Lebih dari 11 Ribu Penerbangan Dibatalkan dalam Sehari, Imbas Badai Salju di AS

1 week ago 31

Liputan6.com, Jakarta - Lebih dari 11.000 penerbangan di dalam dan luar Amerika Serikat (AS) telah dibatalkan karena Badai Salju Fern menghantam negara itu. Jumlah pembatalannya disebut nyaris melampaui rekor bersejarah, yakni 12.134 pembatalan pada 30 Maret 2020, selama puncak awal pandemi Covid-19.

Sebanyak 11.123 pembatalan dilaporkan tepat sebelum tengah hari pada Minggu, 25 Januari 2026. Menurut situs pelacakan FlightAware, pembatalan tertinggi dialami American Airlines dengan 1.489 penerbangan, hampir setengah dari semua penerbangannya pada hari tersebut.

Melansir NY Post, Senin (26/1/2026), Bandara LaGuardia telah membatalkan 436 penerbangan keluar, dengan Bandara Internasional JFK membatalkan 443 perjalanan dari New York. Bandara Newark Liberty telah membatalkan 83% penerbangannya, dengan 434 perjalanan keluar dibatalkan.

Bandara Internasional Charlotte Douglas, di Carolina Utara, adalah pusat penerbangan yang paling terdampak, dengan 554 penerbangan dibatalkan sejauh ini. Badai salju yang dahsyat juga menyebabkan Bandara Nasional Ronald Reagan di Washington, D.C. membatalkan seluruh 820 penerbangan yang dijadwalkan tiba dan berangkat dari bandara tersebut.

Pembatalan bahkan meluas hingga ke wilayah barat, dengan 87 penerbangan keluar dibatalkan di LAX, menurut laporan FlightAware. Baik Southwest maupun Delta Airlines masing-masing mengalami pembatalan lebih dari 1.200 penerbangan, sementara United membatalkan 934 perjalanan, lebih dari sepertiga dari total penerbangan yang dijadwalkan pada Minggu.  

Selain pembatalan, dilaporkan juga terjadi 12.868 penundaan penerbangan yang datang dan pergi dari AS hingga saat ini, menurut FlightAware.

Prediksi Waktu Badai Salju

American Airlines menyatakan akan membebaskan biaya perubahan tiket bagi penumpang yang terdampak badai dan menambahkan penerbangan tambahan di seluruh negeri untuk membantu pelanggan mencapai tujuan akhir mereka setelah badai berakhir. Meskipun terjadi pembatalan besar-besaran, bandara-bandara yang terdampak tetap beroperasi untuk memberikan bantuan dan kehangatan kepada penumpang yang terdampar akibat badai.

Badai Musim Dingin Fern diperkirakan akan terus menyelimuti beberapa negara bagian dengan salju dan hujan es sepanjang hari Minggu sebelum mereda pada Senin siang, waktu AS, atau Selasa waktu Indonesia. Badan Layanan Cuaca Nasional memperingatkan bahwa ketebalan salju akhir bisa mencapai 14 inci di NYC pada Senin, jumlah salju tertinggi sejak 2021.

Sebelumnya, badai salju Goretti, badai pertama yang diberi nama tahun ini, menghantam Eropa Barat. Akibatnya, layanan penerbangan di sejumlah negara lumpuh, termasuk di Prancis dan Belgia. Begitu pula dengan perjalanan kereta Eurostar.

Layanan Transportasi Lumpuh di Prancis karena Badai Salju

Mengutip Euro News, Kamis, 8 Januari 2026, sekitar 100 penerbangan dibatalkan di Bandara Charles de Gaulle Paris, Prancis, pada Rabu pagi, 7 Januari 2026, karena hujan salju dan cuaca dingin yang ekstrem. Hal yang sama terjadi dengan 40 penerbangan lainnya di Bandara Orly, ibu kota Prancis, kata Menteri Transportasi Prancis Philippe Tabarot.

Tabarot mengatakan kepada televisi CNews, gangguan itu telah diprediksi sejak Selasa malam, 6 Januari 206, dan berharap situasi kembali normal pada sore hari. Semua layanan bus umum di Paris dan pinggiran kota sekitarnya juga ditangguhkan karena jalanan yang licin, meskipun sebagian besar sistem metro dan kereta api pinggiran kota masih beroperasi, kata para pejabat transportasi.

Perusahaan kereta api negara Prancis, SNCF, telah memperingatkan penumpang tentang gangguan dan penundaan. Mereka mengatakan bahwa 'salju di rel memaksa kami untuk membatasi kecepatan kereta dan membatalkan kereta atau menyesuaikan lalu lintas'.

Penundaan Penerbangan Menjalar ke Belanda dan Belgia

Layanan cuaca Meteo France mengatakan 38 dari 96 departemen daratan negara itu dalam keadaan siaga karena salju lebat dan es hitam, dengan salju setebal 3--7 cm telah terakumulasi. Dikatakan bahwa gelombang dingin ini memiliki "intensitas yang jarang terjadi untuk musim ini". 

Bandara Schiphol Amsterdam, salah satu yang terbesar di Eropa, juga mengumumkan setidaknya 700 pembatalan penerbangan karena salju dan angin, setelah beberapa hari mengalami gangguan perjalanan terkait cuaca. Sebagian besar penerbangan Eropa telah dihentikan hingga akhir hari, sementara beberapa pesawat internasional masih lepas landas dengan penundaan.

Lebih dari 1.000 orang menghabiskan malam di Schiphol, kata pihak bandara, menambahkan bahwa mereka telah menyiapkan tempat tidur lipat dan menawarkan sarapan kepada para pelancong yang terpaksa tidur di bandara. Pada hari yang sama, setidaknya 40 penerbangan dibatalkan di Bandara Brussels, Belgia dengan para pejabat di sana memperingatkan akan adanya penundaan sepanjang hari. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |