Liputan6.com, Jakarta - Daun kelor dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang kaya nutrisi dan memiliki banyak manfaat kesehatan. Kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan di dalam daun kelor membuatnya sering dijuluki sebagai superfood alami. Namun, tidak semua orang menyukai daun kelor dalam bentuk sayur karena aromanya yang khas dan teksturnya yang lembek jika dimasak kurang tepat.
Salah satu cara mengolah daun kelor agar lebih menarik dan tahan lama adalah dengan menjadikannya keripik. Keripik daun kelor memiliki cita rasa gurih, tekstur renyah, serta nilai jual yang cukup tinggi jika diolah dengan benar. Selain cocok sebagai camilan sehat keluarga, produk ini juga berpotensi menjadi peluang usaha rumahan yang menjanjikan.
Meski terlihat sederhana, membuat keripik daun kelor agar benar-benar renyah dan tidak mudah melempem membutuhkan teknik khusus. Kesalahan kecil dalam pemilihan daun, proses pencucian, atau penggorengan bisa membuat hasil keripik cepat lembek dan pahit. Oleh karena itu, penting untuk memahami setiap tahap pembuatannya secara detail.
Berikut beberapa cara membuat keripik daun kelor yang renyah, tahan lama dan layak dijadikan produk jualan yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (28/1). Setiap langkah dijelaskan secara panjang dan runtut agar mudah dipraktikkan oleh pemula. Dengan mengikuti panduan ini, kamu bisa menghasilkan keripik daun kelor berkualitas tinggi dengan rasa yang konsisten.
1. Pilih Daun Kelor Muda agar Tidak Pahit dan Lebih Renyah
Pemilihan daun kelor menjadi langkah awal yang sangat menentukan kualitas keripik. Daun kelor yang terlalu tua cenderung memiliki rasa pahit dan tekstur lebih keras, sehingga kurang cocok dijadikan keripik. Sebaliknya, daun kelor muda memiliki rasa lebih netral dan tekstur yang lebih lembut saat digoreng.
Daun kelor muda biasanya berwarna hijau cerah dan berukuran kecil hingga sedang. Daun seperti ini lebih mudah menyerap adonan tepung dan menghasilkan keripik yang tipis serta renyah. Selain itu, daun muda juga memiliki aroma yang tidak terlalu kuat sehingga lebih disukai banyak orang.
Dengan memilih daun kelor yang tepat sejak awal, kamu bisa mengurangi risiko rasa pahit tanpa perlu banyak tambahan bumbu. Langkah ini sangat penting terutama jika keripik daun kelor ditujukan untuk camilan anak atau produk jualan. Kualitas bahan baku yang baik akan sangat memengaruhi kepuasan konsumen.
2. Cuci dan Keringkan Daun Kelor Secara Menyeluruh
Setelah daun kelor dipetik, proses pencucian harus dilakukan dengan benar agar bersih dari debu dan kotoran. Cuci daun kelor menggunakan air mengalir sambil dipisahkan dari tangkainya. Proses ini penting untuk menjaga kebersihan dan keamanan produk, terutama jika keripik akan dijual.
Setelah dicuci, daun kelor harus dikeringkan secara menyeluruh sebelum dicampur adonan. Air yang masih menempel pada daun bisa membuat adonan tepung tidak menempel sempurna dan menyebabkan minyak mudah menyerap. Akibatnya, keripik menjadi berminyak dan tidak tahan lama.
Pengeringan bisa dilakukan dengan cara diangin-anginkan atau ditepuk perlahan menggunakan kain bersih. Pastikan daun benar-benar kering sebelum masuk ke tahap berikutnya. Daun yang kering akan menghasilkan keripik yang lebih renyah dan tidak mudah melempem.
3. Gunakan Adonan Tepung Tipis agar Tekstur Keripik Ringan
Adonan tepung berperan besar dalam menentukan kerenyahan keripik daun kelor. Gunakan campuran tepung beras dan sedikit tepung tapioka untuk menghasilkan tekstur yang ringan dan garing. Hindari penggunaan tepung terigu terlalu banyak karena bisa membuat keripik terasa keras.
Adonan sebaiknya dibuat encer dan tipis agar hanya melapisi daun kelor secara ringan. Lapisan tepung yang terlalu tebal akan menutupi rasa alami daun kelor dan membuat keripik cepat lembek. Dengan adonan tipis, keripik akan terasa lebih renyah dan tidak berat saat dikunyah.
Bumbu seperti bawang putih, ketumbar, dan garam bisa ditambahkan secukupnya untuk memperkaya rasa. Pastikan adonan tercampur rata agar setiap lembar daun memiliki cita rasa yang konsisten. Komposisi adonan yang seimbang sangat penting untuk menghasilkan keripik berkualitas jual.
4. Gunakan Minyak Banyak dan Panas Stabil saat Menggoreng
Teknik menggoreng sangat menentukan hasil akhir keripik daun kelor. Gunakan minyak dalam jumlah banyak agar daun kelor bisa terendam sempurna dan matang merata. Minyak yang sedikit membuat keripik tidak mengembang dengan baik dan cenderung menyerap minyak berlebih.
Pastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum daun kelor dimasukkan. Suhu minyak yang stabil membantu adonan langsung mengeras sehingga keripik menjadi renyah. Jika minyak kurang panas, keripik akan menyerap minyak dan hasilnya lembek.
Goreng keripik dalam jumlah sedikit agar suhu minyak tetap terjaga. Aduk perlahan agar daun tidak saling menempel. Dengan teknik ini, keripik daun kelor akan matang merata, berwarna cantik, dan tidak pahit.
5. Goreng hingga Warna Hijau Kekuningan dan Angkat Tepat Waktu
Waktu penggorengan harus diperhatikan agar keripik tidak gosong. Daun kelor yang digoreng terlalu lama akan berubah warna menjadi cokelat tua dan terasa pahit. Sebaliknya, penggorengan yang terlalu singkat membuat keripik kurang renyah.
Tanda keripik daun kelor matang sempurna adalah warna hijau kekuningan yang cerah dan tekstur kaku saat diangkat. Segera angkat keripik saat mencapai tahap ini untuk menjaga rasa dan warna tetap menarik. Warna yang konsisten juga penting untuk nilai jual produk.
Setelah diangkat, tiriskan keripik di atas kertas penyerap minyak. Proses penirisan membantu mengurangi minyak berlebih yang bisa membuat keripik cepat tengik. Keripik yang ditiriskan dengan baik akan lebih tahan lama saat disimpan.
6. Dinginkan Keripik Sebelum Disimpan agar Tidak Melempem
Keripik daun kelor yang masih panas tidak boleh langsung disimpan dalam wadah tertutup. Uap panas yang terperangkap bisa menyebabkan kelembapan dan membuat keripik cepat melempem. Oleh karena itu, keripik perlu didinginkan terlebih dahulu pada suhu ruang.
Proses pendinginan sebaiknya dilakukan dengan menyebarkan keripik di wadah lebar agar udara bisa bersirkulasi dengan baik. Pastikan keripik benar-benar dingin sebelum masuk ke tahap pengemasan. Langkah ini sering diabaikan, padahal sangat penting untuk daya tahan produk.
Dengan proses pendinginan yang tepat, kerenyahan keripik bisa bertahan lebih lama. Tekstur tetap garing meski disimpan dalam beberapa hari. Ini menjadi poin penting jika keripik daun kelor diproduksi sebagai camilan jualan.
7. Simpan dalam Wadah Kedap Udara untuk Daya Tahan Maksimal
Penyimpanan menjadi faktor terakhir yang menentukan ketahanan keripik daun kelor. Gunakan wadah kedap udara atau kemasan plastik tebal dengan sistem zip lock. Kemasan seperti ini membantu mencegah masuknya udara dan kelembapan.
Untuk kebutuhan jualan, kemasan standing pouch dengan tambahan silica gel sangat disarankan. Silica gel membantu menyerap sisa kelembapan di dalam kemasan sehingga keripik tetap renyah lebih lama. Selain fungsional, kemasan yang rapi juga meningkatkan nilai jual produk.
Dengan penyimpanan yang tepat, keripik daun kelor bisa bertahan hingga beberapa minggu tanpa bahan pengawet. Kualitas rasa dan tekstur tetap terjaga, sehingga konsumen merasa puas. Hal ini menjadikan keripik daun kelor sebagai produk camilan sehat yang potensial secara bisnis.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
1. Apakah keripik daun kelor bisa pahit?
Bisa, jika menggunakan daun terlalu tua atau digoreng terlalu lama.
2. Apakah keripik daun kelor cocok untuk anak-anak?
Cocok, asalkan bumbu tidak terlalu kuat dan daun yang digunakan masih muda.
3. Berapa lama keripik daun kelor bisa bertahan?
Bisa bertahan 2–4 minggu jika disimpan dalam wadah kedap udara.
4. Apakah keripik daun kelor bisa dijadikan ide jualan?
Sangat bisa karena termasuk camilan sehat dengan pasar yang luas.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489115/original/086729200_1769826254-lalisa3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490635/original/015467000_1770018615-gambar__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490589/original/083243800_1770017053-gambar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490336/original/098086600_1770008327-as.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490227/original/005834600_1770002805-SAM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490637/original/091796900_1770018980-nicola_peltz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338217/original/075517700_1756967700-ss.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5214334/original/000919900_1746760852-Gemini_Generated_Image_mdr774mdr774mdr7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490208/original/019300500_1770002523-56fb4f6a-a120-49e4-ac30-9eac256d9a0c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490576/original/000054700_1770016226-menu_makan_anak__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490568/original/097169200_1770016022-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.36.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4984171/original/063267400_1730185598-IMG-20230227-WA0052-617450006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350683/original/045639900_1758005379-Gemini_Generated_Image_v8xji0v8xji0v8xj__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490326/original/015470100_1770007781-Sambal_Matah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490446/original/063175300_1770011701-SnapInsta-Ai_3822142051438394029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490512/original/082894200_1770013698-Gemini_Generated_Image_yg3jxcyg3jxcyg3j.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5261773/original/081492900_1750688155-young-happy-businesswoman-eating-break-office.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490508/original/090232600_1770013669-central_springbed_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490297/original/019286600_1770006932-ikan_kembung__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490177/original/090418100_1770001564-AP26033005917016.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376791/original/062457500_1760024376-Screenshot_2025-10-09_223604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377166/original/066367600_1760078929-MixCollage-10-Oct-2025-01-47-PM-5603.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4197597/original/080031300_1666234834-248444520_240009231493776_5687203792293197714_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5132032/original/043302500_1739436053-WhatsApp_Image_2025-02-13_at_15.07.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2321342/original/006886300_1533604891-098269700_1448861796-gili_trawangan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373638/original/073692000_1759826729-2.jpg)