Liputan6.com, Jakarta - Kolagen merupakan protein struktural esensial yang bertanggung jawab menjaga elastisitas kulit, kesehatan persendian, dan kekuatan rambut. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami dalam tubuh mengalami penurunan signifikan, membuat pemahaman tentang makanan yang mengandung kolagen menjadi solusi penting untuk menjaga kesehatan dan kecantikan dari dalam. Pemilihan nutrisi yang tepat dapat membantu Anda mempertahankan vitalitas tubuh.
Tidak semua orang menyadari bahwa makanan yang mengandung kolagen dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari protein hewani hingga buah-buahan kaya vitamin C, berbagai jenis makanan ini tidak hanya menyediakan kolagen siap pakai tetapi juga nutrisi pendukung yang membantu tubuh memproduksi kolagen secara alami. Konsumsi rutin makanan-makanan ini dapat menjadi investasi jangka panjang untuk kesehatan kulit dan tubuh.
Berikut ini telah LIputan6 ulas 12 jenis makanan yang mengandung kolagen beserta cara pengolahan yang tepat untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi, pada Senin (2/2). Dengan mengetahui sumber-sumber kolagen alami dan teknik pengolahannya, Anda dapat merancang pola makan yang mendukung produksi kolagen optimal. Mari pelajari makanan yang mengandung kolagen yang dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam menu harian Anda.
Sumber Kolagen Hewani Premium
Kaldu Tulang: Raja Kolagen Alami
Kaldu tulang dikenal sebagai salah satu sumber kolagen paling konsentrat yang bisa diperoleh dari makanan alami. Proses perebusan tulang dan jaringan ikat hewan dalam waktu lama akan mengubah kolagen menjadi gelatin yang lebih mudah diserap oleh tubuh. Kaldu tulang menyediakan berbagai jenis kolagen, termasuk kolagen tipe I yang berperan besar dalam kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Selain kolagen, kaldu tulang juga kaya akan mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan magnesium.
Untuk pembuatan kaldu tulang yang optimal, gunakan tulang berkualitas dari sapi, ayam, atau ikan. Rebus dengan api kecil selama 12-24 jam untuk ekstraksi maksimal, bahkan beberapa sumber menyarankan hingga 48 jam. Anda bisa menambahkan 2-3 sendok makan cuka apel untuk membantu melarutkan mineral. Setelah matang, saring kaldu dan konsumsi hangat atau gunakan sebagai dasar masakan.
Ceker Ayam: Kolagen Tipe I untuk Elastisitas Kulit
Ceker ayam mengandung kolagen dalam jumlah tinggi, terutama pada bagian kulit dan tulang rawan. Daging ayam secara umum, khususnya bagian leher dan tulang muda, dipercaya memiliki kandungan kolagen yang tinggi. Kolagen tipe II dari ayam sangat baik untuk kesehatan sendi, menjadikannya pilihan makanan yang mengandung kolagen yang bermanfaat.
Metode pengolahan terbaik untuk ceker ayam adalah dengan teknik slow cooking untuk memecah struktur kolagen. Masak dalam sup atau semur dengan bumbu alami untuk cita rasa yang lezat. Pastikan untuk mengonsumsi bagian kulit yang kaya kolagen untuk mendapatkan manfaat maksimal.
Ikan dan Kulit Ikan: Kolagen Laut yang Superior
Ikan merupakan sumber kolagen berkualitas tinggi, dan kolagen yang terkandung di dalamnya cenderung lebih mudah dicerna dibandingkan kolagen dari sumber lain. Kolagen ikan memiliki struktur molekul yang lebih kecil, sehingga lebih mudah diserap oleh sistem pencernaan manusia. Kulit ikan mengandung konsentrasi kolagen tertinggi dibandingkan bagian lainnya. Ikan dan kerang mengandung kolagen tipe I, yang sangat baik untuk kesehatan kulit.
Untuk panduan konsumsi, pilih ikan segar dengan kulit yang masih utuh. Panggang atau kukus adalah metode yang disarankan untuk mempertahankan struktur protein kolagen. Hindari penggorengan dengan suhu tinggi yang dapat merusak kolagen. Konsumsi ikan 2-3 kali seminggu dapat memberikan hasil optimal bagi kesehatan kulit Anda.
Protein Pendukung Produksi Kolagen
Putih Telur: Sumber Proline dan Glisin
Putih telur menyediakan asam amino esensial prolin, yang merupakan pembentuk kolagen untuk kulit. Selain itu, putih telur juga kaya akan protein dan asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi kolagen. Glisin juga merupakan salah satu asam amino penting yang menyusun kolagen, menjadikannya salah satu makanan yang mengandung kolagen pendukung yang baik.
Cara konsumsi optimal adalah memasak putih telur hingga matang sempurna untuk penyerapan protein maksimal. Variasikan pengolahan seperti direbus, diorak-arik, atau di-steam. Penting juga untuk mengombinasikannya dengan vitamin C untuk sintesis kolagen yang efektif dalam tubuh.
Daging Sapi Berjaringan: Kolagen dari Jaringan Ikat
Daging sapi mengandung kolagen, terutama pada bagian yang kaya jaringan ikat seperti shank, chuck, atau short ribs. Bagian-bagian ini dapat menjadi sumber kolagen yang baik. Kolagen adalah komponen utama jaringan ikat, yang mencakup tulang, tulang rawan, tendon, ligamen, dan kulit, sehingga konsumsinya mendukung integritas struktural tubuh.
Teknik memasak yang disarankan adalah metode braising atau slow cooking. Masak daging dengan suhu rendah dalam waktu lama untuk membantu memecah kolagen. Menambahkan sedikit asam, seperti cuka atau wine, dapat membantu proses pemecahan kolagen. Konsumsi bersama kuah atau saus yang terbentuk selama proses memasak juga akan memaksimalkan asupan kolagen.
Vitamin C: Katalisator Sintesis Kolagen
Jambu Biji dan Jeruk: Vitamin C Super Konsentrat
Vitamin C berperan penting sebagai kofaktor dalam pembentukan kolagen. Tanpa vitamin C yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi kolagen yang stabil dan fungsional. Buah-buahan sitrus seperti jeruk, lemon, dan limau adalah sumber vitamin C yang sangat baik, berperan vital dalam pembentukan pro-kolagen.
Untuk strategi konsumsi, sebaiknya konsumsi buah-buahan ini dalam keadaan segar tanpa pemanasan. Makan segera setelah dipotong untuk menghindari oksidasi vitamin C. Penting juga untuk mengombinasikannya dengan makanan berkolagen untuk sinergi optimal. Konsumsi 100-200mg vitamin C per hari dari sumber alami untuk mendukung produksi kolagen.
Buah Beri: Antioksidan Pelindung Kolagen
Buah beri seperti stroberi, blueberry, dan raspberry mengandung nutrisi yang membantu tubuh membentuk kolagen. Buah beri juga kaya akan antioksidan seperti antosianin, yang dapat merangsang produksi kolagen. Antioksidan ini juga berfungsi melindungi kolagen dari kerusakan akibat radikal bebas, menjaga integritas kulit.
Cara konsumsi yang efektif adalah memakannya sebagai camilan segar atau dalam salad buah. Hindari pemanasan berlebihan yang dapat merusak antioksidan. Anda bisa mengombinasikannya dengan yogurt untuk mendapatkan protein tambahan. Konsumsi variasi buah beri untuk mendapatkan spektrum antioksidan yang lengkap dan manfaat maksimal.
Sayuran Pendukung Kolagen
Sayuran Hijau: Klorofil untuk Prekursor Kolagen
Sayuran hijau gelap seperti bayam, kale, dan sawi mengandung klorofil yang berperan dalam membantu proses produksi kolagen. Sayuran hijau juga kaya vitamin dan mineral penting yang mendukung elastisitas kulit dan memperkuat jaringan tubuh. Ini menjadikan sayuran hijau sebagai makanan yang mengandung kolagen secara tidak langsung.
Untuk teknik pengolahan, lakukan blanching singkat untuk mempertahankan klorofil. Jangan memasak terlalu lama hingga warna sayuran berubah kecoklatan, karena ini dapat mengurangi nutrisinya. Konsumsi sebagian dalam bentuk mentah dalam salad untuk mendapatkan manfaat maksimal. Kombinasikan dengan lemak sehat untuk penyerapan vitamin larut lemak yang lebih baik.
Tomat: Lycopene untuk Perlindungan Kolagen
Tomat dikenal sebagai sayuran yang banyak mengandung kolagen pendukung karena tinggi vitamin C. Selain itu, tomat juga mengandung likopen, antioksidan kuat yang melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Likopen dapat berperan sebagai antioksidan yang mampu mencegah kerusakan kulit akibat radikal bebas, menjaga kulit tetap sehat dan muda.
Metode pengolahan optimal untuk tomat adalah memasaknya dengan minyak zaitun untuk meningkatkan penyerapan likopen. Gunakan tomat dalam saus, sup, atau tumisan. Pilih tomat matang dengan warna merah yang intens untuk kandungan likopen yang lebih tinggi. Konsumsi secara rutin untuk perlindungan jangka panjang terhadap kolagen.
Mineral Pendukung Sintesis Kolagen
Bawang Putih: Sulfur untuk Stabilitas Kolagen
Bawang putih adalah makanan yang mengandung kolagen pendukung karena kaya sulfur. Mineral ini membantu tubuh memproduksi sekaligus menjaga kolagen agar tidak cepat rusak. Sulfur juga membantu dalam produksi glutathione, antioksidan master yang melindungi kolagen dari kerusakan oksidatif, sehingga mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan.
Untuk cara penggunaan, cincang bawang putih dan diamkan 10 menit sebelum dimasak untuk aktivasi allicin. Gunakan sebagai bumbu dasar dalam berbagai masakan. Hindari pemanasan berlebihan yang dapat merusak senyawa aktifnya. Konsumsi 2-3 siung per hari dapat memberikan manfaat optimal bagi tubuh.
Kacang-kacangan: Tembaga dan Protein Pembentuk Kolagen
Kacang-kacangan menyediakan tembaga dan zinc yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan kolagen. Tembaga merupakan kofaktor enzim lysyl oxidase, enzim kunci dalam cross-linking kolagen. Selain itu, kacang-kacangan juga kaya protein dan asam amino, termasuk lisin, yang berfungsi untuk membantu tubuh membentuk kolagen.
Sebagai panduan konsumsi, rendam kacang kering semalaman sebelum dimasak. Rebus atau panggang tanpa tambahan garam berlebihan untuk menjaga kesehatan. Konsumsi variasi jenis kacang untuk mendapatkan spektrum nutrisi lengkap. Kombinasikan dengan vitamin C untuk penyerapan tembaga yang optimal, mendukung sintesis kolagen.
Paprika Merah: Vitamin C Konsentrat Tinggi
Paprika merah mengandung vitamin C yang sangat tinggi, yang secara langsung membantu produksi kolagen dalam tubuh. Selain vitamin C, paprika juga mengandung capsaicin yang memiliki sifat antiradang. Kandungan nutrisi ini menjadikan paprika merah sebagai salah satu makanan yang mengandung kolagen pendukung yang sangat baik.
Untuk teknik pengolahan, konsumsi paprika merah mentah dalam salad untuk mendapatkan vitamin C maksimal. Jika ingin dimasak, tumis sebentar dengan api kecil. Pilih paprika dengan warna merah cerah dan tekstur firm untuk kualitas terbaik. Kombinasikan dengan protein hewani untuk sintesis kolagen yang optimal.
Strategi Maksimalisasi Penyerapan Kolagen
Timing dan Kombinasi Makanan
Penyerapan kolagen dapat dioptimalkan dengan memperhatikan kombinasi makanan. Mengonsumsi makanan berkolagen bersamaan dengan sumber vitamin C dapat meningkatkan sintesis kolagen secara signifikan. Nutrisi pendukung lainnya juga berperan penting dalam proses ini.
Faktor Penghambat yang Harus Dihindari
Beberapa faktor dapat menghambat sintesis atau mempercepat degradasi kolagen, seperti konsumsi gula berlebihan yang dapat merusak kolagen dan menyebabkan peradangan. Paparan sinar UV tanpa perlindungan juga berbahaya, karena radiasi sinar ultraviolet (UV) dapat memecah kolagen dan merusak serat elastin. Merokok merusak vitamin C dan mempercepat penuaan, sementara stres kronis meningkatkan kortisol yang dapat menghambat produksi kolagen. Kurang tidur juga dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dan menghambat produksi kolagen, sehingga penting untuk menjaga gaya hidup sehat.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Q: Berapa banyak kolagen yang dibutuhkan tubuh per hari?
A: Tubuh membutuhkan sekitar 2.5-15 gram kolagen per hari tergantung usia dan kondisi kesehatan. Orang dewasa muda membutuhkan lebih sedikit dibanding mereka yang berusia di atas 40 tahun ketika produksi kolagen alami mulai menurun signifikan.
Q: Apakah suplemen kolagen lebih efektif dibanding makanan alami?
A: Makanan alami umumnya lebih baik karena menyediakan spektrum nutrisi lengkap termasuk vitamin dan mineral pendukung sintesis kolagen. Suplemen dapat menjadi tambahan, namun tidak menggantikan pola makan seimbang yang kaya kolagen dan nutrisi pendukungnya.
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil dari konsumsi makanan berkolagen?
A: Perubahan pada kulit mulai terlihat setelah 4-6 minggu konsumsi rutin. Untuk kesehatan sendi dan rambut, hasil optimal bisa terlihat setelah 8-12 minggu. Konsistensi adalah kunci utama dalam mendapatkan manfaat maksimal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511514/original/054638900_1771911407-Gemini_Generated_Image_rs1qzars1qzars1q_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511593/original/049957300_1771913773-kuker_lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511442/original/034571700_1771909343-unnamed__50_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500436/original/032525300_1770865507-gambar__39_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451990/original/029203300_1766381780-000_33E94V7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466498/original/025557700_1767846169-kue_sus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510238/original/099026900_1771823188-Untitled_design__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4040914/original/012982000_1654183386-Susu_pada_Makanan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511414/original/007391200_1771908561-cropped-a22d6a28-37f5-4dfd-8587-e755d804a17b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1205357/original/088400800_1460803843-bersihin_lantai2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3593035/original/057198900_1633420080-Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505843/original/034549200_1771397895-telur_tahu_kukus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5322728/original/006784700_1755753794-kue_cubit_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511242/original/012021200_1771902699-BAFTA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511332/original/087073200_1771906151-cropped-531606ed-add6-49de-a873-6e1724f1131a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511265/original/058539900_1771903637-cropped-f3471715-c246-420d-91fa-7d81fb6e255b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511262/original/085360700_1771903081-cropped-432a023f-0a92-4ae4-9008-e35c5a0aba97.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511135/original/037039600_1771893582-parke.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511217/original/014929200_1771901636-cropped-b61e08a3-7da9-4042-9823-7a37654ec2a2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026230/original/046873100_1732754084-Snapinsta.app_468168073_18476665273027981_2711124918470699632_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012480/original/049316100_1444188702-Ikon-Tugu-Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394674/original/094497400_1761637984-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398431/original/035327100_1761884719-ATK_BOLA_LALIGA_MW_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403047/original/003383500_1762315384-ATK_BOLANET_HSS_Series_6_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1256728/original/bcfc6c770a11d6e0dbef2bd76510ecedtong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404922/original/033017100_1762419560-Depositphotos_609549356_L.jpg)