Tips Makan Kue Lebaran Tanpa Takut Timbangan Naik dan Kolesterol, Salah Satunya Konsumsi Cuka Apel

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta = Lebaran biasanya identik dengan berbagai hidangan kue manis, seperti nastar, kastengel, lapis legit, dan kue-kue lain yang sangat menggoda. Namun, konsumsi berlebihan bisa menyebabkan lonjakan gula darah, kenaikan berat badan, dan peningkatan kadar kolesterol.

Ditambah lagi, momen Lebaran biasanya diisi kegiatan silaturahim ke rumah sanak keluarga, sehingga mengontrol makan kue lebaran jadi lebih sulit. Nastar biasanya mengandung sekitar 80─100 kalori per buah tergantung pada ukuran dan bahan tambahan, seperti selai nanas.

Kastengel, yang terbuat dari keju dan mentega, mengandung sekitar 100─120 kalori per potong, sehingga lebih tinggi kalori dibandingkan nastar. Sedangkan lapis legit, dengan banyaknya lapisan kue dan penggunaan bahan seperti mentega dan telur, mengandung sekitar 150─200 kalori per potong kecil.

Untuk itu, ada baiknya kita mengontrol makanan, terutama kue-kue manis saat Lebaran. Berikut beberapa tips agar tetap bisa menikmati kue Lebaran tanpa khawatir akan dampaknya pada kesehatan menurut dr. Susan Thian, dilansir dari akun TikTok @susan.thian, Minggu, 30 Maret 2025.

1. Pastikan Makan Besar Terlebih Dahulu

Sebelum menikmati kue-kue manis, pastikan perut kita sudah terisi makanan utama yang mengandung serat dan protein. Misalnya, konsumsi sayuran, lauk berprotein tinggi, seperti ayam atau ikan, serta sedikit karbohidrat sebelum menyentuh camilan manis.

Dengan cara ini, kadar gula darah lebih stabil dan tidak mengalami lonjakan drastis setelah makan kue. "Kita pastikan di rumah kita makan kenyang dulu, sudah ada serat, protein, baru deh jalan ke rumah saudara dan makan yang kecil-kecil sedikit aja," ucap dr. Susan Thian.

2. Konsumsi Cuka Apel Sebelum Makan

Bagi yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil, minum cuka apel sebelum makan kue bisa jadi solusi alami. Cuka apel membantu mengurangi lonjakan gula darah dan mencegah gula yang masuk ke tubuh disimpan sebagai lemak.

3. Makan dengan Porsi Kecil

Setelah makan besar, barulah menikmati kue Lebaran dalam porsi kecil. Pilih satu atau dua jenis kue favorit, lalu nikmati secukupnya agar tidak berlebihan. Sebaiknya hindari ngemil tanpa sadar, terutama saat sedang mengobrol atau bersantai bersama keluarga.

4. Jangan Lupa Bergerak Setelah Makan

Usai menikmati makanan dan kue Lebaran, jangan langsung duduk atau bermalas-malasan. Pastikan tetap bergerak, misalnya dengan berjalan kaki santai setelah makan. Aktivitas ini membantu tubuh membakar kalori dan mengontrol kadar gula darah.

Tren kue Lebaran kembali bergema di tahun 2025 ini. Riset Populix mengungkap fakta menarik: nastar menjadi juara sebagai kue kering khas Lebaran terfavorit para Gen Z dan milenial. 

Kue Kering Pilihan Gen Z dan Milenial

Hasil riset ini mengungkap, lebih dari 80 persen responden memilihnya sebagai primadona di meja sajian hari raya. Bukan hanya nastar, kue kering lainnya seperti putri salju, kastengel, dan sagu keju juga tetap menjadi pilihan populer. Beragam pilihan rasa dan tekstur kue kering Lebaran menunjukkan kekayaan kuliner Indonesia yang terus berinovasi.

Selain kue kering, kue basah tradisional seperti klepon, onde-onde, apem, dan lapis legit juga turut meramaikan meja Lebaran. Perpaduan kue kering dan basah menciptakan harmoni cita rasa yang lengkap dalam perayaan Idulfitri.

Berikut adalah 10 kue kering Lebaran terfavorit menurut riset Populix, mengutip kanal Islami Liputan6.com, 30 Maret 2025.

1. Nastar - 82 persen responden

2. Putri salju - 44 persen responden

3. Kastengel -35 persen responden

4. Sagu keju - 27 persen responden

5. Kukis coklat - 19 persen responden

6. Kukis kacang tanah - 19 persen responden

7. Kukis mentega - 12 persen responden

8. Lidah kucing - 11 persen responden

9. Kukis bawang - 9 persen responden

10. Wafer - 7 persen responden.

Adapun survei tentang “Kue Kering Lebaran Favorit Milenial dan Gen-Z” dilakukan pada 6-8 Maret 2025 melalui platform Poplite.Penelitian ini dilakukan kepada 979 orang milenial dan gen-Z. 

Nastar Kue Lebaran Terfavorit

Mayoritas responden berasal dari tingkat ekonomi menengah ke atas. Indah Tanip, VP of Research Populix, menyebutkan, dasar penentuan nastar sebagai kue kering Lebaran terfavorit pada 2025 berdasarkan pada nilainya yang terpaut sangat jauh dibandingkan dengan kue kering lainnya.

"Pilihan nastar sebagai kue Lebaran terfavorit bahkan hampir dua kali lipat dari posisi kedua (putri salju). Siap-siap kaalu Nastar akan jadi yang pertama ludes saat Lebaran nanti," kata Indah.

Populix menemukan lebih dari separuh responden memilih membeli kue kering produksi rumahan (UMKM), diikuti kue kering kemasan bermerek buatan pabrikan besar. Sedangkan sekitar sepertiganya berminat untuk membeli dari toko terkenal, yang cenderung dipilih oleh kalangan ekonomi atas dan mapan.

Meski begitu sebagian milenial dan gen-Z juga mengaku akan membuat kue kering sendiri tahun ini. Walaupun terpapar berbagai kemudahan digital setiap hari, milenial dan gen-Z cenderung masih memilih pembelian secara langsung, ketimbang secara online.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |