Cara Mengolah Lompong Batang Talas, 5 Langkah Agar Enak & Tidak Gatal

1 week ago 32

Liputan6.com, Jakarta - Lompong, atau batang talas, merupakan salah satu bahan makanan tradisional yang sangat populer di berbagai daerah di Indonesia. Sayuran ini dikenal memiliki cita rasa yang lembut dan gurih, serta kaya akan nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin B6, antioksidan, kalium, dan magnesium. Dalam setiap 100 gram lompong, terkandung sekitar 40 kkal energi, 7,4 gram karbohidrat, 3 gram protein, 76 mg kalsium, dan 59 mg fosfor, menjadikannya pilihan yang sehat dan ekonomis.

Namun, di balik kelezatan dan manfaat nutrisinya, lompong seringkali dihindari karena reputasinya yang dapat menyebabkan rasa gatal di mulut dan tangan jika tidak diolah dengan benar. Sensasi tidak nyaman ini disebabkan oleh getah yang mengandung kristal kalsium oksalat (rafida) berbentuk jarum mikroskopis. Kristal ini dapat mengiritasi kulit dan selaput lendir, menimbulkan sensasi gatal, perih, bahkan terbakar, terutama pada kulit terluar dan bagian yang baru dipotong.

Untungnya, ada beberapa cara mengolah lompong batang talas yang terbukti ampuh untuk menghilangkan getah penyebab gatal tersebut. Dengan mengikuti panduan lengkap ini, Anda bisa menikmati hidangan lompong yang lezat dan aman dikonsumsi tanpa khawatir efek samping yang mengganggu. Jadi simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (23/1/2026).

1. Persiapan Awal, Diamkan atau Jemur Lompong

Langkah pertama yang krusial setelah memanen atau membeli lompong segar adalah melakukan persiapan awal untuk mengurangi kandungan getahnya sebagai bagian dari cara mengolah lompong batang talas yang efektif. Lompong yang baru dipanen sebaiknya tidak langsung dimasak karena getah alaminya masih sangat banyak dan pekat. Proses ini bertujuan untuk mengurangi kandungan getah awal sebelum lompong dikupas dan diolah lebih lanjut.

Salah satu metode efektif adalah mendiamkan batang talas utuh, lengkap dengan daunnya, dalam posisi berdiri selama semalam penuh. Cara ini memungkinkan gravitasi membantu getah alami menetes keluar secara perlahan dari batang. Pendiaman ini merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk mengurangi potensi gatal.

Sebagai alternatif, Anda juga bisa menjemur lompong di bawah sinar matahari langsung selama 3 hingga 5 jam. Baik dengan menjemur maupun mendiamkan lompong dalam posisi berdiri, proses ini secara signifikan akan membantu mengurangi kadar getah yang terkandung dalam lompong sebelum tahapan pengolahan selanjutnya.

2. Kupas Kulit Lompong hingga Bersih Sempurna

Pengupasan kulit merupakan langkah paling menentukan dalam cara mengolah lompong batang talas agar tidak gatal. Sebagian besar getah lompong yang menyebabkan iritasi umumnya terkonsentrasi pada kulit terluar batang. Oleh karena itu, pastikan proses pengupasan dilakukan dengan sangat teliti dan bersih untuk hasil maksimal.

Gunakan pisau tajam untuk mengupas seluruh kulit terluar lompong yang berwarna hijau atau ungu. Penting untuk memastikan tidak ada sedikit pun sisa kulit yang tertinggal, terutama pada bagian cekungan batang lompong yang seringkali terlewatkan. Kebersihan pengupasan ini krusial untuk meminimalkan paparan getah.

Kulit bagian dalam yang berwarna putih boleh disisakan karena tidak mengandung getah penyebab gatal sebanyak lapisan terluar. Pengupasan yang bersih dan menyeluruh akan secara signifikan mengurangi potensi rasa gatal saat lompong dikonsumsi, menjadikannya aman dan nyaman di lidah.

3. Potong dan Rendam dalam Larutan Air Garam Pekat

Setelah proses pengupasan, lompong memerlukan penanganan lebih lanjut untuk mencegah oksidasi yang dapat menyebabkan penghitaman dan untuk mulai menarik getah yang tersisa keluar. Ini adalah bagian penting dari cara mengolah lompong batang talas yang benar. Langkah perendaman ini sangat efektif dalam mengurangi kadar getah.

Potong lompong sesuai selera dan ukuran yang diinginkan untuk masakan Anda. Segera setelah dipotong, rendam potongan lompong tersebut dalam air yang telah diberi garam dengan konsentrasi pekat. Gunakan sekitar 1 hingga 2 sendok makan garam untuk setiap wadah rendaman yang digunakan.

Aduk rata dan biarkan terendam selama 20 hingga 30 menit. Anda mungkin akan melihat air rendaman menjadi agak keruh, menandakan getah telah keluar. Kristal kalsium oksalat dapat diubah menjadi bentuk yang larut air melalui perendaman dalam larutan garam, sehingga dapat dibuang.

4. Rebus atau Kukus dengan Penetral Alami

Metode inti untuk menetralkan senyawa penyebab gatal pada lompong adalah melalui proses pemanasan, baik direbus maupun dikukus. Ini adalah salah satu cara mengolah lompong batang talas yang paling efektif. Panas tinggi, dikombinasikan dengan asam dan garam, bekerja secara sinergis untuk melarutkan dan menetralkan kristal kalsium oksalat.

Untuk merebus, didihkan air terlebih dahulu hingga mendidih sempurna. Setelah itu, tambahkan sekitar 1 sendok makan garam dan 1 sendok makan asam jawa yang sudah dilumatkan, kemudian ambil airnya sebagai penetral alami. Masukkan potongan lompong ke dalam air mendidih tersebut dan rebus selama 5 hingga 10 menit hingga teksturnya agak lunak.

Penting untuk memastikan air sudah mendidih sebelum lompong dimasukkan, dan jangan menutup panci agar getah dapat menguap keluar dengan baik. Sebagai alternatif, Anda juga bisa mengukus lompong di dandang panas selama 5 hingga 7 menit. Kombinasi garam dan asam jawa sangat membantu dalam melarutkan serta menetralkan oksalat, membuat lompong aman dikonsumsi.

5. Cuci Bersih dengan Air Mengalir dan Olah

Langkah terakhir dalam cara mengolah lompong batang talas agar tidak gatal adalah mencuci bersih lompong setelah proses perebusan atau pengukusan. Proses pencucian ini sangat penting untuk menghilangkan sisa-sisa getah atau larutan garam dan asam yang mungkin masih menempel pada permukaan lompong. Ini memastikan lompong benar-benar bebas dari zat penyebab gatal.

Setelah direbus atau dikukus, tiriskan lompong hingga airnya berkurang secara signifikan. Kemudian, bilas lompong secara menyeluruh di bawah air mengalir selama beberapa saat hingga benar-benar bersih dari segala residu. Pastikan tidak ada sisa lendir atau kotoran yang tertinggal.

Pada tahap ini, lompong sudah aman, tidak gatal, dan siap sepenuhnya untuk diolah menjadi berbagai masakan lezat favorit Anda. Anda bisa menggunakannya dalam sayur lodeh, tumisan, kari, atau gulai, menikmati kelezatan dan tekstur khasnya tanpa khawatir iritasi atau sensasi tidak nyaman lainnya.

FAQ

Q: Apa penyebab lompong terasa gatal saat dimakan?

A: Rasa gatal pada lompong disebabkan oleh getah yang mengandung kristal kalsium oksalat (rafida) berbentuk jarum mikroskopis. Kristal ini dapat mengiritasi selaput lendir di mulut dan tenggorokan.

Q: Apakah cukup hanya mengupas lompong tanpa direbus untuk menghilangkan gatal?

A: Tidak, sangat tidak disarankan. Meskipun dikupas, getah di dalam serat lompong masih banyak. Perebusan atau pengukusan dengan penetral seperti garam atau asam adalah langkah penting untuk menghilangkan gatal secara total.

Q: Berapa lama waktu ideal untuk merebus lompong agar tidak gatal?

A: Lompong sebaiknya direbus selama 5-10 menit setelah air mendidih. Waktu ini cukup untuk melarutkan dan mengeluarkan sebagian besar getah, menetralkan kristal kalsium oksalat tanpa membuat lompong terlalu lembek.

Q: Bisakah cuka digunakan sebagai pengganti asam jawa saat merebus lompong?

A: Ya, cuka putih atau cuka asam dapat digunakan sebagai pengganti asam jawa. Gunakan sekitar 1-2 sendok makan cuka pada tahap perebusan untuk membantu menetralkan kandungan getah.

Q: Bagaimana cara mengatasi tangan yang gatal setelah mengupas lompong?

A: Jika tangan terasa gatal, segera cuci dengan air mengalir dan sabun. Untuk pencegahan terbaik, disarankan menggunakan sarung tangan plastik tipis saat mengupas lompong.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |