Ribuan Orang Terjebak di Bandara, Salju Lebat Pecahkan Rekor di Jepang Utara

12 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Hingga Selasa (27/1/2026) pagi, sekitar 2.000 orang terpaksa melanjutkan menginap di Bandara New Chitose, Hokkaido, Jepang utara, akibat salju lebat mengganggu operasional penerbangan dan transportasi umum. Jumlah penumpang yang terlantar di bandara telah menyusut dibandingkan pada Minggu, 25 Januari 2026, yang mencapai 7.000 orang, menurut laporan Kyodo News.

Mengutip NHK, layanan kereta apidan bus ke dan dari Bandara New Chitose, dekat Kota Sapporo, dihentikan pada Senin, 26 Januari 2026. Itu akibat salju lebat yang memecahkan rekor melanda kota dan daerah sekitarnya.

Terjadi penundaan yang panjang bahkan setelah operasi kereta api dilanjutkan kemudian pada hari itu, dengan area di sekitar eskalator menuju bandara sangat ramai. Para pelancong yang menginap di bandara tidur di atas tikar atau di dalam kantong tidur yang dibagikan.

Seorang pria berusia 40-an mengatakan dia sedang dalam perjalanan bisnis dari Prefektur Shizuoka di Jepang tengah. Dia mengaku tiba di malam hari dan menunggu antrean kereta selama sekitar tiga jam, tetapi menyerah dan mengambil kantong tidur sebagai gantinya. Pria itu tidak menyangka gangguan transportasi akan berlanjut selama dua hari berturut-turut.

Sementara pada Minggu, 56 penerbangan yang menghubungkan pusat kota di Jepang utara dengan kota-kota besar lainnya dibatalkan di tengah hujan salju lebat, kata operator Hokkaido Airports Co. Sapporo mencatat curah salju 54 sentimeter dalam 24 jam hingga pukul 7 malam hari Minggu, rekor tertinggi untuk bulan Januari, menurut pemerintah Hokkaido.

Lebih dari 500 layanan kereta api dibatalkan pada hari itu karena pembersihan salju, termasuk layanan yang melayani Bandara New Chitose, dan menghubungkan Sapporo dengan Asahikawa dan Hakodate, yang memengaruhi sekitar 130.000 orang, kata JR Hokkaido. Beberapa layanan kereta api masih ditangguhkan pada Senin.

10 Orang Meninggal dalam 7 Hari

Mengutip NHK, Kementerian Dalam Negeri Jepang mengatakan 10 orang meninggal dunia selama tujuh hari akibat kondisi musim dingin yang ekstrem dan kecelakaan terkait salju. Enam orang meninggal di Prefektur Niigata di pantai Laut Jepang.

Pejabat setempat mengatakan empat orang meninggal karena masalah medis saat menyekop salju, atau selama aktivitas lain. Yang lainnya di Niigata meninggal karena jatuh dari atap saat membersihkan salju.

Pejabat cuaca mengatakan curah salju di sebagian besar wilayah Jepang telah mencapai puncaknya, dan cuaca terburuk kini telah berlalu. Akumulasi salju telah melampaui rata-rata tahunan, bahkan di daerah-daerah di mana salju telah berhenti turun. Lebih dari satu meter salju telah turun di Sapporo di prefektur paling utara Hokkaido, terbanyak sejak 2022.

Penyebab Lebatnya Hujan Salju

Sekitar 4,5 meter salju telah terakumulasi di Sukayu di Pegunungan Hakkoda, Prefektur Aomori. Kota Uonuma di Prefektur Niigata telah terkubur di bawah hampir 2,5 meter salju.

Sistem tekanan rendah diprediksi akan memperparah salju dan angin di wilayah dari Hokkaido hingga wilayah Hokuriku pada Selasa ini. Beberapa wilayah di Hokuriku dan Chugoku kemungkinan akan diguyur hujan.

Salju lebat diperkirakan akan turun di sepanjang pantai Laut Jepang dari utara hingga barat Jepang pada Kamis dan Jumat (29--30 Januari 2026), seiring dengan pergerakan massa udara dingin yang kuat ke selatan. Dengan suhu yang meningkat dan hujan turun di beberapa daerah, masyarakat di daerah dengan akumulasi salju yang besar harus waspada terhadap longsoran salju, salju yang jatuh dari atap rumah, dan kecelakaan saat membersihkan salju.

11 Ribu Pembatalan Penerbangan di AS

Pembatalan operasional penerbangan juga terjadi di dalam dan luar Amerika Serikat akibat Badai Salju Fern menghantam negara itu. Hingga sebelum Minggu tengah hari, 25 Januari 2026, total 11.123 pembatalan dilaporkan, nyaris melampaui rekor bersejarah, yakni 12.134 pembatalan pada 30 Maret 2020, selama puncak awal pandemi Covid-19.

Melansir NY Post, Senin, 26 Januari 2026, Bandara LaGuardia telah membatalkan 436 penerbangan keluar, dengan Bandara Internasional JFK membatalkan 443 perjalanan dari New York. Bandara Newark Liberty telah membatalkan 83 persen penerbangannya, dengan 434 perjalanan keluar dibatalkan.

Bandara Internasional Charlotte Douglas, di Carolina Utara, adalah pusat penerbangan yang paling terdampak, dengan 554 penerbangan dibatalkan sejauh ini. Badai salju yang dahsyat juga menyebabkan Bandara Nasional Ronald Reagan di Washington, D.C. membatalkan seluruh 820 penerbangan yang dijadwalkan tiba dan berangkat dari bandara tersebut.

Pembatalan bahkan meluas hingga ke wilayah barat, dengan 87 penerbangan keluar dibatalkan di LAX, menurut laporan FlightAware. Baik Southwest maupun Delta Airlines masing-masing mengalami pembatalan lebih dari 1.200 penerbangan, sementara United membatalkan 934 perjalanan, lebih dari sepertiga dari total penerbangan yang dijadwalkan pada Minggu.  

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |