Foto Lisa BLACKPINK di Poster Kampanye Pariwisata Thailand Dikritik, Dituding Hasil Pakai AI

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Poster kampanye pariwisata Thailand yang menggandeng Lisa BLACKPINK menuai kontroversi. Tak lama setelah sejumlah gambar dirilis, kritik bermunculan di berbagai platform media sosial. 

Banyak warganet menyebut sosok Lisa kurang menyatu dengan latar foto. Salah satunya tampak dari Lisa yang berpose di atas perahu dengan pemandangan matahari terbit yang tenang di Laut Teratai Merah di Provinsi Udon Thani, Thailand.

Beberapa menggambarkannya seperti 'mengambang' alih-alih secara alami di tengan suasana cantik tersebut. Komposisi yang terlalu dipoles menyebabkan spekulasi bahwa visual tersebut sangat bergantung pada elemen yang dihasilkan AI atau penggabungan digital yang berlebihan daripada fotografi di lokasi.

Kecaman semakin intensif ketika penulis lirik dan produser musik terkenal Thailand, Nitipong Honark, ikut berkomentar. Melalui media sosial, ia menyampaikan kritik pedas, menyatakan bahwa kampanye tersebut "seperti mengambil permata senilai ratusan miliar dan menampilkannya seolah-olah hanya bernilai beberapa ratus baht."

Mengutip Kbizoom, Minggu, 1 Februari 2026, komentarnya dengan cepat menjadi viral, semakin memicu perdebatan tentang apakah kualitas produksi sesuai dengan skala investasi dan reputasi duta globalnya. Terlepas dari kritik tersebut, beberapa pengamat membela kampanye tersebut.

Para pembela beralasan pengakuan internasional Lisa saja sudah menjamin eksposur global yang kuat untuk pariwisata Thailand. Para pendukung juga mencatat bahwa visual yang dibantu AI semakin umum dalam iklan skala besar karena keterbatasan waktu, anggaran, dan logistik.

Pengaruh Lisa pada Tingkat Kunjungan Wisatawan

Terlepas dari kualitas poster kampanye yang kontroversial, Lisa BLACKPINK nyatanya mampu menciptakan 'efek Lisa'. Turis, baik lokal maupun asing, melakukan perjalanan 'mengikuti jejak Lisa' ke Laut Teratai Merah yang berlokasi di Distrik Kumphawapi itu. Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) memperkirakan setidaknya 120 pengunjung berdatangan dari November 2025 hingga Februari 2026.

Gubernur TAT Thapanee Kiatphaibool mengaku sangat senang bahwa kampanye tersebut bisa menginspirasi wisatawan Thailand dan asing untuk menikmati keindahan objek wisata tersebut. Ia juga menyebut bahwa fenomena itu sebagai peluang untuk mendorong perekonomian lokal dan meningkatkan pariwisata di Udon Thani.

Mengutip The Nation, Sabtu, 31 Januari 2026, menurut statistik pengunjung dari kelompok usaha komunitas yang mengoperasikan perahu nelayan dan wisata di Dermaga Ban Diam di Distrik Kumphawapi, total jumlah pengunjung pada 1 Desember 2025--25 Januari 2026, mencapai 50.306 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 26.019 turis lokal (51,73%) dan 24.287 turis asing (48,27%), termasuk dari Tiongkok, Laos, Jerman, dan Jepang.

Layanan Penyewaan Kapal

"Biasanya, Laut Teratai Merah terutama menarik pengunjung Thailand, tetapi musim ini proporsi pengunjung asing hampir sama dengan pengunjung Thailand. Ini menunjukkan perluasan minat luar negeri yang jelas yang didorong oleh fenomena yang kita lihat," kata Thapanee.

Thapanee menyatakan warga dan pelaku bisnis mendapat manfaat dari momentum ini dengan membangun tren untuk meningkatkan produk dan layanan komunitas, mendukung distribusi pendapatan kepada operator kecil dan memperkuat peran Udon Thani sebagai destinasi wisata berkualitas di Thailand. Salah satu tren yang diminati wsiatawan adalah berfoto di perahu seperti Lisa.

Laporan lokal mengatakan bahwa pada Sabtu, 24 Januari 2026, operator menjalankan 254 perjalanan dengan perahu besar dan 70 perjalanan dengan perahu kecil, melayani 1.664 pengunjung dan menghasilkan pendapatan layanan perahu sebesar 148.000 baht (sekitar Rp78,6 juta).

Otoritas Pemerintah Terlibat Jaga Kualitas Layanan

Pada Minggu, 25 Januari 2026, kapal besar melakukan 457 perjalanan dan kapal kecil 97 perjalanan, melayani 2.937 pengunjung dan menghasilkan pendapatan sebesar 257.600 baht. Dengan begitu, pendapatan dari layanan kapal di Laut Teratai Merah dalam dua hari mencapai total 405.600 baht (sekitar Rp215,5 juta).

Layanan penyewaan perahu di danau itu tersedia di empat dermaga utama: Dermaga Ban Diam (Tel. 089-395-0871), Dermaga Ban Don Khong (Tel. 063-141-6496), Dermaga Ban Chaelae (Tel. 089-899-6529), dan Dermaga Ban Chiang Hwae (Tel. 092-805-6459, 089-788-2272). Waktu kunjungan yang disarankan—saat bunga teratai mekar penuh dan cahaya pagi paling indah—adalah pukul 06.00 hingga 11.00, dari pertengahan Januari hingga pertengahan Februari 2026.

Natthriya Thaweevong, Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata dan Olahraga, mengaku telah menginstruksikan berbagai instansi untuk memperketat langkah-langkah keselamatan, meliputi operator perahu, standar untuk berbagai jenis perahu, manajemen untuk memastikan wisatawan tidak perlu menunggu terlalu lama, dan fasilitasi yang lebih baik bagi pengunjung di area Laut Teratai Merah. Itu untuk mengatasi peningkatan jumlah wisatawan yang pesat dan untuk memastikan standar layanan tetap sesuai dan adil.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |