Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat kerupuk dari sisa kepala udang menjadi solusi kreatif untuk mengurangi sampah dapur sekaligus menghasilkan kudapan yang kaya nutrisi dan memiliki cita rasa khas.
Mengolah kepala udang menjadi kerupuk merupakan inovasi kuliner yang cerdas dan berkelanjutan. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat menciptakan kerupuk udang renyah di rumah, sekaligus berkontribusi pada pengurangan limbah. Pemanfaatan sisa kepala udang ini membuka peluang baru dalam dunia kuliner rumah tangga.
Kerupuk dari kepala udang bukan sekadar camilan biasa, melainkan juga sumber gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Mari kita telusuri potensi tersembunyi dari limbah udang ini dan bagaimana mengubahnya menjadi hidangan yang disukai banyak orang.
Pengolahan Awal Kepala Udang
Langkah fundamental dalam cara membuat kerupuk dari sisa kepala udang adalah mempersiapkan bahan utama dan melakukan pengolahan awal pada kepala udang. Proses ini sangat krusial untuk menghilangkan bau yang tidak diinginkan dan memastikan kepala udang siap diolah menjadi adonan kerupuk yang berkualitas.
Berikut adalah langkah-langkah detail untuk persiapan bahan dan pengolahan awal:
- Cuci bersih kepala udang di bawah air mengalir secara menyeluruh untuk menghilangkan kotoran dan residu yang menempel. Pastikan tidak ada sisa-sisa kotoran yang tertinggal.
- Rendam kepala udang dengan perasan jeruk nipis selama sekitar 15 menit untuk mengurangi bau amis yang kuat. Alternatif lain yang efektif adalah menyangrai kepala dan kulit udang dengan sedikit minyak hingga warnanya berubah kemerahan dan teksturnya menjadi kering.
- Haluskan kepala udang yang sudah bersih menggunakan blender atau food processor hingga menjadi pasta yang lembut. Beberapa resep menyarankan untuk merebus kepala udang terlebih dahulu bersama bumbu, lalu menghaluskannya untuk mendapatkan tekstur yang lebih halus.
- Setelah dihaluskan, sari udang dapat disaring untuk mendapatkan cairan yang lebih halus. Langkah ini sangat direkomendasikan jika Anda ingin menghasilkan kerupuk dengan tekstur yang lebih lembut dan tidak kasar.
Pengolahan awal yang cermat akan sangat mempengaruhi kualitas dan rasa akhir kerupuk yang Anda buat. Pastikan setiap tahapan dilakukan dengan teliti.
Pembuatan Adonan Kerupuk
Setelah kepala udang diolah menjadi pasta atau sari, tahapan selanjutnya adalah mencampurkannya dengan bahan-bahan lain untuk membentuk adonan kerupuk yang sempurna.
Bahan-bahan:
- tepung tapioka
- pasta kepala udang
- garam
- gula
- merica bubuk
Berikut adalah langkah-langkah detail dalam pembuatan adonan kerupuk:
- Campurkan tepung tapioka dengan bumbu-bumbu seperti garam, gula pasir, dan merica bubuk dalam sebuah wadah yang cukup besar. Aduk rata semua bahan kering ini hingga tercampur sempurna.
- Masukkan sari atau pasta kepala udang yang sudah dihaluskan ke dalam campuran tepung. Pastikan semua bagian sari udang tercampur merata dengan tepung.
- Aduk semua bahan hingga tercampur rata. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan menjadi kalis dan tidak lengket di tangan. Adonan yang tepat memiliki komposisi bahan yang pas, tidak terlalu lembek dan tidak terlalu keras.
- Bentuk adonan menjadi silinder memanjang atau sesuai selera Anda. Pastikan bentuknya padat agar mudah diiris nanti.
- Kukus adonan yang sudah dibentuk selama 25 menit hingga 1,5 jam, atau sampai matang sempurna. Beri alas plastik pada adonan agar tidak lengket saat dikukus dan mudah diangkat.
- Angkat adonan yang sudah dikukus dan biarkan dingin pada suhu ruang. Untuk hasil yang lebih baik dan memudahkan pengirisan, adonan dapat disimpan di dalam kulkas semalaman agar mengeras dengan sempurna.
Proses pengulenan dan pengukusan yang tepat akan memastikan adonan kerupuk memiliki konsistensi yang ideal untuk diiris dan digoreng.
Pengeringan dan Pengirisan Kerupuk
Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam pengeringan dan pengirisan kerupuk:
- Setelah adonan dingin dan mengeras, iris tipis-tipis menggunakan pisau tajam atau alat pengiris kerupuk khusus. Ketebalan irisan dapat disesuaikan dengan keinginan Anda, namun irisan yang terlalu tebal mungkin membutuhkan waktu pengeringan lebih lama.
- Tata irisan kerupuk di atas nampan atau tampah dengan jarak yang cukup antar kerupuk. Jemur kerupuk di bawah sinar matahari langsung hingga benar-benar kering. Proses penjemuran ini biasanya membutuhkan waktu 1 hingga 2 hari, tergantung kondisi cuaca dan intensitas sinar matahari. Kerupuk yang disimpan lama cenderung menjadi lembap, sehingga penjemuran diperlukan agar kerupuk mengembang sempurna saat digoreng.
- Jika kondisi cuaca tidak mendukung atau Anda ingin mempercepat proses, kerupuk dapat dikeringkan menggunakan oven. Gunakan suhu rendah (sekitar 20-30 derajat Celcius) selama dua hingga empat jam. Pastikan kerupuk benar-benar kering merata sebelum disimpan atau digoreng.
Pengeringan yang tidak maksimal akan membuat kerupuk sulit mengembang dan menghasilkan tekstur yang kurang renyah. Oleh karena itu, pastikan kerupuk benar-benar kering sebelum masuk tahap penggorengan.
Penggorengan dan Penyajian Kerupuk
Berikut adalah langkah-langkah menggoreng dan penyajian kerupuk:
- Panaskan minyak goreng dalam jumlah yang cukup banyak dalam wajan. Penting untuk memastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum kerupuk dimasukkan. Suhu minyak yang tidak tepat dapat mempengaruhi hasil akhir kerupuk.
- Goreng kerupuk secara bertahap, tidak sekaligus dalam jumlah banyak. Hal ini memungkinkan setiap kerupuk mendapatkan ruang yang cukup untuk mengembang dengan baik dan matang merata.
- Masukkan kerupuk ke dalam minyak panas. Selama penggorengan, putar kerupuk secara perlahan agar matangnya merata dan mengembang sempurna di semua sisi. Hindari menggoreng terlalu lama karena dapat membuat kerupuk menjadi terlalu kering atau bahkan gosong.
- Angkat kerupuk yang sudah matang dan mekar, lalu tiriskan minyaknya menggunakan saringan atau letakkan di atas kertas penyerap minyak. Proses penirisan ini penting untuk mengurangi kandungan minyak pada kerupuk.
- Kerupuk udang yang sudah dingin dan renyah siap disajikan sebagai camilan lezat atau pelengkap hidangan utama. Anda bisa menyimpannya dalam wadah kedap udara agar tetap renyah lebih lama.
Dengan teknik penggorengan yang tepat, kerupuk dari sisa kepala udang akan menjadi camilan favorit keluarga.
People Also Ask
Apa manfaat memanfaatkan sisa kepala udang menjadi kerupuk?
Mengolah kepala udang menjadi kerupuk membantu mengurangi limbah dapur sekaligus menghasilkan camilan gurih bernilai jual.
Mengapa kepala udang harus dalam kondisi segar?
Kepala udang segar memberikan rasa dan aroma yang lebih bersih sehingga kualitas kerupuk lebih baik.
Jenis tepung apa yang paling sering digunakan untuk kerupuk kepala udang?
Tepung tapioka paling umum digunakan karena mampu menghasilkan tekstur kerupuk yang renyah dan mengembang.
Mengapa kerupuk harus dikeringkan sebelum digoreng?
Pengeringan menghilangkan sisa air agar kerupuk dapat mengembang dan tidak menjadi alot saat digoreng.
Bagaimana cara menggoreng kerupuk agar mekar sempurna?
Gunakan minyak panas dengan suhu stabil dan goreng kerupuk secara bertahap agar mengembang merata.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489115/original/086729200_1769826254-lalisa3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490635/original/015467000_1770018615-gambar__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490589/original/083243800_1770017053-gambar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490336/original/098086600_1770008327-as.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490227/original/005834600_1770002805-SAM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490637/original/091796900_1770018980-nicola_peltz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338217/original/075517700_1756967700-ss.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5214334/original/000919900_1746760852-Gemini_Generated_Image_mdr774mdr774mdr7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490208/original/019300500_1770002523-56fb4f6a-a120-49e4-ac30-9eac256d9a0c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490576/original/000054700_1770016226-menu_makan_anak__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490568/original/097169200_1770016022-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.36.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4984171/original/063267400_1730185598-IMG-20230227-WA0052-617450006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350683/original/045639900_1758005379-Gemini_Generated_Image_v8xji0v8xji0v8xj__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490326/original/015470100_1770007781-Sambal_Matah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490446/original/063175300_1770011701-SnapInsta-Ai_3822142051438394029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490512/original/082894200_1770013698-Gemini_Generated_Image_yg3jxcyg3jxcyg3j.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5261773/original/081492900_1750688155-young-happy-businesswoman-eating-break-office.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490508/original/090232600_1770013669-central_springbed_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490297/original/019286600_1770006932-ikan_kembung__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490177/original/090418100_1770001564-AP26033005917016.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376791/original/062457500_1760024376-Screenshot_2025-10-09_223604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377166/original/066367600_1760078929-MixCollage-10-Oct-2025-01-47-PM-5603.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4197597/original/080031300_1666234834-248444520_240009231493776_5687203792293197714_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5132032/original/043302500_1739436053-WhatsApp_Image_2025-02-13_at_15.07.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2321342/original/006886300_1533604891-098269700_1448861796-gili_trawangan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373638/original/073692000_1759826729-2.jpg)