Terhanyut Emosi Musikal Perahu Kertas, Dee Lestari Beri Pengantar Manis yang Mengharu Biru

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Jumat malam, 30 Januari 2026, merupakan pementasan perdana Musikal Perahu Kertas yang persiapannya sudah dimulai sejak November 2024. Ratusan tamu undangan dan media memenuhi kursi untuk menikmatinya pertunjukan yang semestinya dimulai sejak pukul 19.00 WIB, tetapi mundur hingga sekitar 50 menit.

Begitu layar dibuka, Dee Lestari, sang pencipta karakter Kugy dan Keenan serta banyak karakter Perahu Kertas lainnya, menyapa langsung hadirin dengan gaun merah di bawah lutut tanpa lengan. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai bebas. Kehadirannya menjadi hadiah sendiri bagi penonton yang sudah tak sabar.

Dalam sambutannya, Dee mengaku tak pernah menyangka cerita Perahu Kertas yang dibuatnya saat usianya masih 20an tahun bisa berkembang jauh dari cerita bersambung hingga ke pentas musikal. 

"Tahu enggak, hari ini, di hari pergelaran Perahu Kertas, bertepatan dengan ulang tahun karakter Kugy, dan besoknya Keenan. Jadi, ini perayaan dua aquarius. Zodiak lain mohon ijin," ungkap Dee di atas panggung yang didekorasi dengan banyak perahu kertas itu.

Di kesempatan itu, ia akhirnya memperkenalkan lagu Perahu Kertas versinya sendiri setelah 15 tahun begitu lekat dengan suara Maudy Ayunda.

"Saya enggak seusia Maudy sih saat menyanyikan lagu Perahu Kertas. Tapi, saya percaya berapapun usia kita, di fase mana pun hidup kita, kita berkesempatan mengalami lagi keajaiban perjalanan hati menemukan tambatannya, menghidupkan cita-cita, dan menghidupkan mimpi-mimpi," tuturnya sebelum akhirnya melantunkan lagu Perahu Kertas.

Lagu yang familiar membuat penonton otomatis ikut bernyanyi. Bahkan, saat reff dinyanyikan, Dewi sengaja menyodorkan mic-nya agar penonton bisa puas meluapkan emosi dan kenangan dari lagu yang bercerita tentang cinta dan mimpi.

Perkenalan Kembali Karakter Kugy dan Keenan

Selesai penampilan kejutan Dee Lestari, layar kembali ditutup. Tulisan perahu kertas muncul di layar dari lampu sorot di ruang kontrol. Kugy yang diperankan Alya Syahrani dan Keenan yang diperankan Dewara Zaqqi kemudian muncul dari balik tirai dengan busana senada, saling bergandengan tangan, membawakan prolog tentang drama musikal itu.

Sekilas, keduanya memiliki kemiripan dengan karakter yang dibawakan Maudy Ayunda dan Adipati Dolken di film. Kugy sangat lekat dengan rambut keriting sebahunya, sedangkan Keenan memiliki rambut gondrong belah tengah dengan poni panjang.

Karakter keduanya kembali diperkenalkan, membangkitkan ingatan penonton yang mungkin sudah lupa dengan isi novel ataupun film Perahu Kertas. Ya, Kugy adalah anak tengah yang suka mengkhayal dan bermimpi menjadi pendongeng, sedangkan Keenan adalah anak tunggal yang hobi melukis tetapi dipaksa keadaan harus meneruskan bisnis sang ayah.

Setelah prolog, setting panggung berubah menjadi suasana ospek mahasiswa baru. Kugy yang seorang mahasiswa sastra akhirnya berkenalan dengan Keenan yang mengambil jurusan ekonomi. Keduanya digambarkan pendobrak tradisi ospek hingga patut dihukum karena tak mengerjakan tugas.

Perkenalan itu menjadi awal cerita hubungan kedua anak manusia yang sama-sama dianggap aneh oleh sekitarnya. Mereka semakin dekat hingga aktif mengajar anak-anak Sekolah Alit dan menjadi bagian dari agen Neptunus.

Antara Cinta Terpendam dan Cita-Cita yang Patut Diperjuangkan

Kedekatan Kugy dan Keenan mampu membangkitkan kepercayaan diri satu sama lain atas mimpi masing-masing. Mereka saling melengkapi hingga kemudian terpisah oleh kehadiran orang lain, tanpa sempat mengungkapkan perasaan terdalam satu sama lain.

Keenan melanjutkan hidup di Bali sesuai diusir ayahnya dari rumah karena nekat meneruskan mimpinya sebagai pelukis. Sementara, Kugy meninggalkan mimpinya sebagai pendongeng dengan merintis karier menjadi karyawan agensi periklanan. Keduanya bahkan menjalin hubungan dengan orang lain.

Tapi, takdir kembali mempertemukan keduanya di pernikahan sahabat masing-masing, Nino dan Eko. Dua karakter pendukung ini mencuri perhatian penonton berkat kemampuan mereka menghidupkan suasana dengan humor dan tingkah konyol. Emosi yang awalnya melankolis sontak menjadi ceria. Bahkan, tanpa mereka, 'pesan sponsor' yang biasanya dianggap mengganggu, mulus disampaikan dan mengundang penonton tertawa.

Kisah Kugy dan Keenan dibawakan dalam dua babak. Masing-masing berdurasi sekitar 45 menit dan ada intermisi 15 menit untuk para aktor dan penonton beristirahat sejenak.

Pada akhirnya, kisah Kugy dan Keenan tak berbeda dengan ceritanya di novel dan film. Hanya saja, penyampaiannya terasa segar lantaran latar waktunya dibuat kekinian, bukan era akhir 90an seperti di film. Kedekatan situasi membuat emosi sedih, kesal, marah, dan gembira mampu direspons penonton dengan baik.

Dipentaskan 21 Kali hingga 15 Februari 2026

Bukan musikal bila tanpa lagu dan gerak. Nyaris dialog para karakter disampaikan dengan bernyanyi. Yang paling teringat di benak adalah lagu yang berisi pesan agar hidup untuk memberi makna, bukan sekadar hidup. Ada pula lagu tentang percintaan yang didasarkan pada zodiak.

Dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, total ada 22 lagu yang ditampilkan, termasuk dengan Perahu Kertas yang menjadi pengikat emosional sepanjang pertunjukan. Musik orisinil itu merupakan hasil kolaborasi komposer Ifa Fachir dan Simhala Avadana. Keseluruhan komposisi diarahkan dan ditata oleh Ivan Tangkulung selaku pengarah dan penata musik dan dibawakan oleh Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST).

"Perahu Kertas telah menjadi bagian dari perjalanan Trinity Entertainment Network, tumbuh bersama mimpi-mimpi di dalamnya. Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk berkolaborasi dengan Indonesia Kaya mempersembahkan Musikal Perahu Kertas, sebuah karya yang lebih dari sekadar adaptasi medium, melainkan juga upaya merawat sebuah cerita agar jiwanya tetap utuh," kata Yonathan Nugroho, Produser Eksekutif Musikal Perahu Kertas dan CEO Trinity Entertainment Network.

Apresiasi juga patut diterima tim tata panggung yang bisa menciptakan setting begitu fungsional, begitu cantik, dengan pergantian yang begitu halus antar-babak. Sekilas mengingatkan pada Ghibli di film Spirited Away, tetapi jelas bukan Ghibli. 

Harga Tiket Musikal Perahu Kertas

Musikal Perahu Kertas melibatkan lebih dari 250 orang dengan 38 di antaranya adalah para aktor di atas panggung. Mereka akan berlayar hingga 15 Februari 2026 dengan total 21 pertunjukan di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Tiket dijual mulai Rp249 ribu hingga Rp899 ribu untuk kelas VVIP.

Untuk menjaga stamina para pemain sekaligus memastikan kualitas pertunjukan tetap konsisten, tim produksi menerapkan sistem alternate cast pada empat jadwal pertunjukan, yaitu pada 3, 4,10, dan 11 Februari 2026 pukul 19.30 WIB, serta menyiapkan swing performer dari kelompok Swargaloka. Pendekatan ini dilakukan agar setiap pertunjukan dapat dinikmati penonton dengan kualitas terbaik.

Jadi, siap mengharu biru dengan Perahu Kertas?

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |