini bertipe basah dengan kuah areh (santan kental) yang gurih dan manisnya pas, tidak membuat eneg.

Sajian utamanya terdiri dari nasi, gudeg nangka muda, krecek pedas yang lembut, dan pilihan lauk seperti ayam kampung, telur bacem, atau tahu. Kombinasi rasa manis dari gudeg dan pedas gurih dari sambal goreng kreceknya menciptakan harmoni yang meledak di mulut. Daging ayamnya dimasak hingga sangat empuk sampai ke tulang.

Warung ini buka mulai pukul 20.00 WIB hingga dini hari, menjadikannya penyelamat bagi mereka yang kelaparan tengah malam. Suasana makannya sederhana di trotoar jalan, namun kehangatan interaksi antara penjual dan pembeli membuat pengalaman makan di sini terasa sangat homey.

Alamat: Jl. Gajah Mada No.2, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55111.

3. Sate Klathak Pak Bari

Bagi penggemar film "Ada Apa Dengan Cinta 2", tempat ini pasti sudah tidak asing. Sate Klathak Pak Bari berlokasi di tengah Pasar Wonokromo, Bantul. Keunikan tempat ini adalah suasana pasar di malam hari yang sudah tutup, disulap menjadi area makan yang luas dan terbuka.

Sate Klathak di sini menggunakan jeruji besi sepeda sebagai tusukannya, bukan bambu. Penggunaan besi ini berfungsi sebagai penghantar panas yang baik sehingga daging kambing matang sempurna hingga ke bagian dalam. Bumbunya sangat minimalis, hanya garam dan sedikit ketumbar, namun justru itulah yang menonjolkan rasa asli daging kambing muda yang segar dan juicy.

Disajikan dengan kuah gulai yang kaya rempah namun ringan, sate ini sangat cocok disantap dengan nasi panas dan teh manis hangat. Selain sate klathak, menu tongseng kepala kambing di sini juga menjadi favorit para warlok yang ingin rasa lebih berbumbu.

Alamat: Pasar Wonokromo, Ps. Jejeran, Jl. Imogiri Tim. No.5, Wonokromo II, Wonokromo, Kec. Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55791.

4. Oseng-oseng Mercon Bu Narti

Bagi pecinta pedas, Jogja punya tantangan bernama Oseng Mercon Bu Narti. Tempat ini adalah pelopor oseng-oseng super pedas di Yogyakarta yang melegenda. "Mercon" di sini merujuk pada sensasi ledakan pedas di mulut saat menyantap hidangan yang terdiri dari kikil, gajih (lemak), kulit, dan tulang muda sapi.

Rasa pedasnya tidak main-main karena menggunakan cabai rawit dalam jumlah yang sangat banyak, dimasak bersama bumbu rempah dan gula jawa. Meskipun pedasnya menyengat, ada rasa manis gurih yang membuat Anda tidak bisa berhenti mengunyah. Tekstur kikil dan gajihnya sangat lembut, lumer di mulut begitu disantap.

Warung tenda ini buka di malam hari di pinggir jalan KH. Ahmad Dahlan. Meskipun tempatnya sederhana dan seringkali harus berbagi meja dengan orang lain, sensasi "kepedasan berjamaah" di bawah temaram lampu jalan menjadi pengalaman tak terlupakan.

Alamat: Jl. KH. Ahmad Dahlan No.107, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55262.

5. Nasi Goreng Sapi Padmanaba

Warung kaki lima ini terletak di trotoar jalan dekat SMA Negeri 3 Yogyakarta (Padmanaba). Nasi Goreng Sapi Padmanaba selalu memiliki antrean panjang setiap malamnya. Ciri khasnya adalah porsi yang jumbo dengan harga yang sangat bersahabat bagi kantong mahasiswa.

Nasi gorengnya dimasak dengan bumbu rempah yang kuat, cenderung gurih dan sedikit manis khas Jogja. Potongan daging sapinya tidak pelit, dipotong dadu dan dimasak hingga empuk. Keunikan lainnya adalah telur ceplok atau dadar yang disajikan bisa diminta setengah matang, menambah kekayaan rasa pada nasi gorengnya.

Meski antreannya terlihat mengular, pelayanan di sini sangat cepat dan terorganisir. Anda bisa makan di tempat secara lesehan di trotoar yang lebar atau membungkusnya untuk dibawa pulang. Ini adalah definisi makan enak, murah, dan kenyang ala warlok sejati.

Alamat: Jl. Yos Sudarso, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224.

6. Soto Sampah

Jangan tertipu dengan namanya yang nyeleneh. Soto Sampah dinamakan demikian bukan karena kotor, melainkan karena penggunaan lauk pauk dan bumbu yang dicampur secara "acak" atau semrawut di dalam piring, serta penggunaan gajih sapi yang melimpah. Ini adalah kuliner malam legendaris yang populer di kalangan anak muda Jogja.

Soto ini memiliki kuah bening yang segar. Pilihan lauknya sangat beragam, mulai dari sate usus, sate telur puyuh, gorengan, hingga ceker ayam. Anda bisa mengambil sendiri lauk yang diinginkan dan menambahkannya ke dalam mangkuk soto.

Lokasinya dekat dengan Tugu Jogja, menjadikannya tempat strategis untuk mengisi perut setelah berkeliling kota. Warung ini buka hingga larut malam, bahkan hampir 24 jam, sehingga sering menjadi tujuan akhir para night owl di Yogyakarta.

Alamat: Jl. Kranggan No.2, Cokrodiningratan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233.

7. Nasi Teri Pojok Gejayan

Sering disebut sebagai "penyelamat perut tengah malam", Nasi Teri Gejayan buka mulai pukul 21.30 hingga dini hari. Menu utamanya sangat sederhana: nasi campur dengan sayur lodeh labu siam atau nangka muda, yang diberi topping teri asin pedas yang khas.

Kombinasi rasa gurih santan dari sayur lodeh berpadu sempurna dengan asin dan pedasnya teri. Anda juga bisa menambah lauk pendamping seperti telur dadar, tempe garit (tempe goreng garing dengan bumbu garam), tahu, atau perkedel. Rasanya sangat rumahan, mengingatkan pada masakan ibu di desa.

Tempatnya berupa warung tenda sederhana di pinggir Jalan Gejayan. Meskipun sederhana, kelezatannya mampu membuat mobil-mobil mewah berjejer parkir di depannya. Makan di sini memberikan sensasi kesederhanaan Jogja yang autentik dan menenangkan.

Alamat: Jl. Affandi No.5, Klitren, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55222.

8. Angkringan Kopi Jos Lik Man

Belum ke Jogja rasanya jika belum mampir ke angkringan, dan Angkringan Lik Man adalah salah satu yang paling ikonik. Terletak di dekat Stasiun Tugu, tempat ini terkenal dengan "Kopi Jos", yaitu kopi hitam panas yang dicelupkan arang membara ke dalam gelasnya. Bunyi "josss" saat arang masuk memberikan sensasi teatrikal yang unik.

Kopi Jos dipercaya memiliki kadar kafein yang lebih rendah karena arang berfungsi mengikat racun. Selain kopi, tersedia berbagai menu khas angkringan seperti Nasi Kucing (nasi porsi kecil dengan sambal teri atau oseng tempe), sate usus, sate kerang, kepala ayam, dan aneka gorengan yang dibakar ulang di atas arang.

Duduk lesehan di atas tikar, ditemani segelas kopi arang dan nasi kucing, sambil melihat kereta api melintas atau hiruk pikuk jalanan Malioboro adalah pengalaman yang sangat "Jogja banget". Tempat ini adalah ruang sosial di mana semua kalangan berbaur tanpa sekat.

Alamat: Ps. Kranggan, Jl. Poncowinatan No.7, Gowongan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55232.

9. Mie Nyemek Bu Siti

Jika Anda bosan dengan bakmi Jawa biasa, Mie Nyemek Bu Siti menawarkan variasi yang berbeda. Warung ini menyajikan mi instan yang dimasak ulang dengan bumbu rahasia dan kuah yang "nyemek" (sedikit dan kental). Meskipun bahan dasarnya mi instan, rasanya naik kelas menjadi hidangan yang luar biasa lezat.

Mi dimasak dengan tambahan sayuran, telur, dan bumbu rempah tambahan yang membuatnya gurih dan pedas. Anda bisa meminta tingkat kepedasan sesuai selera. Tekstur minya dibuat pas, tidak terlalu lembek namun bumbunya meresap sempurna.

Warung ini sangat populer di kalangan mahasiswa karena harganya yang murah dan porsinya yang pas untuk makan malam. Suasananya santai dan bersahabat, tipikal warung makan neighborhood yang dicintai warga sekitarnya.

Alamat: Jl. Sisingamangaraja No.39, Brontokusuman, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55153.

10. Ayam Geprek Bu Rum

Ayam Geprek kini ada di mana-mana, namun Ayam Geprek Bu Rum di Jogja diklaim sebagai pelopor atau pencipta pertama menu ayam geprek di Indonesia. Berbeda dengan ayam geprek modern yang seringkali menggunakan sambal bawang matang, di sini ayam crispy-nya digeprek (dihancurkan) bersama cabai rawit mentah, bawang putih, dan garam langsung di cobek.

Anda bisa memilih sendiri jumlah cabai yang diinginkan, mulai dari satu hingga puluhan biji. Selain ayam, tersedia juga sayur sop, oseng-oseng, dan tahu tempe sebagai pendamping. Sistemnya prasmanan untuk nasi dan sayur, sehingga Anda bisa mengambil porsi sesuai kapasitas perut.

Meskipun warung ini buka dari pagi, namun tetap menjadi favorit untuk makan malam (biasanya buka sampai jam 8 atau 9 malam atau sehabisnya). Tempatnya selalu riuh dengan suara ulekan cobek dan obrolan mahasiswa yang sedang menikmati makan malam murah meriah.

Alamat: Jl. Wulung Lor, Papringan, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281.

11. Bakmi Shibitsu

Namanya terdengar seperti bahasa Jepang, namun "Shibitsu" sebenarnya adalah singkatan dari "Si Bisu", karena penjual pertamanya dahulu adalah seorang tuna wicara. Bakmi Jawa di sini memiliki cita rasa yang sangat autentik dan konsisten sejak puluhan tahun lalu.

Ciri khas Bakmi Shibitsu adalah minya yang pipih dan kenyal, serta kuah bakmi godognya yang warnanya agak keruh namun kaya rasa kaldu. Penggunaan ebi (udang kering) dalam bumbunya memberikan aroma sedap yang berbeda dari bakmi Jawa lainnya. Bakmi gorengnya pun tak kalah nikmat dengan rasa manis gurih yang seimbang.

Lokasinya berada di daerah Bantul, sedikit menjauh dari keramaian kota, namun justru itulah yang dicari. Suasananya tenang, homey, dan jauh dari kesan turis, benar-benar tempat makan favorit para warlok yang ingin menikmati bakmi berkualitas dengan tenang.

Alamat: Jl. Bantul No.111, Gedongkiwo, Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55141.

12. House of Raminten

Menutup daftar ini dengan tempat yang sedikit berbeda, House of Raminten adalah restoran yang menyajikan pengalaman budaya Jawa yang kental dan quirky. Didirikan oleh Hamzah Sulaiman, tempat ini buka 24 jam dan menawarkan menu-menu tradisional dengan penyajian yang unik dan harga yang tetap terjangkau.

Menu andalannya sangat beragam, mulai dari Nasi Kucing "Double", Sego Liwet, hingga minuman herbal seperti Wedang Uwuh dan Susu Perawan Tancep. Dekorasi tempatnya sangat nyentrik, dipenuhi dupa aromaterapi, gamelan Jawa, dan pelayan yang mengenakan kemben tradisional.

Meskipun terlihat seperti restoran, konsep harganya tetap merakyat dan suasananya sangat santai. Ini adalah tempat yang tepat jika Anda ingin makan malam sambil merasakan atmosfer mistis namun jenaka khas Jawa, tempat di mana warlok dan turis berbaur dalam keunikan.

Alamat: Jl. F.M. Noto No.7, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

Berapa kisaran harga makanannya?

Sangat terjangkau. Rata-rata berkisar antara Rp15.000 hingga Rp35.000 per porsi.

Apakah semua tempat di atas Halal?

Ya, mayoritas rekomendasi di atas menyajikan menu Halal. (Pastikan konfirmasi ulang di lokasi untuk kepastian 100%).

Bagaimana dengan area parkir?

Sebagian besar adalah warung kaki lima/tenda, jadi parkir mobil mungkin terbatas di bahu jalan. Motor lebih mudah parkir.

Apakah cocok untuk keluarga & anak-anak?

Sangat cocok, terutama tempat seperti Bakmi Pele, House of Raminten, dan Sate Klathak Pak Bari.

Jam berapa waktu terbaik untuk datang?

Disarankan datang sebelum jam 19.00 WIB atau setelah jam 21.00 WIB untuk menghindari antrean puncak makan malam.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |