Lawan Gerakan Tutup Mulut pada Anak dengan Edukasi Lahap Makan 2026

3 weeks ago 38

Liputan6.com, Jakarta - Saat anak sulit makan alias menjalankan gerakan tutup mulut (GTM), orangtua biasanya kebingungan mencari solusi. Situasi itu menandakan para orangtua membutuhkan edukasi yang tepat agar masalah tertanggulangi.

Itu pula yang melatari SUN, brand makanan pendamping ASI (MPASI), kembali melanjutkan Gerakan Lahap Makan pada tahun ini. Gerakan itu bertujuan untuk mengedukasi dan telah menginspirasi lebih dari 90 ribu ibu dan kader Posyandu mengenai langkah-langkah praktis pemberian makan anak yang tepat sepanjang 2025.

Edukasi itu juga menghadirkan variasi menu MPASI yang beragam dan bergizi, guna membantu mengurangi risiko GTM anak. Membuka rangkaian kegiatan 2026, program edukasi itu diawali di Kota Malang dan Bogor, sebelum dilanjutkan ke sekitar seratus kota/kabupaten lainnya di seluruh Indonesia.

"Melalui Gerakan Lahap Makan SUN, kami ingin hadir sebagai sahabat bagi para ibu untuk belajar bersama, saling berbagi, dan menemukan solusi yang bisa diterapkan untuk mendukung upaya pemenuhan gizi anak," kata Etyk Hartuti, Manager Indofood Nutrition and Special Foods Division PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

Sejumlah dokter anak dan kader PKK yang berperan sebagai Duta Lahap Makan akan mengedukasi para ibu. Salah satunya dr. Centaura Naila Alfin Camielle, Sp.A, M.Biomed. Berbicara di Malang, 14 Januari 2026, ia mengingatkan bahwa GTM tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak langsung pada pemenuhan gizi anak, terutama di masa awal pertumbuhan yang krusial.

3 Metode Lahap Makan

Ia menjelaskan GTM bisa menghambat pemenuhan gizi anak, sementara kebutuhan mereka begitu tinggi. "Untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian saja, bayi membutuhkan asupan yang cukup besar setara dengan 11 potong daging ayam," ujar dr. Centa.

Di sinilah, orangtua berperan sangat penting untuk menyiapkan makanan padat gizi sekaligus membuat anak mau makan sehingga gizi bisa masuk ke dalam tubuhnya. Untuk menyiasatinya, ada tiga metode lahan makan yang bisa diterapkan, yakni (1) Pemberian makan saat lapar dan tidak mengantuk, (2) Variasi rasa dan tekstur sesuai usia, dan (3) Cara pemberian makan yang tepat.

Salah satu bentuk nyatanya adalah dengan mengajak para ibu untuk terus mengembangkan kreativitas dalam mengkreasikan variasi menu MPASI yang lebih beragam, agar pengalaman makan jadi menyenangkan. Para ibu diajak untuk memanfaatkan bumbu dan rempah yang aman untuk memberi cita rasa masakan sejak bayi. 

"Bumbu seperti bawang merah dan bawang putih memberikan rasa gurih alami, sementara daun jeruk menghadirkan aroma segar. Tentunya digunakan dengan takaran dan pengolahan yang sesuai untuk bayi," ujar Etyk.

Makanan Anak Juga Perlu Rasa

Sepakat dengan Etyk, dr. Ayuca Zarry, Sp.A menjelaskan bahwa anak akan lebih lahap jika diberikan menu yang memiliki variasi rasa dan aroma yang menggugah selera.

"MPASI yang dikreasikan dengan menarik akan memberikan pengalaman makan yang menyenangkan bagi anak sehingga kebutuhan gizinya pun lebih mudah terpenuhi," jelas dr. Ayuca di dalam kegiatan Gerakan Lahap Makan SUN di Bogor, 20 Januari 2026.

Menurut dr. Ayuca, bumbu rempah aman dikenalkan sejak dini asal dikelola dengan benar. Harapannya, dengan aroma yang lebih 'berani' anak menjadi lebih antusias dan kebutuhan gizinya tercukupi dengan optimal.

Duta Lahap Makan SUN perwakilan Bogor, Aas Kusdianawati, turut mencontohkan  langsung melalui demo masak MPASI berbasis pangan lokal berupa Bubur Ayam Spesial yang dikreasikan dengan bumbu dan rempah agar anak lebih lahap makan.

"Jangan lupa untuk mengombinasikan bahan pangan lokal yang mudah didapat, seperti talas, bayam, dan ayam, dengan SUN sehingga MPASI menjadi lebih lezat dan bernutrisi," ungkapnya.

Kreasi MPASI Terinspirasi Makanan Indonesia

SUN menghadirkan inovasi produk untuk membantu bayi makan lebih lahap lewat SUN Cinta Rasa Indonesia. Produk yang terinspirasi dari cita rasa masakan Indonesia itu menghadirkan varian: Liwet Ayam Kampung, Soto Ayam, dan Opor Ayam. Di dalamnya diperkaya dengan kandungan tinggi zat besi dan omega 3 dan 6 untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak.

Seluruh produk SUN telah tersertifikasi BPOM dan memenuhi standar The Codex Alimentarius Commission sebagai acuan internasional keamanan pangan, tanpa pengawet dan tanpa perisa tambahan.

"Melalui kolaborasi dengan dokter, kader posyandu, dan duta lahap makan SUN, kami berharap semakin banyak ibu yang percaya diri dalam menyiapkan MPASI dan membantu anak makan lebih lahap," kata Etyk.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |