Sistem Pendakian Baru Gunung Salak Beralih ke Online, Simak Cara Pesan dan Bayarnya

18 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Salak, salah satu destinasi favorit para pendaki di Indonesia, kini mengalami perubahan besar dalam sistem pendakiannya. Mulai 1 April 2025, pendakian ke gunung yang terletak di antara Kabupaten Bogor dan Sukabumi ini akan dibuka kembali setelah penutupan sementara.

Namun, ada beberapa aturan baru yang harus dipatuhi oleh setiap pendaki yang ingin menikmati keindahan alam di sana. Pertama tiket pendakian kini hanya dapat dibeli secara online melalui situs resminya atau melalui aplikasi Monalisa Halimun Salak.

Dengan aturan itu, calon pendaki juga diharapkan melakukan pemesanan jauh hari sebelum hari pendakian untuk memastikan ketersediaan tempat dan kelancaran proses. "Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) kini menghadirkan sistem booking online terbaru untuk memudahkan #sobathalisa dalam menikmati keindahan alam tanpa kendala pembayaran tunai, karena sistem ini sudah 100% cashless!," tulis akun resmi Instagram @btn_gn_halimunsalak, 1 April 2025.

Selain itu, sistem pembayaran juga mengalami perubahan. Semua transaksi, termasuk pembelian tiket, diwajibkan untuk dilakukan secara non-tunai menggunakan BRIVA.

Kebijakan ini tidak hanya berlaku di jalur pendakian Gunung Salak, tetapi juga di delapan objek wisata lainnya di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Lebak. Dengan aturan baru ini, masuk ke kawasan pun jadi lebih mudah. Pendaki tinggal tunjukkan barcode e-ticket ke petugas di pintu masuk, tanpa antre panjang. Praktis, cepat, dan langsung bisa menikmati pesona alam Halimun Salak.

"Yuk, manfaatkan kemudahan pembayaran digital ini dan ciptakan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan modern," ajak pengelola Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Promosi 1

Jalur Pendakian Resmi Gunung Salak

Jalur pendakian Gunung Salak sendiri dapat diakses melalui beberapa pintu masuk, yaitu Cidahu, Cimelati, Ajisaka, dan Pasir Reungit. Namun pendaki juga menunggu-nunggu jalur pendakian baru via Kali Mati untuk dibuka.

Jalur ini terletak di Desa Sukajadi, Kabupaten Bogor, dan awalnya ditargetkan untuk dibuka pada awal Juni 2024, tapi menurut informasi terbaru belum ada status operasional jalur ini. Padahal sebagian pendaki mengklaim jalur ini lebih dekat ke pusat kota dan stasiun Bogor, sehingga memudahkan akses bagi pendaki.

Keunggulan dari jalur Kali Mati adalah tingkat keamanan yang lebih baik dan kemiringan yang tidak terlalu terjal, membuatnya lebih ramah bagi pendaki pemula. Waktu tempuh yang diperkirakan untuk mencapai puncak adalah sekitar enam jam, tergantung pada kondisi cuaca dan fisik pendaki. 

Sebagai tambahan, jalur pendakian Ajisaka yang terletak di Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, telah resmi dibuka. Jalur ini dirancang untuk mengakomodasi pendaki yang sebelumnya menggunakan jalur ilegal. Dengan dibukanya jalur ini, pendaki kini memiliki akses resmi dan legal untuk menikmati keindahan Gunung Salak.

Jalur Ajisaka menawarkan pengalaman pendakian yang lebih aman dan nyaman, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Pendaki disarankan untuk mematuhi semua aturan yang berlaku demi menjaga kelestarian alam dan keselamatan saat beraktivitas di alam terbuka.

Informasi Terkini dan Kontak

Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai jalur pendakian baru dan berbagai aturan yang berlaku, pendaki disarankan untuk menghubungi Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS) secara langsung. Dengan adanya sistem baru ini, diharapkan pengalaman pendakian di Gunung Salak menjadi lebih teratur dan menyenangkan bagi semua pengunjung.

Gunung Salak adalah salah satu gunung berapi yang terletak di Pulau Jawa tepatnya dekat dari kota Bogor. Kawasan rangkaian Gunung Salak masuk dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pengelolaan kawasan hutannya awalnya  berada di bawah Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor, tetapi sejak 2003 termasuk wilayah perluasan Taman Nasional Gunung Halimun. Kini wilayahnya dikelola sebagai Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

Mengutip dari Gunung Bagging, Minggu, 24 September 2023, Gunung Salak berusia relatif tua sehingga ada beberapa puncak. Geoposisi puncak tertinggi gunung ini dinamakan Puncak Salak I, memiliki ketinggian puncak 2.211 mdpl. 

Catatan Erupsi Gunung Salak

Puncak lainnya yaitu Salak II yang berketinggian 2.180 mdpl, dianggap yang tertua kedua. Selanjutnya terdapat Puncak Sumbul yang memiliki ketinggian 1.926 mdpl.

Sejumlah kawah aktif Gunung Salak tidak berada di puncak. Kawah terbesar yaitu Kawah Ratu, merupakan kawah termuda. Kawah Cikuluwung Putri dan Kawah Hirup merupakan bagian dari sistem Kawah Ratu.

Semenjak abad ke-16 tercatat terjadi beberapa kali letusan terjadi di Gunung Salak, antara lain rangkaian letusan pada1668--1699, pada 1780, tahun 1902--1903, dan 1935. Letusan terakhir terjadi pada 1938, berupa erupsi freatik yang terjadi di Kawah Cikuluwung Putri.

Berdasarkan catatan PVMBG, erupsi terbesar pernah terjadi pada 1699, yang bersifat erupsi magmatis dan sangat merusak, namun catatan korban tidak diketahui. Secara morfologi, Gunung Salak memiliki banyak jurang curam dan dalam.

Inilah sebabnya seluruh tubuh gunung sampai puncak tertutup hutan lebat, kontur gunung ini tidak mudah terlihat. Hal ini sering kali menipu pendaki maupun penerbang yang melewati kawasan pegunungan ini.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |